Workshop Batik di Kampus Canberra Instutute of Technology Sangat Disambut Baik

5/5/2010

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA CANBERRA
 
PRESS RELEASE No. : 13/PEN/IV/10
 
WORKSHOP BATIK DI KAMPUS CANBERRA INSTITUTE OF TECHNOLOGY SANGAT DISAMBUT BAIK
 
Kedutaan Besar RI di Canberra bekerja sama dengan Batik House Indonesia telah menyelanggarakan Workshop Batik bagi para mahasiswa dan pengajar Canberra Insitute of Canberra (CIT) di Canberra pada 27 April 2010. Kegiatan yang diiikuti oleh sekitar 50 orang ini berlangsung dengan sukses mengingat peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pengajar pada jurusan tekstill, design, fashion dan clothing production sangat antusias sekali ingin mengetahui teknik pembuatan batik.
 
Dalam pembukaan Workshop Mr. Peter Cowald selaku Chief Executive CIT memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KBRI Canberra yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengenal batik sekaligus mempraktekan proses pembuatan batik. Melalui Worshop Batik ini, Mr. Peter Cowald mengharapkan para mahasiswa dapat mengenal Indonesia sebagai negara terdekat yang sangat kaya akan budaya. Sementara itu, dalam kata sambutan Wiwiek Setyawati Firman selaku Wakil Kepala Perwakilan menyampaikan bahwa kegiatan Workshop ini sebagai upaya memperkenalkan batik sebagai salah satu budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Dengan demikian para mahasiswa Australia dapat lebih mengenal dan menghargai batik sebagai kekayaan budaya Indonesia yang telah menjadi kekayaan budaya dunia. Disamping itu, KBRI Canberra bermaksud ingin mengajak kerja sama antar sekolah dengan membentuk sister school relations antara CIT dengan sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.
 
Kerja sama antara KBRI Canberra dengan kampus CIT dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia ini merupakan kali yang ketiga. Pertama, pada tahun 2007, KBRI Canberra mengundang designer terkenal Adjie Notonegoro untuk memberikan kuliah umum dan peragaan busana batik dan pada 2009 mengundang Alfonsa Horeng, penenun dari Flores untuk mengadakan Workshop Tenun Ikat kepada para mahasiswa CIT.
 
Dalam kegiatan Workshop, Venny Afwany Alamsyah selaku pelatih batik dari Batik House Indonesia memberikan teknik pembuatan batik dari proses pewarnaan, pemberian malam (lilin) dan pelepasan lilin dari kain yang diikuti secara seksama oleh mahasiswa. Peserta yang langsung berpraktek membuat batik ini dengan cermat mengikuti tahapan-tahapan pembuatan batik pada bahan kain dan kayu. Seluruh peserta sangat bangga atas hasil praktek pembuatan batik ini yang dapat disimpan sebagai kenang-kenangan yang tidak akan terlupakan.
 
Pada kesempatan tersebut, Chief Executive CIT telah mengadakan Working Lunch dengan Wakil Kepala Perwakilan yang didampingi Raudin Anwar/Minister Counsellor Pensosbud, Dr. Aris Junaedi/Atase Diknas dan Eko Junor/Sekretaris I Pensosbud guna membahas rencana kerja sama yang konkrit program pertukaran pengajar, mahasiswa dan kurikulum antara CIT dengan sekolah kejuruan dan politenik di Indonesia.
 
Workshop pembuatan batik ini merupakan sarana yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Australia terhadap seni dan budaya Indonesia serta sebagai upaya peningkatan people-to-people contact. Selain itu, diharapkan pula bagi para mahasiswa yang ingin lebih mendalami mengenai batik dapat berkunjung ke Indonesia dan menikmati pesta-pesta budaya dalam rangka “Visit Indonesia Year”.
 
Perwakin Canberra, 27 April 2010