Pekan Produk Kreatif

6/24/2009

 
INDUSTRI KREATIF DI ARGENTINA : POTENSI DAN PELUANG
BAGI INDONESIA

Presentasi dalam Rangka
Pekan Produk Kreatif Indonesia
Jakarta, 24-28 Juni 2009

Disampaikan oleh

Sunten Z. Manurung
Duta Besar RI untuk Republik Argentina, Republik Paraguay
 dan Republik Oriental  Uruguay
 
INDUSTRI KREATIF DI ARGENTINA : POTENSI DAN PELUANG
BAGI INDONESIA

Presentasi dalam Rangka Pekan Produk  Kreatif  Indonesia
Jakarta, 24-28 Juni 2009
 
I. Pendahuluan

Argentina merupakan negara terbesar kedua di Amerika Latin setelah Brazil, baik dari segi luas wilayah maupun kekuatan ekonominya. Dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta jiwa, luas wilayah 2,8 juta km2  (nomor 8 terbesar di dunia), Argentina dianugerahi dengan sumber daya alam yang tinggi terutama untuk sektor pertanian dan migas. Dengan lahan yang subur Argentina merupakan penghasil kacang kedelai ketiga terbesar di dunia, produsen jagung kelima terbesar di dunia dan peringkat tujuh dunia untuk gandum.

Setelah mengalami krisis ekonomi yang cukup akut pada tahun 2001-2002, Argentina berhasil bangkit   dengan mencatat pertumbuhan rata-rata 8,8% periode tahun 2003-2007.  Pertumbuhan ekonomi Argentina tahun 2008 menurun menjadi 7,1% yang diakibatkan oleh krisis ekonomi dunia pada kwartal terakhir tahun 2008. Dalam kuartal pertama tahun 2009 ekonomi Argentina  mengalami pertumbuhan 2,3% dan menurut Bank Sentral Argentina pertumbuhan ekonomi sampai dengan akhir tahun diperkirakan sebesar 4%.

Kebangkitan perekonomian Argentina yang cukup cepat, selain didukung oleh stabilisasi politik yang membaik, juga oleh sumber daya alam Argentina yang cukup tinggi  untuk menopang kehidupan rakyatnya. Di samping itu, Argentina juga memiliki sumber daya manusia terampil yang didukung oleh standar  pendidikan yang relatif lebih baik dari kebanyakan negara Amerika Latin.

Keunggulan di bidang sumber daya manusia ini menjadikan Argentina tidak hanya berpotensi besar dalam produk alam tetapi juga produk manufaktur, jasa dan produk berteknologi tinggi. Salah  satu sektor industri yang tumbuh pesat di Argentina adalah industri kreatif dengan kecepatan pertumbuhan melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional Argentina.  Dengan tenaga kerjanya yang terampil, berpendidikan tinggi dan mempunyai basis budaya dan seni yang kuat yang menekankan kreativitas dan inovasi, Argentina menjadi salah satu negara terkuat di Amerika Latin dalam industri kreatif.

Dalam pemaparan berikut ini, akan dijelaskan perkembangan industri kreatif Argentina, pelajaran apa yang dapat diambil oleh Indonesia dari Argentina untuk mengembangkan industri kreatif serta peluang untuk industri kreatif Indonesia menjalin kerjasama serta memasarkan produk ke Argentina.
 
II. Perkembangan Industri Kreatif Argentina

Industri kreatif Argentina berkembang sejak awal kemerdekaan mereka pada tahun 1810, khususnya industri penerbitan. Industri perfilman telah dimulai sejak tahun 1897  dan menjadi salah satu industri perfilman paling aktif di dunia pada tahun 1930-an dan 1940-an. Sedangkan industri musik rekaman di Argentina telah berhasil memunculkan satu genre musik baru yang disebut Rock Nacional yang muncul sejak tahun 1960-an, memperkaya musik tradisional dan modern yang ada di Argentina.

Perkembangan industri kreatif di Argentina cukup pesat karena mendapat dukungan yang kuat dari pemerintahnya. Pemerintah Argentina secara aktif menyediakan fasilitas fisik dan non-fisik serta peraturan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan industri kreatif Argentina tetapi juga mendorong peningkatan kualitasnya untuk dapat bersaing di tingkat internasional.

Di Argentina, industri kreatif menyumbang lebih dari 3% GDP, di atas rata-rata negara Amerika Latin lainnya. Sebagian besar dari industri kreatif di Argentina berada di ibukota, Buenos Aires, dimana sektor industri kreatif ini menyumbang  7,5% dari GDP dan 8% dari tenaga kerja. Pertumbuhan sektor ini secara nasional rata-rata mencapai  14,5% per tahun antara tahun 2002 - 2007 dan menyumbang 2%  dari total tenaga kerja atau  lebih dari 100.000 orang.

