Paraguay Akan Membuka Kedubes di Jakarta

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pembukaan Kedutaan Besar Paraguay di Jakarta adalah merupakan salah satu topik bahasan pokok pada pembicaraan bilateral yang dilakukan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Departemen Luar Negeri RI Duta Besar Retno L.P. Marsudi beserta Duta Besar LBBP RI untuk Paraguay berkedudukan di Buenos Aires, Argentina, Sunten Z. Manurung dengan mitranya Wakil Menteri Luar Negeri Paraguay Urusan Hubungan Luar Negeri, Jorge Lara Castro dan Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Hubungan Ekonomi dan Integrasi, Francisco Oscar Rodriguez Campuzano di Asunción, Paraguay tanggal 3 Juli 2009. Keinginan ini sebelumnya telah pernah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Paraguay, Hector Ricardo dalam pertemuan dengan Duta Besar Sunten Z. Manurung di Buenos Aires tanggal 15 Mei 2009.

Sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa bahwa Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana pembukaan perwakilan Paraguay pada tingkat Kedutaan Besar di Jakarta, yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerjasama bilateral kedua negara. Pembukaan Kedutaan Besar Paraguay di Jakarta diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2010. Selain itu, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa juga menyambut baik rencana kunjungan Presiden Paraguay pada tahun 2009 yang merupakan pertama kalinya ke Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1958 Presiden RI Soekarno telah berkunjung ke Paraguay. Hal lain yang juga menjadi pokok pembahasan adalah mengenai persetujuan kerjasama di bidang ekonomi dan teknik yang perundingannya saat ini telah memasuki tahap akhir.

Pembicaraan bilateral ini adalah merupakan salah satu kegiatan pokok dari kunjungan yang dilakukan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa ke Asuncion, Paraguay. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa juga dijadualkan membuka Paviliun Indonesia pada International Expo of Livestock, Industry, Trade and Service yang akan berlangsung di Asunción pada tanggal 4 s.d 19 Juli 2009. Keikutsertaan Indonesia pada Expo ini adalah untuk kedua kalinya setelah pada tahun 2007 Paviliun Indonesia mendapatkan penghargaan utama. Partisipasi Indonesia pada Expo di Asuncion adalah merupakan upaya nyata untuk memasarkan lebih lanjut produk-produk Indonesia di pasar Paraguay dan negara-negara di sekitarnya.

Perdagangan kedua negara menunjukkan kecenderungan peningkatan yang signifikan pada tahun 2008 sebesar 87,64% menjadi US$ 13,041 juta dibanding tahun 2007 dengan nilai US$ 6, 950 juta. Barang ekspor utama Indonesia ke Paraguay, antara lain tobacco and processed tobacco (26.9%); machine devices and electrical material (24.5%); synthetic or artificial filaments (11.8%), plastic materials (7.6%) dan lainnya 29,2%. Sementara itu, komoditi utama yang diimpor Indonesia dari Paraguay adalah kapas.

Di bidang pendidikan, Indonesia telah menawarkan beasiswa Dharmasiswa kepada pelajar Paraguay. Indonesia juga menawarkan diplomat Paraguay untuk berpartisipasi dalam pelatihan diplomat tingkat madya, sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani tahun 2007.