Peningkatan Kerjasama Parlemen Indonesia Dan Australia

3/18/2010

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
CANBERRA
Siaran Pers Nomor: 12/PR/PEN/III/2010

 
Peningkatan Kerjasama Parlemen Indonesia Dan Australia

 
Ketua Komisi I DPR-RI, Kemal Azis Stamboel, mengadakan kunjungan kerja ke Canberra dan Melbourne, Australia, 15-18 Maret 2010 untuk mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait baik dari parlemen Australia, pejabat tinggi Australia, Indonesianis, maupun instansi yang tekait erat dengan bidang kerja Komisi I antara lain urusan luar negeri, pertahanan, komunikasi, dan intelijen.
 
Ketua Komisi I secara berturut-turut diterima oleh Senator John Faulkner, Menteri Pertahanan Australia; Honorable Greg Combet MP, Menteri Pertahanan bidang Personel, Materil dan Ilmu Pengetahuan; Senator Michael Forshaw, Ketua Joint Standing Committee on Foreign Affairs, Defence and Trade; Harry Jenkins MP, Speaker House of Representatives, Abu Rizvi, Deputy Secretary Depkominfo Australia; Dr Stephen Gumley, CEO Defence Materiel Organization; John Carlson, Dirjen Australian Safeguards and Non-Proliferation Office; dan Tim Lindsey, Ketua Australia-Indonesia Institute. Ketua Komisi I juga berdiskusi dengan enam Indonesianis dari the Australian National University seperti Dr Harold Crouch, Dr Greg Fealy, Dr Marcus Mietzner, dan Dr Chris Manning.
 
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi I berpartisipasi dalam working lunch dengan para pejabat Australia termasuk Dirjen Asia Tenggara, Hugh Borrowman, Dubes Kontra Terorisme, Bill Patterson, dan Dubes People Smuggling, James Larsen. Ketua dan Wakil Ketua Interparliamentary Group on Indonesia, Jim Turnour MP dan Senator Allan Eggleston menyelenggarakan jamuan untuk Ketua Komisi I yang dihadiri Dubes RI Canberra dan beberapa anggota parlemen Australia yang akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. Dalam berbagai kesempatan tersebut, Ketua Komisi I menjelaskan perkembangan di tanah air, menggali informasi yang akan digunakan sebagai masukan bagi peningkatan peran Komisi I dan mencari peluang kerjasama dalam bidang luar negeri, pertahanan, intelijen, dan komunikasi.
 
Kunjungan berlangsung baik dan mencapai hasil yang sangat positif bagi peningkatan kerjasama antar parlemen dan hubungan menyeluruh kedua negara khususnya yang terkait dengan bidang kerja Komisi I. Semua pihak menyatakan pujian dan apresiasi atas kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia, 9-11 Maret 2010, yang meninggalkan kesan mendalam bagi pemerintah dan rakyat Australia. Pidato historis yang disampaikan Presiden RI di depan parlemen Australia dipastikan dapat menggugah pandangan banyak orang Australia bukan hanya mengenai pentingnya hubungan kedua negara secara bilateral, regional dan global akan tetapi juga mengenai pemahaman Indonesia yang baru. Masyarakat kedua negara diharapkan tidak lagi menggunakan cara pandang lama dalam menilai masing-masing. Kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan tersebut akan mampu mengatasi masalah yang timbul dalam hubungan kedua negara di masa yang akan datang.
 
Dalam pertemuan di atas, Ketua Komisi I melihat penting peranan DPR-RI khususnya Komisi I dalam mendukung kemitraan komprehensif kedua negara yang saling menghormati, setara dan saling menguntungkan termasuk bagi implementasi hasil kunjungan Presiden RI. Ketua Komisi I menilai terdapat huge potentials bagi kerjasama lebih lanjut. Sebagai bagian dari penguatan kerjasama antar parlemen, Ketua Komisi I dan Senator Michael Forshaw menyepakati agar Komisi I dapat berkunjung dan bertemu dengan mitranya bulan Juni 2010. Disepakati pula agar momentum dan hasil yang dicapai dalam kunjungan Presiden RI akan ditindaklanjuti. Kunjungan Komisi I tersebut akan disiapkan secara baik sehingga benar-benar dapat memberikan hasil konkret bagi hubungan kedua negara. Kunjungan Ketua Komisi I ini pun dipandang sebagai blessing in disguise karena dilaksanakan hanya berselang empat hari setelah kunjungan Presiden RI.
 
Kepada Ketua Komisi I, Speaker Harry Jenkins menegaskan bahwa tidak ada opsi lain bagi kedua negara selain meningkatkan kemitraan yang bermanfaat bagi kepentingan kedua negara. Harry Jenkins menyatakan keyakinannya bahwa hubungan kedua negara akan tetap kokoh terlepas dari siapapun yang memerintah di Australia dan secara pribadi akan terus mendukung peningkatan dan konsolidasi kemitraan Indonesia dan Australia.
 
 
 
Canberra, 17 Maret 2010