Presiden RI Sampaikan Hasil-Hasil KTT ke-18 ASEAN

5/30/2011

 

Presiden RI Sampaikan Hasil-Hasil KTT ke-18 ASEAN

 

Senin, 09 Mei 2011 

No. 089/PR/V/2011/53

 

Setelah pelaksanaan seluruh rangkaian KTT ke-18 ASEAN, Ketua ASEAN pada 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan beberapa hasil kunci dari pertemuan para pemimpin ASEAN pada kesempatan Jumpa Pers, Minggu malam. Jumpa pers dihadiri oleh Kabinet Indonesia Bersatu julid II dan terbuka untuk seluruh kalangan pers.

 

Beberapa hasil penting dari penyelenggaraan 2 hari KTT di antaranya Konektivitas ASEAN, Ketahanan Pangan dan Energi, Penyelesaian Konflik, Arsitektur Kawasan Asia Timur, people centered ASEAN, kerja sama penanganan bencana alam, kerja sama sub-kawasan, penyelenggaraan East Asia Summit, permohonan Timor Leste menjadi anggota ASEAN dan Permohonan pertukaran Keketuaan antara Myanmar dan Laos.

 

Dalam sesi tanya jawab Presiden Yudhoyono berkesempatan untuk menyampaikan bahwa pemanfaataan Laut Cina Selatan harus dapat mengakomodasi kerja sama ekonomi antar negara-negara di kawasan tersebut, di mana seluruh negara ASEAN telah sepakat untuk diperlukannya suatu pengaturan baku kegiatan di perairan tersebut. Hal ini yang dimaksud dengan pengembangan Code of Conduct on the South China Sea.

 

Mengenai konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa konflik perbatasan antara kedua negara telah lama terjadi, namun sebelum terjadinya kontak senjata dilaksanakan manajemen konflik yang baik melalui kesepakatan bilateral dan penyusunan MoU antara kedua negara. ASEAN selalu mengedepankan solusi damai untuk menghadapi permaslahan kawasan, dan dengan mandat yang diberikan Dewan Keamanan PBB bagi ASEAN untuk menyelesaikan permalahan Thailand-Kamboja menggunakan proses kawasan, Indonesia mengusulkan agar perbedaan pandangan mengenai penyelesaian sengketa ini disepakati melalui Package of Solutions yang terdiri dari pembicaraan bilateral, pengiriman observer dan evaluasi ulang terhadap MoU kedua negara.

 

Presiden menegaskan kembali  pentingnya peran CSO dalam penciptaan Komunitas ASEAN. Hal ini ditunjukkan melalui penyertaan elemen masyarakat dalam sesi formal dan informal penyelenggaraan KTT  ke-18 ASEAN. Dalam pemilihan perwakilan CSO diharapkan terjadinya proses yang demoktaris di mana hal ini sesuai dengan ASEAN Charter yang menjunjung tinggi Keberadaan Hukum dan Hak Asasi Manusia.