KOPI INDONESIA KIAN DIGEMARI MASYARAKAT AUSTRALIA

KOPI INDONESIA KIAN DIGEMARI MASYARAKAT AUSTRALIA

 

CANBERRA, Australia, 11/03/2016: Kopi asal Indonesia, termasuk dari Aceh dan kopi Luwak, semakin digemari oleh penikmat kopi Australia, termasuk di Kota Melbourne. Gerai Saman Estate Coffee yang berada di salah satu pusat aktivitas bisnis di Ibukota negara bagian Victoria, tepatnya di 838 Collins Street, Docklands, Melbourne, menjadi bukti betapa kopi asal Indonesia mendapat tempat khusus bagi publik Australia.

Setiap harinya, para penikmat kopi di Kota Melbourne dari berbagai kalangan, mulai pekerja kantoran hingga anak-anak muda, tidak pernah henti mampir dan membeli kopi asli Indonesia ini. Sebagian memilih untuk minum kopi di gerai, sebagian lagi membawanya pulang.

Bahkan di saat Musim Dingin, pelanggan setia kopi Indonesia ini dalam satu hari tidak jarang hingga empat kali berkunjung ke Gerai Saman. Dinginnya hawa di Musim Dingin membuat kopi menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk menghangatkan tubuh sambil menikmati kopi khas Indonesia.

Meski gerai Kopi Saman ini baru dibuka tahun lalu, namun rasa dan aroma khas kopi khas Aceh, yakni Gayo dan Sidi Kalang serta kopi Luwak dengan cepat dikenal oleh masyarakat di negara Kangguru ini. Padahal, lokasi gerai Kopi Saman ini dikepung oleh sejumlah kompetitor ternama yang sudah lama membuka bisnis kopi.

Duta Besar Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema yang secara khusus datang ke Gerai Saman Estate Coffee pada tanggal 9 Maret 2016, menyampaikan kebanggaannya melihat besarnya antusiasme masyarakat Australia untuk menikmati kopi asli Indonesia ini.

Menurut Dubes Nadjib, citra dan kualitas kopi asal Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi untuk menjadi salah satu branding yang populer di pasar Australia seiring dengan terus meningkatnya konsumsi kopi masyarakat di Australia. Terbukti, Gerai Saman Estate Coffee langsung mendapatkan tempat di hati masyarakat Australia.

Ditambahkan oleh Dubes Nadjib yang juga didampingi oleh Konsul Jenderal RI di Melbourne, Dewi Savitri Wahab bahwa pihaknya akan selalu membantu secara aktif untuk mempromosikan potensi dan branding kopi asal Indonesia yang selama ini dikenal memiliki banyak varian berkualitas, melalui sejumlah pameran yang digelar di berbagai negara bagian di Australia agar komoditas kopi Indonesia semakin banyak yang diimpor dan dikonsumsi di Australia.

Dubes Nadjib, yang sebelumnya juga pernah menjadi Dubes RI untuk Belgia merangkap Uni Eropa dan Luxemburg tersebut, berharap akan semakin banyak gerai-gerai kopi yang menjual berbagai produk kopi asal Indonesia di Australia.

Sementara itu, menurut pemiliknya, Teuku Syahrial, dirinya merasa bangga dengan cepat populernya kopi Indonesia di mata masyarakat di Melbourne. Sebagai salah satu produser kopi utama di dunia, sudah seharusnya kopi asli Indonesia, termasuk dari daerah Gayo dan Sidikalang juga terkenal.

Di gerainya, Teuku juga menjual paket biji kopi siap saji yang dikemas secara menarik. Bingkisan kopi organik dari biji pilihan ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin menikmati kopi berkualitas asal Gayo dan Sidikalang di rumah. Dirinya sangat optimis, melihat tingginya respon dari peneguk kopi di Melbourne, kopi khas Aceh yang dijualnya akan semakin populer di Australia meski harus bersaing dengan pesaingnya dari Italia, Australia dan Amerika Serikat.

Teuku secara khusus juga menyampaikan apresiasinya yang sangat tinggi kepada Dubes RI di Canberra dan Konjen RI di Melbourne yang selama ini telah memberikan dukungan penuh dalam mempromosikan kopinya kepada berbagai kalangan di Australia, baik ke kalangan pemerintah, pebisnis, hingga masyarakat luas. Kerjasama yang sangat baik dengan Perwakilan RI di Australia seperti ini jelas memberikan dampak yang sangat besar dalam membantu memperkuat branding kopi Aceh di Australia.