Tarian Indonesia Turut Semarakkan Acara National Multicultural Festival di Canberra , 6 Februari 2010

2/23/2010

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
CANBERRA
Siaran Pers Nomor: 04/PR/PEN/II/2010

 
Tarian Indonesia Turut Semarakkan Acara National Multicultural Festival di Canberra , 6 Februari 2010

 
Persembahan tiga tarian yaitu Tari Gambyong, Tari Kebyar Duduk dan Tari Payung telah memikat para penonton Festival Multikutur ini. Gerakan yang lemah gemulai dari para penari dengan kostum yang indah dan gemerlap telah memukau para pengunjung seraya mengagumi keanekaragaman budaya Indonesia. Ketiga tarian tersebut mewakili aneka tarian dari berbagai wilayah Indonesia yaitu Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Duduk dari Bali dan Tari Payung dari Sumatera Barat. Untuk mempromosikan bahwa tarian itu dapat dibawakan oleh siapa saja, dari 12 penari tersebut dua diantaranya adalah pelajar Australia. Mereka dilatih oleh Sanggar Isti Canberra.(ABS).
 
Disamping tarian, KBRI Canberra juga membuka stall Batik Corner yang juga mendapat perhatian khusus dari masyarakat Australia, terbukti dengan banyaknya orang yang berkunjung. Pembukaan stall Batik Corner dengan tema “Batik” Heritage of Indonesia” ini didorongkan oleh diakuinya Batik sebagai warisan dunia oleh UNESCO yang perlu dilestarikan dan dipromosikan kepada publik. Dalam stall ini, pengunjung dapat menyaksikan sepasang mannequin berbusana batik, aneka produk batik, kerajinan tangan, dan brosur-brosur pariwisata, kalender Indonesia 2010, serta informasi kursus Bahasa Indonesia. Di stall Batik Corner ini, banyak pengunjung membeli kain batik dan handicrafts sebagai souvenir. Para anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Canberra yang menjaga stall ini cukup sibuk dengan berbagai pertanyaan tentang seluk beluk dan pembuatan batik dari para pengunjung.
 
Sementara itu, masyarakat Indonesia yang tergabung dalam wadah Indonesia-Australia Family Association (AIFA) dan Indo Café milik Ibu Yetty Daly, masing-masing membuka stalll yang mempromosikan aneka makanan, minuman dan jajanan khas Indonesia. Semua aneka makanan tersebut terjual habis oleh para pengunjung yang ramai antri di stall makanan ini.
 
Festival Multikultur yang bertempat di Garema Place ini merupakan acara tahunan kota Canberra dan telah dihadiri kurang lebih 200 ribu pengunjung. Festival ini juga mencerminkan atas keanekaragaman etnik dan budaya penduduk Canberra sebagai kekayaan yang tidak ternilai sehingga perlu untuk dirayakan agar saling mengenal dan menghargai. Mengingat Festival ini merupakan wahana untuk mempromosikan seni, budaya dan pariwisata Indonesia kepada publik Australia, maka KBRI Canberra senantiasa aktif berpartisipasi pada Festival ini setiap tahunnya. Partisipasi Indonesia pada Festival Multikultural ini telah dimuat harian Canberra Times edisi Minggu 7 Februari 2010.
 
Canberra, 23 Pebruari 2010