Siaran Pers tentang Pameran Fotografi Oleh Fotografer “Bundhowi” Bertema Perdamaian

12/7/2009

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
CANBERRA
PRESS RELEASE
No. : 90/PR/PEN/XII/09
PAMERAN FOTOGRAFI OLEH FOTOGRAFER “BUNDHOWI” BERTEMA PERDAMAIAN

 
Pada hari Selasa, 1 Desember 2009 bertempat di Kantor GHD, Canberra, Wakil Kepala Perwakilan RI KBRI Canberra, Ibu Wiwiek Setyawati Firman, membuka secara resmi pameran fotografi dari fotografer dan seniman Indonesia, Bundhowi, bertema “Perdamaian”. Acara dihadiri oleh berbagai kalangan baik pemerintah antara lain DFAT (kemludag Australia), AusAID dan KBRI Canberra serta masyarakat, termasuk masyarakat dan mahasiswa Indonesia.
 
Acara yang diberi nama “Bundhowi Exhibition” tersebut diprakarsai oleh GHD, sebuah perusahaan konsultan Australia ternama yang bergerak di berbagai sektor, terutama engineering, konstruksi, transportasi, enerji dan lingkungan. “Bundhowi Exhibition”, yang diadakan pada 1-4 Desember 2009, menampilkan hasil karya fotografi montase digital yang menggambarkan kemanusiaan, harmonisasi dan perdamaian universal. Salah satu karya Bundhowi yang menonjol antara lain foto-foto mengenai kehidupan manusia perahu, terutama anak-anak, korban perang Vietnam dan konflik Kamboja yang berada di kantong-kantong pengungsi. Selain itu juga dipamerkan foto-foto mengenai tim sukarelawan Australia di bawah koordinasi AusAID di Indonesia, salah satunya pada saat gempa di Yogyakarta serta peristiwa Bom Bali I.
 
Dalam sambutan pembukanya, Wakil Kepala Perwakilan RI KBRI Canberra antara lain menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas prakarsa GHD, khususnya Mr. Peter Dunn, Canberra Business Development Manager, untuk menyelenggarakan pameran fotografi hasil karya Bundhowi. Herber Read dalam bukunya yang berjudul “Art and Society” tahun 1969 menyatakan bahwa seni, termasuk fotografi, merupakan “strong force” dalam suatu masyarakat. Sementara UNESCO sejak 1948 menegaskan kembali komitmennya untuk memasukkan seni sebagai elemen penting dalam bidang pendidikan dalam rangka menciptakan dan memelihara perdamaian dunia. Dalam kaitan ini, Indonesia bangga memiliki seorang fotografer dan seniman handal seperti Bundhowi yang memiliki reputasi dan penghargaan dari masyarakat internasional. Hasil karya Bundhowi yang disebutkan “inspirational” dan “thought provoking” sangat kental menggambarkan obsesinya terhadap perdamaian. Disamping itu, melalui karya-karyanya yang dikenal luas oleh masyarakat internasional, termasuk Australia, Bundhowi telah berhasil mempromosikan Indonesia kepada dunia. Oleh sebab itu, “Bundhowi Exhibition” lebih dari sekedar pameran fotografi biasa, namun juga sebagai memainkan peranan penting dalam upaya peningkatan ‘people-to-people links’ antara Indonesia dan Australia.
 
Selain sebagai seorang fotografer dan seniman, Bundhowi juga bekerja sebagai penterjemah dan pelatih bahasa dan lintas budaya untuk “Indonesia Australia Language Foundation” sejak 1993. Selama15 tahun terakhir, Bundhowi terlibat aktif di berbagai proyek bantuan Pemerintah Australia yang disalurkan melalui AusAID. Dalam kesempatan bekerja sebagai pendidik dan pekerja kemanusiaan yang dibiayai oleh UNHCR untuk manusia perahu asal Vietnam dan Kamboja, Bundhowi merupakan saksi hidup salah satu tragedi terbesar kemanusiaan di era modern, yang diabadikan melalui kameranya, yang kemudian mengubah hidupnya menjadi “the peace lensman”.
 
Canberra, Desember 2009