Doa Bersama Gempa Sumbar 2009

10/6/2009

 
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
CANBERRA
PRESS RELEASE
No. : 07/PEN/X/09
MASYARAKAT INDONESIA DAN AUSTRALIA HADIRI ACARA DOA BERSAMA LINTAS AGAMA BAGI KORBAN GEMPA SUMATERA

 
Pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2009, KBRI Canberra menyelenggarakan Acara Doa Bersama Lintas Agama sebagai pernyataan simpati dan belasungkawa kepada para korban gempa bumi di Sumatera. Acara berlangsung di Balai Kartini KBRI Canberra pada pukul 17.00 – 18.30 dan dihadiri oleh hampir 200 orang baik mahasiswa dan masyarakat Indonesia maupun wakil masyarakat Australia yaitu Rev. Prof. James Haire (Professor of Theology, Charles Sturt University) dan Anthony Eastaway (Pengurus Australia-Indonesia Association). Dalam acara Doa Bersama ini menghadirkan 4 pemuka agama dari Islam, Kristen, Katholik dan Hindu.
 
Duta Besar RI dalam kata sambutannya menyampaikan maksud diadakannya doa bersama ini sebagai wujud simpati dan belasungkawa atas jatuhnya korban yang meninggal akibat bencana gempa bumi yang sampai saat ini tercatat lebih dari 600 orang. Duta Besar RI juga menjelaskan langkah-langkah yang tengah dilakukan Pemri dalam menangani bencana ini dan mengalirnya bantuan dari negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk membantu para korban. Disamping itu, Duta Besar RI menyampaikan penghargaan kepada sejumlah masyarakat Indonesia di Australia dan PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) yang sekarang ini tengah melakukan penggalangan dana bagi gempa di Sumatera.
 
Dalam acara Doa Bersama Lintas Agama dilangsungkan secara bergantian, bagi umat Islam dipimpin Zahrul Muttaqin (Mahasiswa S3 Australian National University), umat Kristen dipimpin oleh Pendeta Desy Lewan Sth, umat Katolik oleh Bruder Budi Hernawan dan umat Hindu oleh I Putu Sudiana (Mahasiswa S2 Australian National University). Dalam doa bersama ini, masing-masing para pemuka agama tersebut antara lain berdoa agar para korban yang meninggal dapat diterima di sisi Tuhan YME dan para korban yang luka-luka dapat segera disembuhkan serta kepada keluarga korban dapat diberi kekuatan dan ketabahan dalam menerima cobaan bencana. Selain itu, kita berdoa agar bangsa dan negara Indonesia dapat dijauhkan dari segala bencana.
Acara Doa Bersama ini berlangsung dengan khidmat dan selesai Doa Bersama dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Dalam kesempatan ramah tamah, warga masyarakat Indonesia dan Australia yang hadir menyampaikan apresiasinya kepada Duta Besar RI yang berinisiatif menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk kepedulian yang mendalam atas bencana yang menimpa rakyat Indonesia. Disamping itu, PPIA memanfaatkan acara ramah tamah ini untuk menggalang pengumpulan dana.
 
Dalam upaya sharing informasi tentang gempa Sumatera ini, pada hari Minggu tanggal 4 Oktober 2009 pukul 16.30, Raudin Anwar/Koord Fungsi Pensosbud dan Andalusia T Dewi/Sekretaris I Pensosbud KBRI telah hadir di Studio Radio CMS (Radio Berbahasa Indonesia bagi Komunitas Indonesia di Canberra) untuk memberikan informasi tentang seluk beluk bencana, upaya-upaya Pemri dalam penanganan bencana, nomor hotline yang dapat dihubungi, serta penyaluran dana bantuan bagi korban bencana. Acara siaran langsung ini dipandu oleh penyiar Radio CMS Betsy Phillips dan Shinta Benilda. Disamping itu, pada acara tersebut dimanfaatkan juga guna menyampaikan undangan dari Duta Besar kepada masyarakat Indonesia untuk menghadiri Doa Bersama Lintas Agama di KBRI Canberra.

Perwakin Canberra,  6 Oktober  2009