Masa Depan Cerah Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Paraguay

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Selama beberapa tahun terakhir ini volume perdagangan Indonesia-Paraguay menunjukkan peningkatan yang pesat. Pada tahun 2007, volume perdagangan kedua negara meningkat 55,7% dari tahun sebelumnya. Melihat kenyataan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Paraguay menilai sudah waktunya potensi besar hubungan ekonomi ini dikembangkan lebih luas, termasuk di antaranya dengan kerjasama investasi. Pada tanggal 17 Juli 2009, KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Paraguay, BKPM dan Departemen Perindustrian RI menyelenggarakan Seminar dengan tema “Desafio y Oportunidades Comerciales y de Inversion entre Indonesia y el Paraguay” (Tantangan dan Kesempatan Kerjasama Perdagangan dan Investasi antara Indonesia dan Paraguay).

Seminar yang merupakan bagian dari rangkaian Promosi Terpadu Indonesia tahun 2009, awalnya merupakan usulan dari Menteri Luar Negeri Paraguay, H.E. Don Héctor Ricardo Lacognata Zaragoza, yang disampaikan kepada Dubes RI dalam pertemuan konsultasi di Buenos Aires pada tanggal 19 Mei 2009.

Seminar yang dihadiri oleh kalangan bisnis, pejabat tinggi kementerian luar negeri dan kementerian perindustrian Paraguay ini dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri bidang hubungan ekonomi dan integrasi, Don Francisco Oscar Rodríguez Campuzano. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa terjadi perubahan dalam kebijakan ekonomi Paraguay yang sebelumnya sangat dititikberatkan pada forum kerjasama ekonomi regional Mercado del Sur (Mercosur). Paraguay kini juga mencoba mengikuti perkembangan ekonomi internasional antara lain dengan meningkatkan investasi asing langsung ke Paraguay, program-program kerjasama teknik, dan lebih aktif dalam berbagai forum Internasional khususnya dengan kawasan Asia.

Mr. Campuzano, yang turut hadir dalam pertemuan Cairns Group di Bali, 7-9 Juni 2009 menyebutkan bahwa Indonesia dengan penduduk lebih dari 200 juta merupakan pasar potensial bagi produk pertanian yang merupakan produk andalan Paraguay. Oleh karena itu pemerintah Paraguay akan selalu membuka kesempatan kerjasama dengan Indonesia untuk meningkatkan pasar komoditas pertanian tersebut.

Selain itu, disampaikan pula bahwa Paraguay memandang Indonesia memiliki posisi penting di Asia, sehingga pemerintah saat ini sedang menjajaki pembukaan kedutaannya di Indonesia. Dipilihnya Indonesia untuk kedutaan Paraguay di wilayah Asia Tenggara juga merupakan refleksi peningkatan kepentingan Paraguay terhadap Indonesia. Pemerintah Paraguay juga mengharapkan hubungan kedua negara yang didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan, mutual benefit dan penghormatan dapat lebih ditingkatkan di masa mendatang antara lain dengan penandatangan perjanjian kerja sama teknik yang perundingannya telah memasuki tahap akhir.

Hadir sebagai pembicara pada seminar ini adalah Duta Besar RI Buenos Aires, Sunten Z. Manurung; Wakil Presiden Camara de Comercio Paraguay-Indonesia, Sergio Sanchez Hausmann, dan Direktur Fasilitasi Promosi Daerah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Erwin P. Siregar.

Duta Besar RI memaparkan mengenai stabilitas politik dan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dimana ditengah-tengah krisis ekonomi yang melanda dunia, Indonesia masih tetap menikmati pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4% pada kuartal pertama tahun 2009. Stabilitas ekonomi Indonesia tersebut mendorong peningkatan peranan Indonesia dalam berbagai forum internasional antara lain G-20 dan G8 plus. Selain itu, disampaikan pula peningkatan yang signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara baik dalam bidang politik maupun perdagangan terutama dalam tiga tahun terakhir, serta potensi-potensi kerja sama di masa mendatang.

Wakil Presiden Camara de Comercio Paraguay-Indonesia, Sergio Sanchez Hausmann sebagai wakil dari pihak swasta, menyampaikan pengalamannya dalam berbisnis dengan Indonesia dan menggarisbawahi peluang-peluang kerja sama yang dapat dimanfaatkan oleh kedua pihak. Disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang maju dalam sektor industri antara lain otomotif, elektronik dan produk-produk kimia. Produk-produk tersebut sangat dibutuhkan oleh Paraguay yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian. Sebaliknya, produk-produk utama Paraguay yaitu, kacang kedelai dan daging merupakan komoditas yang diperlukan oleh Indonesia sehingga terbuka peluang yang sangat besar bagi peningkatan perdagangan kedua negara.

Sementara itu, Direktur Fasilitas Promosi Regional, BKPM, Erwin P. Siregar mempresentasikan peluang-peluang investasi di Indonesia yang masih terbuka luas antara lain untuk sektor perkebunan dan pertambangan. Disampaikan pula perubahan mindset yang tercermin dalam undang-undang investasi No. 25 tahun 2007, antara lain menjamin perlakuan yang sama bagi para investor, memberikan jaminan hukum termasuk penyelesaian sengketa serta pelayanan satu atap bagi calon investor.

Pelaksanaan seminar ini diharapkan dapat semakin membuka mata pengusaha Paraguay mengenai potensi kerjasama investasi dan dagang dengan Indonesia, sehingga di masa mendatang potensi ini dapat dimanfaatkan maksimal bagi kepentingan kedua negara. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah bobot Promosi Indonesia Tahun 2009 yang telah dilakukan melalui pameran, dan diharapkan berkontribusi positif bagi peningkatan citra Indonesia baik dalam bidang ekonomi, perdagangan, sosial budaya dan pariwisata.

Asuncion, Paraguay 18 Juli 2009.

KBRI Buenos Aires