Mabes TNI Selenggarakan Workshop ROE di Cilangkap

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senin, 30 Mei 2011 - 16:13 WIB
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc.,M.Si.,M.A
 
JAKARTA (Pos Kota) – Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Hambali Hanafiah, yang diwakili Kababinkum TNI Mayjen TNI Supriyatna, SH, MH. membuka penataran/ Workshop Rules Of Engagement (ROE) terpusat di lingkungan TNI yang dilaksanakan di Mako Akademi TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/5).
 
Penataran/Workshop ROE tersebut dimaksudkan untuk membekali para perwira TNI khususnya yang bertugas di lingkungan Staf Intelijen, Operasi, Teritorial dan Hukum, agar memiliki kemampuan dalam membuat dan menyusun ROE. Selain itu juga untuk memberikan pedoman tugas kepada prajurit TNI agar setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan mencegah pelanggaran hukum akibat kesalahan prosedur/cara bertindak bagi prajurit TNI yang sedang bertugas di daerah operasi. Dalam amanatnya, Asops Panglima TNI mengatakan bahwa ROE/aturan pelibatan merupakan Direktif Komando Atas yang menyangkut kebijakan dan pembatasan bagi komando-komando bawah di lapangan dalam mengambil tindakan pada setiap pelibatan, baik yang dilarang maupun yang harus dilakukan oleh prajurit TNI. Sebagai direktif, ROE merupakan implementasi keputusan komando atas, sekaligus merupakan mekanisme pengendalian aksi dan tindakan para komando bawah di lapangan. Aturan pelibatan dibuat untuk memberikan kejelasan tindakan dan landasan hukum bagi setiap prajurit TNI dalam setiap pelaksanaan tugas operasi, agar tindakan yang dilakukan dalam menghadapi ancaman maupun dalam membela diri tidak terjadi penyimpangan, baik ditinjau dari aspek Hukum Nasional maupun Hukum Internasional, terutama dari sudut pandang Hukum Humaniter dan HAM.
 
Terkait dengan masalah ROE/aturan pelibatan dalam melaksanakan tindakan operasi, hendaknya harus diketahui, dipahami, dilatihkan jika perlu diujikan terlebih dahulu sebelum prajurit diterjunkan ke daerah operasi, agar prajurit mengetahui betul tindakan-tindakan yang boleh dan dilarang dalam suatu tindakan operasi, sehingga prajurit memiliki kepercayaan yang tinggi atau tidak ragu-ragu dalam bertindak, lanjut Asops Panglima TNI. Penataran/ Workshop ROE yang berlangsung selama 3 hari, diikuti 49 personel, terdiri dari para Asops, Kakum (Kepala Hukum) Kotama (Komando Utama) dan Kotamaops (Komando Utama Operasi) di lingkungan TNI, serta terlaksana atas kerja sama dengan Fadillah Rifai Rizki (FRR) Law Office, yang menangani berbagai persoalan di bidang hukum baik Hukum Nasional maupun Hukum Internasional. Jajaran TNI bekerjasama dengan FRR juga menyelenggarakan penataran Hukum Humaniter Internasional dan HAM serta Workshop ROE yaitu di Pusdik Pasus Batujajar pada tanggal 6-10 Juni 2011, Armatim pada tanggal 4-8 Juli 2011, Seskoau Lembang Bandung pada tanggal 11-13 Juli 2011, Kodam XVII/Cendrawasih Jayapura pada tanggal 26-30 September 2011, Kostrad Cilodong pada tanggal 24-28 Oktober 2011 dan Kodam Jaya Jakarta pada tanggal 21-23 November 2011.
Diposkan oleh Serma Bambang Sutejo Pendam9 di 07:29

(Sumber:http://klipingu9.blogspot.com)