Pekerja Indonesia Kehilangan Penglihatan di Argentina

12/31/2014

 

?

Seorang warga Indonesia kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan saat bekerja dikapal ikan milik perusahaan Korea Selatan (PT Hansung) di perairan Argentina.
Jamaluddin (36) yang bekerja sejak Agustus 2004 di kapal ikan Korea Selatan (PT Hansung) mengalami kecelakaan kerja ketika secara tiba-tiba tali jangkar parasit putus dan mengenai kedua matanya pada tanggal 8 Juni 2011, sehingga dirinya kehilangan penglihatan 80% dan hanya memiliki kemampuan penglihatan sekitar 20% dari kondisi normal.  Pihak rumah sakit yang ditunjuk pengadilan dan melakukan pemeriksaan medis lanjutan menyayangkan lambannya respon perusahaan yang tidak segera membawa Jamaluddin ke rumah sakit.  Menurut Jamaluddin, kedua matanya hampir-hampir tidak dapat melihat lagi dan sekarang dirinya menggunakan lensa yang ditanam didalam kedua bola matanya untuk membantu melihat meski tetap tidak dapat berfungsi dengan sempurna selayaknya orang normal. Matanya menjadi sangat sensitif dan langsung terasa sakit ketika terkena sinar cahaya.  Hal ini mengakibatkan tidak banyak yang bisa dia lakukan, dan pekerjaan yang bisa dilakukannya sangat terbatas.
Setelah mengetahui kasus yang menimpa Jamaluddin tersebut, Duta Besar Indonesia yang baru saja tiba di Argentina bulan Desember 2014 langsung mengadakan pertemuan dengan pengacara yang ditunjuk oleh Jamaluddin yakni Gabriel Fraga dan Roxana Sanchez untuk mengetahui perkembangan kasusnya. Pada tanggal 23 Desember 2014, kedua pengacara dimaksud menjelaskan kepada KBRI Buenos Aires bahwa kasusnya sudah sampai di pengadilan dan tinggal menunggu hasil kesepakatan antara pengacara Jamaluddin dan pengacara dari perusahaan Korsel tersebut. 
Lebih jauh, keduanya menjelaskan bahwa beberapa tuntutan Jamaluddin sudah dipenuhi oleh perusahaan seperti biaya pengobatan dan sebagian kekurangan gaji yang semestinya dibayarkan karena gaji yang diterima masih dibawah upah minimum Argentina. Sayangnya, ganti rugi untuk kecelakaan yang dialami belum dipenuhi oleh perusahaan dan masih ditangani oleh pengadilan Buenos Aires.  Jamaluddin yang kini dalam perlindungan KBRI Buenos Aires sejak bulan Oktober 2012, sangat berharap akan mendapatkan ganti rugi yang layak karena sudah tidak bisa bekerja lagi dengan normal dengan kondisi yang ada.
Dubes RI menyampaikan kepada pihak pengacara bahwa saat ini perlindungan warga negara Indonesia merupakan prioritas Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan kasus ini dapat segera dituntaskan.  Menanggapi hal tersebut, kedua pengacara berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mengurangi penderitaan Jamaluddin.