KBRI Sigap Lakukan Langkah-langkah Penanganan atas WNI Korban Kecelakaan Kerja di Argentina

6/12/2015

 

?            KBRI terus mendesak agen maritim di Argentina dan perusahaan PJTKI di Indonesia agar bertanggung jawab atas penanganan jenazah WNI korban kecelakaan kerja dan memberikan hak-hak korban secara penuh.

 
Seorang WNI a.n. Sobirin dikabarkan meninggal di atas kapal tempatnya bekerja berdasarkan laporan dari agen maritim Argentina tanggal 9 Juni 2015.  Alamarhum Sobirin mengalami kecelakaan kerja pada saat kapal penangkap cumi berbendera Argentina, Tae Baek 606 bersandar di pelabuhan kota Mar del Plata, Argentina.  Mendapatkan laporan tersebut, KBRI langsung mengumpulkan informasi dan data-data yang diperlukan, dan segera berkoordinasi dengan pihak agen maritim yang menangani dan perusahaan di Indonesia.  Selain itu, KBRI juga masih terus berupaya menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan berita duka ini secara langsung.  Sementara itu, pihak perusahaan d.h.i PT. Indah Megah Sari juga telah meluncur ke kediaman keluarga korban di Cirebon atas desakan KBRI.
 
Setiap peristiwa yang menimpa WNI selalu mendapat atensi yang cukup besar dari Duta Besar RI untuk Argentina, Jonny Sinaga.  Duta Besar RI, Jonny Sinaga berharap keluarga bisa sabar dan tabah, dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan jenazah dan pemenuhan hak-hak yang bersangkutan dari perusahaan dan agen maritim kepada KBRI.
 
Jumlah WNI Indonesia yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Argentina cukup besar.  Meski aturan dan kebijakan hukum yang berlaku di Argentina dianggap cukup baik dan memberikan perlindungan kepada pekerja asing, KBRI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri d.h.i Direktorat Perlindungan WNI dan BHI tetap berupaya memastikan pelayanan dan perlindungan yang maksimal kepada setiap WNI yang ada di wilayah akreditasi KBRI Buenos Aires.