Indonesia berpartisipasi Dalam XXVIII International Expo of Livestock, Industry, Trade and Service, Asuncion 4-19 Juli 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia berpartisipasi dalam XXVIII International Expo of Livestock, Industry, Trade and Service yang diselenggarakan di Asuncion, Paraguay, tanggal 4-19 Juli 2009. Expo yang menempati area sebesar 3.600m2 ini merupakan expo terbesar yang diselenggarakan di Paraguay.

Partisipasi Indonesia pada tahun ini merupakan keikutsertaan yang kedua kali. Pada tahun 2007 Paviliun Indonesia berhasil meraih penghargaan terbaik peserta internasional.

Pembukaan Paviliun Indonesia dilakukan pada tanggal 4 Juli 2009 oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Duta Besar Retno L.P. Marsudi, didampingi oleh Duta Besar RI untuk Paraguay, Sunten Z. Manurung dan Wakil Menlu Paraguay Urusan Kerjasama Ekonomi dan Integrasi, Oscar Rodriguez Campuzano. Hadirin pada acara pembukaan pameran kurang lebih 100 undangan.

Paviliun Indonesia yang menempati area sebesar kurang lebih 200m2, antara lain memamerkan berbagai perhiasan, antara lain perak, mutiara dan batu permata lainnya, kerajinan kayu, furnitur dan produk pakaian jadi.

Expo Paraguay ini diikuti oleh 1.150 peserta, di antaranya partisipasi dari negara-negara Korea, Indonesia, Venezuela, Brasil, Bolivia, dan Spanyol. Pada tahun lalu expo ini dihadiri oleh 797.000 pengunjung.

Dalam pengantar pembukaan Paviliun Indonesia, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa antara lain menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di expo ini merupakan salah satu upaya untuk menggarap pasar alternatif bagi produk ekspor Indonesia di kawasan Amerika Latin dan Karibia, termasuk Paraguay. Selain itu, juga untuk mendekatkan masyarakat kedua bangsa melalui pertunjukan tari dan promosi pariwisata. Hal yang sama juga disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Paraguay, Sunten Z. Manurung.

Sesuai dengan data BPS, angka perdagangan kedua negara terus menunjukkan kecenderungan kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2008, perdagangan mengalami peningkatan sebesar 87.64% yaitu dari US$ 6,950 juta (2007) menjadi US$ 13, 041 juta dengan surplus bagi Indonesia sekitar US$ 10 juta (2008). Pada triwulan pertama (Januari-Maret) 2009, angka perdagangan mengalami peningkatan 500% dibanding periode yang sama tahun 2008 yaitu dari US$ 2,6 juta menjadi US$ 14,106 juta.
 
Asuncion, 4 Juli 2009