Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Escuela Republica de Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tepat di hari itu 64 tahun yang silam bangsa Indonesia menyatakan  kemerdekaannya. Namun, hari ini juga merupakan hari yang bersejarah di Argentina karena merupakan hari meninggalnya Jendral San Martin, seorang pahlawan yang sangat dihormati di Argentina.

Kedua hari yang bersejarah ini diperingati secara bersamaan murid-murid dan para guru “Escuela Republica de Indonesia” di Ciudad de Evita, Argentina. Hari itu tepatnya Rabu, 19 Agustus 2009, dua hari setelah peringatan Detik–Detik Proklamasi, kembali berkumandang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang begitu gagah dan anggun yang dinyanyikan oleh para siswa Escuela Primaria No. 141 dan Escuela Secundaria No. 171   Rasa kebangsaan kembali bangkit, bergelora, bangga sekaligus haru melihat mereka yang ternyata juga bisa menyanyikan lagu yang menjadi simbol kebanggaan Bangsa Indonesia itu.

Dalam peringatan ini para siswa menampilkan opera sederhana mengenai kisah perjalanan Sang Pahlawan Jendral San Martin. Selain itu, murid-murid juga menceritakan berbagai hal tentang Indonesia melalui barang-barang yang mencitrakan Indonesia seperti peta kepulauan Indonesia, perahu pinisi, lambang negara Garuda, Batik dan miniatur rumah adat. Di tembok sekolah terpampang pula hasil karya para siswa yang mencerminkan pengetahuan dan kecintaan mereka terhadap Indonesia termasuk pula surat-surat mereka yang ditujukan kepada murid-murid sekolah Argentina di Jakarta.

Di akhir acara, pihak Escuela Republica de Indonesia menyerahkan cenderamata berupa sebuah foto Jendral San Martin kepada Perwakilan Republik Indonesia yang diwakili oleh Pelaksana Fungsi Politik KBRI Buenos Aires.

Escuela Republica de Indonesia merupakan resmi didirikan pada 4 Mei 1960 setelah kunjungan Presiden Soekarno ke Argentina. Nuansa Indonesia pada sekolah ini antara lain tercermin dari kefasihan para siswanya menyanyikan lagu Indonesia Raya, pengetahuan mereka mengenai benda-benda budaya dan Indonesia secara umum serta pelatihan alat musik angklung. Beberapa waktu yang lalu, Duta Besar RI juga menyampaikan bantuan seperangkat peralatan Badminton untuk memperkenalkan olah raga ini kepada para siswa. Untuk melengkapi muatan ke-Indonesia-an para siswa, direncanakan akan dilakukan pengajaran bahasa Indonesia yang juga merupakan bagian dari program diseminasi bahasa melalui kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional RI.