Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 
Skip Navigation Links
Beranda
Tentang Perwakilan
Berita dan Agenda
Profil Negara dan Kerjasama
Galeri
Visa dan Konsuler
Arsip

Working Hours for Consular Services : 09.00 – 13.00 (Monday – Friday), for any urgent inquiries please send an e-mail message to kbri.visa@gmail.com      |       

PidatoSiaran PersPublikasiLembar InformasiChildren In Conflict With The LawPalm OilKeketuaan Indonesia untuk ASEAN 2011Sensus Sapi dan Kerbau Menuju Swasembada Daging Sapi dan Kerbau pada 2014Akte Kelahiran Gratis untuk Semua Anak Indonesia

Lembar Informasi

Hatta: RI Tak Bergantung pada Sapi Australia

Rabu, 08 Juni 2011

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia mengancam akan menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia. Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, kebutuhan impor sapi Indonesia tidak hanya bergantung pada Australia.

 

Ada beberapa pilihan negara yang dapat menjadi pemasok sapi selain Australia, sebut saja Selandia Baru dan Brasil. Terlepas dari hal tersebut, Hatta meminta Indonesia bisa mengembangkan peternakan dalam negeri.

 

"Harusnya kita mengembangkan peternakan kita dalam skala yang cukup baik. Misalkan di NTB, NTT, dan Papua. Tiga daerah ini bisa dijadikan lumbung pangan daging kita," katanya.

 

Hatta pun menargetkan dalam kurun waktu sampai 2014, Indonesia bisa memasok kebutuhan di dalam negeri. "Bagaimanapun caranya, pasokan sapi untuk kebutuhan daging harus mencukupi. Lebih-lebih mendekati bulan puasa dan Lebaran," ujarnya. (Yudho Winarto/Kontan)


Bantuan Hukum bagi WNI di Australia


Visa & Consular Services


TENDER WINNER ANNOUNCEMENT


Trade Expo


Buku Pedoman Penempatan di KBRI Canberra


Orangutan Outreach


Education Attache


Sensus WNI di ACT & Sekitarnya


Sensus Sapi dan Kerbau Menuju Swasembada Daging Sapi dan Kerbau pada 2014


IPHRC-OIC


Akte Kelahiran Gratis untuk Semua Anak Indonesia


Palm Oil


Children in Conflict with the Law

running2MEDIA ADVISORY FOR AMM RETREAT
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan