DUBES R.I. DI CANBERRA KUNJUNGI VANUATU

5/25/2010

 
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA CANBERRA
 
PRESS RELEASE No.: 17/PR/PEN/V/2010
 
DUBES R.I. DI CANBERRA KUNJUNGI VANUATU
 
Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Bapak Primo Alui Joelianto, pada tanggal 13 hingga 16 April 2010 telah melakukan kunjungan ke Vanuatu untuk melakukan courtesy calls ke beberapa pejabat baru Vanuatu.
 
Dalam pertemuan dengan Presiden Vanuatu, H.E. Mr. Jhonson Abbil, Dubes RI menjelaskan tentang look East policy Indonesia sejak tahun 2002, tentang kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono “a million friends and zero enemies”, serta kesamaan antara Indonesia dan Vanuatu yang merupakan archipelagic states. Dubes RI menyampaikan kembali minat Indonesia untuk menjadi observer pada Melanesian Spearhead Group disebabkan Indonesia adalah home to the largest population of ethnic Melanesians serta kondisi geografis Indonesia sebagai natural bridge antara Asia dengan kawasan South Pacific. Presiden Vanuatu menyambut baik perhatian Indonesia dan mengundang Pemri untuk menghadiri perayaan 30 tahun kemerdekaan Vanuatu pada tanggal 30 Juli 2010 yang akan dirangkaikan dengan pertemuan Pacific Islands Forum (PIF).
 
Pertemuan Dubes RI juga berlangsung dengan Menteri Kehakiman dan Pemberdayaan Perempuan Vanuatu, Bakoa Kaltongga. Sebagai mantan Menlu Vanuatu, ia termasuk warga Vanuatu yang menyadari bahwa dialog dan kerjasama dengan Indonesia jauh lebih produktif ketimbang mengangkat isu Papua dan mempermasalahkan kedaulatan Indonesia.
 
Dalam pertemuan Dubes RI dengan acting Menteri Luar Negeri Vanuatu, Menteri Kesehatan Moses Kahu mengatakan penting bagi ke-2 negara untuk mengadakan konsultasi rutin. Juga dibahas mengenai kunjungan Menlu Natuman ke Jakarta serta acara bersama dalam rangka memperingati 15 tahun hubungan diplomatic RI-Vanuatu. Pada pertemuan dengan Menteri Pertanian, Steven Kalsakau, ia menyambut baik keinginan mengadakan joint venture peternakan sapi dan menyatakan siap untuk memfasilitasi kerjasama swasta ke-2 negara. Di bidang agraria, Vanuatu yakin bahwa Indonesia dapat membantu, dan secara khusus mengatakan akan sangat berterima-kasih apabila Indonesia dapat menawarkan varietas baru padi sehingga mengurangi ketergantungan impor dari luar.
 
Komisioner dari Vanuatu Police Force (VPF) menyampaikan kepada Dubes RI rasa terima kasih atas tawaran penyediaan seragam dan sepatu VPF, dan secepatnya akan menyampaikan design serta ukuran yang dibutuhkan. Program kerjasama lainnya yang dikonsultasikan adalah program pelatihan traffic management di Jakarta, pelatihan dasar Brimob, program magang di Indonesia bagi Polisi Pariwisata, pelatihan bagi paramilitary wing VPF, serta partisipasi pada pelatihan di JCLEC. Komisioner VPF menyatakan terbuka bagi penawaran pendidikan pada tingkat staff college, serta mengusulkan agar Polri atau TNI dapat mengirimkan adviser ke Vanuatu.
 
Pada pertemuan dengan Direktur Emalus Campus, satu-satunya kampus University of the South Pacific (USP) yang terletak di Vanuatu, dibahas kerjasama pendidikan di bidang hukum, serta kemungkinan mendatangkan pengajar hukum laut dari Indonesia untuk memberikan kuliah tamu di USP.
 
Canberra, May 2010