Untitled Document
Sejarah Singkat
Hubungan antara Pemerintah Mesir dan Pemerintah Indonesia dimulai tanggal 19 April 1947 dengan kedatangan delegasi Indonesia di bawah pimpinan Menteri Luar Negeri, H. Agus Salim yang beranggotakan Mayjen Abdul Kadir, Mr. Nazir Datuk Pamuntjak, HM. Rasyidi dan Abdurrahman Baswedan.
Kunjungan delegasi tersebut ke Mesir bertujuan mendapatkan simpati dan dukungan Mesir terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia, disamping dalam rangka mendapatkan bantuan negara-negara Arab lainnya.
Delegasi tersebut berada di Mesir selama empat bulan, sebagai tamu Organisasi Liga Arab. Tanggal 10 Juni 1947, H. Agus salim dan Perdana Menteri Mesir Mr. Fahmy El Nouikrasyi menandatangani perjanjian persahabatan Indonesia-Mesir. Dengan demikian hubungan resmi (pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Mesir) dimulai pada tanggal 10 Juni 1947, setelah ditandatangani Treaty of Friendship.
Pada tanggal 10 Agustus 1947 pemerintah Indonesia menyetujui pembukaan kantor perwakilan bernama Kantor Delegasi Indonesia dengan H.M. Rasyidi sebagai Charge d'Affaires dan Mr.Nazir Datuk Pamuntjak sebagai Counsellor serta para Sekretaris yang terdiri dari M. Zein Hasan dan Mansour Abdul Makarim. Pada akhir tahun 1948 kantor tersebut ditingkatkan menjadi Kantor Perwakilan Indonesia untuk Timur Tengah yang akhirnya pada tanggal 25 Pebruari 1950 ditingkatkan menjadi Kedutaan Republik Indonesia (KRI) dengan HM. Rasyidi sebagai Duta Besar pertama untuk Mesir dan Saudi Arabia. Selanjutnya pada Maret 1953 KRI ditingkatkan menjadi KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).
Bulan April 1952, Mayjen Abdul Kadir ditunjuk sebagai Duta Besar kedua dan tanggal 11 Nopember 1952 KBRI mencakup negara akreditasi Syria, Yordania dan Libanon. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Luar Negeri tanggal 17 Oktober 1987 ditetapkan bahwa KBRI Cairo merangkap Sudan, Somalia dan Djibouti.
Selama lebih 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mesir telah tercatat 18 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LB&BP) yang mewakili Pemerintah Indonesia di Mesir, yaitu:
- HM. Rasyidi
(Februari 1950-April 1952) untuk Mesir dan Saudi Arabia.
- Mayjen. Abdul Kadir
(April 1952-Juni 1955) untuk Mesir, Syria, Yordania dan Libanon.
- Tamzil Sutan Narajau
(Juli 1955-Februari 1956) untuk Mesir, Syria, Yordania dan Libanon.
- Mahmod L. Latjuba
(Agustus 1956-Februari 1959) untuk Mesir.
5. R.H. Sanoesi Hardjadinata
(April 1960-September 1964) untuk Mesir, Libanon dan Sudan.
- Brigjen. Mas Isman
(September 1964-Desember 1966) untuk Mesir, Libanon dan Sudan.
- Letjen. Ahmad Yunus Mokoginta
(Maret 1967-Desember 1970) untuk Mesir, Libanon , Sudan dan Maroko.
- Drs. Mohamad Syarief Padmadisastra
(Agustus 1971-Maret 1975) untuk Mesir, Libanon, Sudan dan Maroko.
- Dr. Fuad Hasan
(Mei 1976-Mei 1980)untuk Mesir, Sudan, Somalia dan Djibouti.
- H. Ferdy Salim
(Agustus 1980-September 1982) untuk Mesir, Sudan, Somalia dan Djibouti.
- Mayjen. Barkah Tirtadidjaja
(Januari 1983-Maret 1986) untuk Mesir, Sudan, Somalia dan Djibouti.
- R. Ahmad Djumiril
(Juli 1986-Januari 1990) untuk Mesir, Sudan, Somalia dan Djibouti.
- Abdoerachman Djajaprawira
(Juli 1990-September 1993) untuk Mesir, Sudan, Somalia dan Djibouti.
- Dr. Boer Mauna
(Februari 1994-Agustus 1997) untuk Mesir, Somalia dan Djibouti.
- Dr. N. Hassan Wirajuda
(Oktober 1997-Desember 1998) untuk Mesir dan Djibouti.
- Dr. M. Quraish Shihab, MA
(Maret 1999-Juli 2002) untuk Mesir dan Djibouti.
- Prof. Dr. H. Bachtiar Aly, MA
(Nopember 2002-Nopember 2005) untuk Mesir, Djibouti dan Somalia.
- Drs. A.M. Fachir
(Oktober 2007-Juni 2011) untuk Mesir.
- Drs. Nurfaizi Suwandi, MM (Januari 2012- Sekarang) untuk Mesir.Organisasi KBRI Cairo
Struktur organisasi KBRI Cairo terdiri dari Kepala Perwakilan, Wakil Kepala Perwakilan, Fungsi Politik, Fungsi Ekonomi, Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Fungsi Protokol dan Konsuler, Atase Pertahanan, Atase Perdagangan, Atase Pendidikan Nasional, Unit Komunikasi, Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan, dan Sekolah Indonesia Cairo (SIC).