Sensus WNI di ACT dan Sekitarnya

5/16/2011

 

SENSUS WNI

UNTUK WILAYAH AUSTRALIAN CAPITAL TERRITORY (ACT) DAN SEKITARNYA (JERRABOMBERRA, QUEANBEYAN, YASS, GOULBURN &COOMA)

 

 

LATAR BELAKANG

Ø     Salah satu tugas utama Kementerian Luar Negeri RI adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada WNI. Hal ini sejalan dengan amanat Konstitusi sebagaimana dinyatakan pada paragraf keempat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yaitu salah satu tujuan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Selanjutnya dalam Undang-undang nomor 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar negeri secara khusus juga mengatur kewajiban Pemerintah Republik Indonesia untuk melindungi WNI maupun BHI yang menghadapi permasalahan hukum dengan Perwakilan asing di Indonesia serta kewajiban Perwakilan RI di luar negeri untuk memberikan pengayoman, perlindungan dan bantuan hukum kepada WNI dan BHI di luar negeri sesuai dengan hukum nasional, hukum setempat dan kebiasaan internasional. 

 

Ø     Dalam hubungan internasional, hak setiap negara untuk melindungi warga negaranya yang tinggal atau berkunjung sementara di suatu negara juga diatur dalam suatu ketentuan hukum internasional yaitu Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik (Vienna Convention on Diplomatic Relations/ VDCR) dan Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler (Vienna Convention on Consular Relations/ VCCR).

 

Ø     Dalam VCCR, khususnya pasal 36 tentang Komunikasi dan Mengadakan Hubungan dengan Warga negara dari Negara Pengirim, disebutkan bahwa Kedutaan Besar ataupun Konsulat negara pengirim memiliki hak untuk melakukan komunikasi dengan warga negaranya secara timbal balik, khususnya untuk memberikan bantuan dan perlindungan kekonsuleran (akses kekonsuleran) terhadap warga negaranya yang menghadapi masalah hukum/ musibah di negara penerima sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara penerima dan hukum internasional.   

 

Ø     Dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dinyatakan bahwa setiap WNI yang berada di luar negeri baik dalam rangka kunjungan sementara atau menetap di luar negeri wajib melaporkan diri kepada Perwakilan RI terdekat. Sanksi bagi WNI tidak melaporkan diri sesuai Pasal 89 UU nomor 23 tahun 2006 adalah denda administratif maksimal Rp 1.000.000  (satu juta rupiah).

 

Ø     Untuk itu, Perwakilan RI di luar negeri wajib melakukan registrasi bagi WNI yang berada di luar negeri antara lain melalui lapor diri WNI. Dengan adanya lapor diri dan pendataan WNI yang akurat, Perwakilan RI dapat segera merespon dan memberikan bantuan serta perlindungan kekonsuleran yang dibutuhkan oleh WNI, khususnya saat emergensi.

 

Ø     Perwakilan RI untuk selanjutnya secara hukum wajib untuk menjaga dan melindungi kerahasiaan data pribadi WNI. Hal ini diatur dalam Bab I Pasal 1 butir 22 UU nomor 23 tahun 2006 yang menyatakan bahwa data pribadi adalah data seseorang tertentui yang disimpan, dirawat dan dijaga kebenarannya serta dilindungi kerahasiaannya.

 

TUJUAN SENSUS

1.    Guna menjamin Perwakilan RI dapat menjalankan fungsi dan kewajibannya dalam memberikan perlindungan optimal kepada WNI di negara akreditasi, mutlak diperlukan suatu data base WNI di negara tersebut. Perwakilan RI akan menghadapi kesulitan untuk memberikan bantuan dan perlindungan kekonsuleran, utamanya dalam suatu kondisi darurat, tanpa adanya suatu data WNI yang akurat dan updated.

 

2.    Untuk itu, penting segera dilakukan kegiatan sensus WNI, khususnya untuk wilayah Australian Capital Territory (ACT) agar KBRI Canberra memiliki data base WNI yang akurat dan lengkap. 

 

3.    Data base WNI ini juga bermanfaat bagi KBRI untuk melakukan komunikasi aktif dengan masyarakat Indonesia terkait penyebaran berbagai informasi terkini di tanah air maupun acara kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang diadakan oleh KBRI. Melalui data base ini akan dibentuk suatu milis group WNI dengan KBRI.

 

 

LAPOR DIRI

 

 

Ø     Setiap WNI yang berada di luar negeri baik dalam rangka kunjungan sementara atau menetap di luar negeri wajib melaporkan diri kepada Perwakilan RI terdekat (Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan).

 

Ø     Dengan lapor diri WNI ini, Perwakilan RI dapat segera mengetahui keberadaan WNI di wilayahnya sehingga data WNI senantiasa akurat dan ter-update.

 

Ø     Bagi WNI di ACT dan sekitarnya dapat melakukan lapor diri langsung di KBRI Canberra dengan cara: mengisi formulir lapor diri, foto berwarna ukuran paspor   dan membawa paspor RI [untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami pada kontak detail dibawah].

 

 

WAKTU DAN WILAYAH SASARAN SENSUS

Sensus dilakukan untuk seluruh Warga Negara Indonesia yang tinggal di wilayah Australian Capital Territory dan sekitarnya (Queanbeyan, Jerrabombera, Yass, Qooma dan Goulburn) selama periode Mei hingga Juni 2011.

 

BAGAIMANA CARANYA ANDA BERPARTISIPASI DALAM SENSUS WNI DI ACT

 

·      Anda dapat berpartisipasi dalam kegiatan sensus WNI dengan mengisi formulir yang dikirimkan melalui pos ke alamat Anda;

·      Secara online melalui website KBRI Canberra: http:/www.kemlu.go.id/canberra;

·      Secara langsung datang ke Sekretariat Sensus WNI di Kedutaan besar RI di Canberra, alamat: 8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600.

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, KONTAK KAMI DI:

Fungsi Konsuler

Kedutaan Besar RI Canberra

8 Darwin Avenue

Yarralumla

ACT 2600

Tel: (02) 62508661, 62508605, 62508606

Fax: (02) 62736017

E-mail: kbri.visa@gmail.com

 

BANTU KAMI UNTUK MENJALANKAN KEWAJIBAN KAMI MELINDUNGI ANDA MELALUI PARTISIPASI AKTIF ANDA DALAM SENSUS WNI DI ACT!

Formulir Sensus 2011 "Click Here"

Formulir dapat dikirim melalui E-mail diatas