HUBUNGAN PEOPLE-TO-PEOPLE PEREKAT HUBUNGAN INDONESIA-AUSTRALIA

ADELAIDE, AUSTRALIA, 06/10/2015 – Seni budaya dari Indonesia menjadi jantung budaya terpenting di South Australia (SA). Nuansa ini terlihat saat ratusan pengunjung memadati acara INDOfest di pusat kota Adelaide hari Senin, 5 Oktober 2015, sejak pagi hingga sore hari. Hari tersebut adalah hari libur nasional Labor Day di seluruh Australia. Bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, para pejabat tinggi pemerintah SA mengikuti acara INDOfest, antara lain Gubernur SA Hieu Van Le AO, Menteri Urusan Budaya mewakili Premier SA Zoe Bettison MP, Menteri Bayangan Jing Lee MLC mewakili Leader of Opposition dan Walikota Adelaide Martin Haese.

“INDOfest tidak hanya festival terbesar di Australia, tetapi terbesar di Southern Hemisphere of the world,” puji Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema di tengah kegiatan INDOfest, “suatu kolaborasi budaya oleh masyarakat kedua bangsa, yang mempererat hubungan bilateral.”
Hal yang sama ditegaskan Gubernur Hieu Van Le dalam sambutan pembukaannya, “Budaya adalah jembatan bagi hubungan baik di antara masyarakat Australia dan Indonesia.” Hieu Van Le telah menjadi fans setia INDOfest sejak pertama kali diadakan delapan tahun silam. “Kegiatan ini membangun persahabatan di antara kedua bangsa dan merupakan wujud kerjasama people-to-people yang tidak boleh kita underestimate,” lanjutnya. “Through culture, we see the best of each other.”
Menteri Zoe Bettison yang telah belajar Bahasa Indonesia sejak 20 tahun silam menyampaikan komitmen pemerintah Australia Selatan (SA) dalam mendukung hubungan baik dengan Indonesia. “Masyarakat Australia sangat antusias dengan INDOfest. Kekayaan seni budaya Indonesia telah menambah warna multikulturalisme di SA, untuk itu pemerintah berkomitmen memberikan bantuan dana $20.000 setiap tahunnya untuk penyelenggaraan INDOfest, hingga tiga tahun ke depan,” tegas Menteri Zoe Bettison yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Dubes Nadjib bersama Menteri Zoe Bettison, Walikota Martin Haese, Menteri Bayangan Jing Lee dan para pejabat tinggi pemerintah lainnya menikmati Nasi Tumpeng sebagai ucapan syukur keberhasilan INDOfest.
Lokasi penyelenggaraan INDOfest sangat strategis dan berada di tengah pusat budaya dan dikelilingi oleh bangunan bersejarah dan budaya seperti Government House, National War Memorial, Migration Museum, Art Gallery dan South Australian Museum. Hal ini menunjukkan apresiasi Australia terhadap nilai seni dan budaya Indonesia yang besar.
Di tengah suhu udara mencapai 35 derajat Celcius, berbagai stand mulai dari stand makanan, pariwisata, hingga workshop membuat seni pahat patung Bali dan kuda lumping, dipadati ratusan pengunjung. Dua panggung di indoor dan outdoor juga nampak sesak karena pengunjung antusias menyaksikan musik, live band dan kesenian dari Tanah Aceh hingga Tanah Papua, seperti tari Langit Biru dari Jawa Barat, tari Jejer Banyuwangi, tari Pangkur Sagu dari Papua, musik rebana dan angklung. Bahkan para mahasiswa Flinders University juga tampil sangat fasih menyanyikan medley lagu-lagu lagu tradisional Apuse, Soleram, Rasa Sayang Sayange, Nona Manis, Maumere dan lagu lainnya.
Kesenian ondel-ondel dari Betawi juga menyemarakkan suasana festival. Uniknya, pembuatan ondel-ondel raksasa tersebut dibuat dua tahun lalu dengan dana sepenuhnya dari pemkot Adelaide dan didesain oleh desainer Australia. Banyak anak-anak mengelilingi dan bermain dengan ondel-ondel raksasa yang berjalan-jalan di sekitar lokasi acara.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia turut mendukung keberhasilan INDOfest dengan mengirimkan kontingen kebudayaan dari Tanah Air. Melalui promosi budaya, diharapkan wisatawan dari Australia ke Indonesia tahun 2015 mencapai 1,1 juta pengunjung –lebih banyak dari tahun lalu yang kurang dari 1 juta wisman– dan jumlah kedatangan dari Australia ke Indonesia mencapai 10 juta di tahun 2015 dan 20 juta di tahun 2019.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dimaksud, dapat menghubungi KBRI Canberra pada telepon +61 (2) 6250 8600, Twitter: @INAEmbAUS, Facebook: Indonesian Embassy Australia, Youtube Channel: Indonesia Embassy Canberra.***