Suasana Haru Liputi Upacara Peringatan HUT ke-64 RI di Argentina

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Upacara yang berlangsung khidmad disertai dengan aubade lagu-lagu perjuangan membuat masyarakat Indonesia di Argentina diliputi oleh suasana haru. Peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang dilakukan tepat pada pukul 10.00 waktu setempat dan pembacaan teks proklamasi, kembali menyentuh rasa kebangsaan dan kecintaan mereka, yang telah tinggal bertahun-tahun di Argentina, terhadap tanah air.

Dalam upacara 17 Agustus 2009 ini, hadir kurang lebih seratus anggota masyarakat dari berbagai kalangan antara lain para misionaris Indonesia, para pelaut, pelajar serta keluarga besar KBRI Buenos Aires. Pada sambutannya, Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Paraguay dan Uruguay menyampaikan refleksi dan makna kemerdekaan RI serta peranan Indonesia dalam dunia internasional yang semakin diakui dewasa ini. Selain itu, Dubes RI juga menyampaikan penghargaan atas peran serta masyarakat dalam mempromosikan Indonesia kepada masyarakat di negara akreditasi.

Pada kesempatan ini, Duta Besar RI juga memberikan piagam penghargaan kepada 2 orang warga negara Indonesia dan 3 orang warga negara Argentina yang telah berjasa dalam pengembangan hubungan antara Indonesia dan Argentina sesuai bidang kerjanya masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pastor/Padre Amans Laka, SVD dan Pastor/Padre Miguel Keins, SVD, yang merupakan dua dari sekitar 30 orang misionaris Indonesia yang bertugas di Argentina.

Padre Amans Laka merupakan tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat dan pemerintah di Puerto Esperanza, Provinsi Missiones, Argentina. Selama bertahun-tahun beliau mengabdikan dirinya antara lain dengan membangun sebuah sekolah dalam bidang pertanian. Sedangkan Padre Miguel Keins, dalam peranannya sehari-hari telah juga membantu memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat di provinsi Entre Rios bekerja sama dengan KBRI Buenos Aires.

Dari masyarakat Argentina terpilih tiga orang penerima penghargaan yaitu Daniela Azar, Maria Teresa Otero dan Javier Moreira. Daniela Azar, pengajar tari pada jurusan seni tari oriental di La Escuela Provincial de danzas “Nigelia Soria”, Rosario, Provinsi Santa Fe, merupakan mantan peserta darmasiswa yaitu program beasiswa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan kesempatan kepada peserta asing untuk belajar seni dan budaya Indonesia selama satu tahun. Sejak itu aktif mengajarkan tari-tari tradisional Indonesia di Provinsi Santa Fe. Daniela juga aktif berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan promosi Indonesia yang dilakukan oleh KBRI Buenos Aires. Banyak di antara murid-murid Daniela yang kemudian mempelajari tari-tarian Indonesia di KBRI.

Dalam bidang hubungan kemasyarakatan, penghargaan diberikan kepada Maria Teresa Otero yang kerap kali mempromosikan Indonesia kepada berbagai kalangan baik dalam bidang pariwisata maupun perdagangan di berbagai provinsi maupun universitas. Maria Teresa telah menjadi friend of Indonesia selama bertahun-tahun. Sedangkan Javier Moreira merupakan figur yang mewakili kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Argentina. Javier, melalui perusahaannya Nusa Dua S.A., merupakan importir yang mengkhususkan diri bagi produk-produk mebel dan kerajinan Indonesia. Selama lebih dari lima belas tahun Javier, yang fasih berbahasa Indonesia ini, berhubungan langsung dengan pengrajin di pelosok Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali dan rata-rata dalam satu tahun mengimpor kurang lebih 65 kontainer.

Selain pemberian penghargaan, pada acara peringatan HUT ke-64 RI ini juga diisi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba/pertandingan olahraga yang diadakan yang telah diadakan sejak bulan Juli 2009, yaitu tenis meja, bowling, badminton, golf dan domino. Selain itu, kegiatan ini dimeriahkan pula dengan sejumlah permainan ketangkasan dan kecerdasan untuk anak-anak dan dewasa. Sedangkan acara hiburan diisi lagu-lagu Indonesia dan tarian-tarian dengan partisipasi masyarakat Indonesia maupun masyarakat Argentina. Warga negara Argentina yang hadir menyatakan kegembiraannya dan merasakan suasana kekeluargaan dan keakraban yang berbeda dari yang mereka miliki.

Melengkapi acara ini, dilakukan pula tradisi pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada wakil masyarakat Indonesia dan Argentina, keluarga KBRI serta anak Indonesia.