Doa Bersama Lintas Agama Untuk Mantan Presiden RI K.H. Abdurrahman Wahid

1/6/2010

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
CANBERRA
PRESS RELEASE No. 01/PR/PEN/I/2010

 
MASYARAKAT INDONESIA DAN AUSTRALIA HADIRI ACARA DOA BERSAMA LINTAS AGAMA UNTUK MANTAN PRESIDEN RI K.H. ABDURRAHMAN WAHID

 
Pada hari Kamis tanggal 5 Januari 2010, KBRI Canberra menyelenggarakan Acara Doa Bersama Lintas Agama sebagai pernyataan belasungkawa atas wafatnya mantan Presiden RI, K.H. Abdurrahman Wahid pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB. Acara berlangsung di Balai Kartini KBRI Canberra, dimulai dengan acara Tahlilan pada pukul 17.00 – 19.00 dan dilanjutkan dengan Doa Bersama Lintas Agama pada pukul 19.00-20.00 waktu setempat. Acara dihadiri oleh hampir 100 orang baik mahasiswa maupun masyarakat Indonesia di Canberra. Acara Doa Bersama ini menghadirkan 4 pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik dan Hindu.
 
Duta Besar RI dalam kata sambutannya menyampaikan maksud diadakannya doa bersama ini, yaitu sebagai wujud belasungkawa atas wafatnya mantan Presiden RI, K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dekenal dengan nama Gus Dur. Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah menjadi pelopor demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Disampaikan pula bahwa K.H. Abdurrahman Wahid juga banyak mendapatkan penghargaan dari masyarakat internasional atas usahanya mempromosikan kerukunan antar umat beragama di Indonesia maupun dunia.
 
Sebelum acara Doa Bersama Lintas Agama dilangsungkan, masyarakat muslim Canberra secara khusus mengadakan Doa Tahlilan bagi almarhum Gus Dur dan dipimpin oleh Bapak Zahrul Muttaqin. Sementara itu, acara ini dilanjutkan dengan Doa Bersama Lintas Agama yang dilangsungkan secara bergantian, bagi umat Islam dipimpin oleh Bapak H. Tufik Prabowo, umat Kristen dipimpin oleh Ibu Pendeta Desy Lewan, umat Katolik oleh Bapak Jack Matsay dan umat Hindu oleh Bapak I Ketut Sudiasa. Dalam doa bersama ini, masing-masing para pemuka agama tersebut antara lain mendoakan agar arwah mantan Presiden RI tersebut dapat diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kekuatan dan ketabahan. Selain itu, kita berdoa agar bangsa dan negara Indonesia dapat terus mendapatkan lindungan Tuhan YME.
 
Acara Doa Bersama ini berlangsung dengan khidmat dan setelah selesainya Doa Bersama dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Dalam kesempatan ramah tamah, warga masyarakat Indonesia dan Australia yang hadir menyampaikan penghargaan kepada Duta Besar RI yang berinisiatif menyelenggarakan acara ini. Acara ini dimanfaatkan pula untuk sharing mengenang jasa-jasa mantan Presiden RI, K.H. Abdurrahman Wahid.
 
Pada tanggal 31 Desember 2009, KBRI Canberra juga telah mengedarkan nota diplomatik kepada Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, seluruh Perwakilan Asing dan Organisasi Internasional di Canberra yang menginformasikan tentang wafatnya mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid. Selain itu KBRI Canberra membuka book of condolences (buku duka) pada tanggal 5 Januari 2010 hingga tanggal 12 Januari 2010.
 
Perwakin Canberra, 5 Januari 2010