Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 
Skip Navigation Links
Beranda
Tentang Perwakilan
Berita dan Agenda
Profil Negara dan Kerjasama
Galeri
Visa dan Konsuler
Arsip

Working Hours for Consular Services : 09.00 – 13.00 (Monday – Friday), for any urgent inquiries please send an e-mail message to kbri.visa@gmail.com      |       

PidatoSiaran PersPublikasiLembar InformasiChildren In Conflict With The LawPalm OilKeketuaan Indonesia untuk ASEAN 2011Sensus Sapi dan Kerbau Menuju Swasembada Daging Sapi dan Kerbau pada 2014Akte Kelahiran Gratis untuk Semua Anak Indonesia

Lembar Informasi

Presiden RI Sampaikan Hasil-Hasil KTT ke-18 ASEAN

Senin, 30 Mei 2011

Presiden RI Sampaikan Hasil-Hasil KTT ke-18 ASEAN

 

Senin, 09 Mei 2011 

No. 089/PR/V/2011/53

 

Setelah pelaksanaan seluruh rangkaian KTT ke-18 ASEAN, Ketua ASEAN pada 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan beberapa hasil kunci dari pertemuan para pemimpin ASEAN pada kesempatan Jumpa Pers, Minggu malam. Jumpa pers dihadiri oleh Kabinet Indonesia Bersatu julid II dan terbuka untuk seluruh kalangan pers.

 

Beberapa hasil penting dari penyelenggaraan 2 hari KTT di antaranya Konektivitas ASEAN, Ketahanan Pangan dan Energi, Penyelesaian Konflik, Arsitektur Kawasan Asia Timur, people centered ASEAN, kerja sama penanganan bencana alam, kerja sama sub-kawasan, penyelenggaraan East Asia Summit, permohonan Timor Leste menjadi anggota ASEAN dan Permohonan pertukaran Keketuaan antara Myanmar dan Laos.

 

Dalam sesi tanya jawab Presiden Yudhoyono berkesempatan untuk menyampaikan bahwa pemanfaataan Laut Cina Selatan harus dapat mengakomodasi kerja sama ekonomi antar negara-negara di kawasan tersebut, di mana seluruh negara ASEAN telah sepakat untuk diperlukannya suatu pengaturan baku kegiatan di perairan tersebut. Hal ini yang dimaksud dengan pengembangan Code of Conduct on the South China Sea.

 

Mengenai konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa konflik perbatasan antara kedua negara telah lama terjadi, namun sebelum terjadinya kontak senjata dilaksanakan manajemen konflik yang baik melalui kesepakatan bilateral dan penyusunan MoU antara kedua negara. ASEAN selalu mengedepankan solusi damai untuk menghadapi permaslahan kawasan, dan dengan mandat yang diberikan Dewan Keamanan PBB bagi ASEAN untuk menyelesaikan permalahan Thailand-Kamboja menggunakan proses kawasan, Indonesia mengusulkan agar perbedaan pandangan mengenai penyelesaian sengketa ini disepakati melalui Package of Solutions yang terdiri dari pembicaraan bilateral, pengiriman observer dan evaluasi ulang terhadap MoU kedua negara.

 

Presiden menegaskan kembali  pentingnya peran CSO dalam penciptaan Komunitas ASEAN. Hal ini ditunjukkan melalui penyertaan elemen masyarakat dalam sesi formal dan informal penyelenggaraan KTT  ke-18 ASEAN. Dalam pemilihan perwakilan CSO diharapkan terjadinya proses yang demoktaris di mana hal ini sesuai dengan ASEAN Charter yang menjunjung tinggi Keberadaan Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Bantuan Hukum bagi WNI di Australia


Visa & Consular Services


TENDER WINNER ANNOUNCEMENT


Trade Expo


Buku Pedoman Penempatan di KBRI Canberra


Orangutan Outreach


Education Attache


Sensus WNI di ACT & Sekitarnya


Sensus Sapi dan Kerbau Menuju Swasembada Daging Sapi dan Kerbau pada 2014


IPHRC-OIC


Akte Kelahiran Gratis untuk Semua Anak Indonesia


Palm Oil


Children in Conflict with the Law

running2MEDIA ADVISORY FOR AMM RETREAT
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan