PERTEMUAN PERWAKILAN R.I. DENGAN MASYARAKAT PAPUA

6/2/2010

EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA CANBERRA
 
PRESS RELEASE No.: 18/PR/PEN/V/2010
 
PERTEMUAN PERWAKILAN R.I. DENGAN MASYARAKAT PAPUA.
 
Pada tanggal 26-27 Mei 2010, telah diadakan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) penanganan isu Papua, bertempat di KJRI Melbourne. Hadir dalam Rakortas tersebut, wakil-wakil dari KBRI Canberra, KJRI Melbourne, KJRI Sydney dan KJRI Perth. Rakortas tersebut diselenggarakan agar seluruh perwakilan di Australia dapat memahami isu Papua secara komprehensif sehingga diharapkan dapat mengantisipasi dan melakukan counter secara lebih terpadu dan terkoordinir di media massa maupun di kalangan akademisi, organisasi Australia.
 
Disela-sela penyelengaraan Rakortas, pada tanggal 26 Mei 2010, Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Primo Alui Joelianto juga telah mengadakan pertemuan dengan sesepuh masyarakat Australia dan perwakilan mahasiswa Papua di Melbourne. Dalam pertemuan tersebut dibahas antara lain kondisi masyarakat termasuk mahasiswa Papua di Melbourne. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, pada tanggal 27 Mei 2010, Perwakilan RI telah melakukan outreach berupa pertemuan dengan kelompok masyarakat Papua, di kampus Victoria University, Melbourne. Bertindak sebagai moderator pertemuan adalah Dupito Simamora, Minister-Counselor pada KBRI Canberra.
 
Pertemuan dihadiri oleh 17 orang masyarakat Papua yang terdiri dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, warga Papua yang telah berstatus permanent-resident di Australia, maupun beberapa anggota kelompok 43. Pertemuan dilakukan dalam suasana bersahabat dan beberapa orang masyarakat Papua menyampaikan concern nya mengenai situasi dan kondisi terkini masyarakat khususnya mahasiswa Papua di Australia. Masyarakat Papua juga menyampaikan perhatiannya terhadap pembangunan Papua yang dirasakan belum berjalan sebagaimana diamanatkan dalam otonomi khusus Papua. Pertemuan juga membahas mengenai rencana pembentukan paguyuban masyarakat Papua di Australia, sebagai wadah warga Papua di Australia. Ke depan diharapkan, paguyuban dapat menampung berbagai permasalahan yang dihadapi warga Papua di Australia.
 
Di akhir pertemuan para pihak menyadari dan setuju bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan terakhir dan perlu ditindaklanjuti dengan pertemuan lainnya sebagai media dialog antara perwakilan RI dan masyarakat Papua di Australia dan mencari solusi efektif terhadap permasalahan warga Papua.
 
Canberra 31 Mei 2010