Sejak pertengahan 1990-an Argentina telah mengalami boom dalam ekspor produk kreatif. Pada tahun 2007, nilai ekspor mereka mencapai 500 juta dollar AS atau dua kali lipat dari nilai ekspor di tahun 2002. Nilai ekspor khusus industri kreatif yang berkaitan dengan jasa kreatif, pada tahun 2002 mewakili 10,7% dari total industri jasa Argentina dan 1,3% dari total ekspor Argentina.

Berikut ini akan dipaparkan beberapa industri kreatif yang memberikan sumbangan devisa cukup besar bagi Argentina dan kebijakan pemerintah Argentina yang  mendukung perkembangannya.

a. Industri Audiovisual

Di antara semua jenis industri kreatif di Argentina, yang paling menonjol  adalah industri audiovisual dan jasa yang berkaitan dengannya sebagai ekspor kreatif  senilai 214 juta dollar AS. Pada tahun 2007, sebanyak 80 film nasional dilepas di pasaran dan menyumbang 10% dari box office di pasar domestik (senilai 90 juta dollar AS dari 32 juta tiket yang terjual). Secara kualitas, keunggulan produk audiovisual Argentina ini terlihat dari keberhasilan mereka memenangkan penghargaan internasional untuk produksi film cerita dan dokumenter.

Dalam industri perfilman, yang paling menonjol perkembangannya adalah kategori produksi dan pasca-produksi. Dua Festival Film Internasional, yaitu Mar del Plata Internacional Film Festival dan Buenos Aires Internacional Independent Film Festival (BAFICI) merupakan ajang utama bagi para sineas Argentina menunjukkan karyanya, mencari sponsor dan investor, serta menarik perhatian audiens dan pemain industri perfilman dunia.

Daya tarik Argentina bagi industri perfilman dunia terlihat dari fakta bahwa setiap tahunnya 15  film asing  yang diproduksi dan co-produksi di Argentina serta 400 film iklan dan 600 film TV yang diproduksi di Argentina untuk pasar luar negeri. Daya tarik Argentina ini antara lain disebabkan oleh  kualitas SDM perfilman yang cukup baik yang didukung oleh infrastruktur teknologi kelas dunia. Selain itu, biaya produksi lokal terhitung cukup kompetitif dibandingkan  standar internasional. Sebagai informasi, upah mingguan asisten sutradara adalah berkisar 830 dollar AS, penata fotografi atau penata seni 930 dollar AS.

Keberadaan industri audiovisual di Argentina mendapat dukungan yang kuat dari Pemerintah, salah satunya melalui lembaga INCAA (Instituto Nacional de Cine y Artes Audiovisuales- Institut Nasional untuk Seni Sinematografi dan Audiovisual). Argentina telah menandatangani perjanjian bilateral dengan beberapa negara Amerika Latin dan Eropa. Perjanjian Co-production yang ditandatangani dengan negara-negara lain memungkinkan  produser Argentina untuk membuat Joint-production dengan negara lain dan menikmati status dan fasilitas sebagai film nasional di masing-masing negara. 

INCAA juga membentuk CAF (Komisi Perfilman Argentina) yang mempromosikan panorama alam, situs bersejarah dan situs-situs wisata lainnya untuk lokasi syuting. CAF juga mempromosikan penggunaan sumber daya lokal untuk  perfilman, memberikan jasa gratis bagi produser untuk memperoleh ijin syuting, membantu memberikan informasi mengenai infrastruktur, lokasi syuting, dan bantuan fiskal dan legal.

Selain di tingkat nasional, lembaga pendukung sejenis juga dibentuk di tingkat propinsi, antara lain oleh Pemda Buenos Aires, BASET (Buenos Aires Set) dengan platform khusus untuk membantu produksi audiovisual di kota tersebut. Lebih dari separuh produk film dan tiga perempat produk periklanan dibuat di Buenos Aires. Sepanjang tahun 2007, BASET mengeluarkan 611 ijin syuting iklan dan 27 syuting film.

Saat ini Argentina merupakan negara yang berada di peringkat ke-empat dunia sebagai produsen dan eksportir acara TV. Tujuan utama ekspor mereka adalah Eropa, Meksiko dan Israel. Saat ini banyak rumah produksi di Argentina bukan hanya menawarkan untuk mengekspor format mereka tetapi juga pelaksanaan produksi keseluruhan di Argentina untuk seri-seri TV baru untuk kemudian dijual ke seluruh dunia. Beberapa TV Kabel, termasuk MTV memilih Argentina sebagai lokasi produksinya karena keuntungan kompetitif yang dimiliki Argentina.

Selain film layar lebar dan televisi, Argentina juga cukup maju dalam industri film animasi. Beberapa perusahaan animasi Argentina mengerjakan proyek untuk perusahaan film animasi besar seperti Disney dan Cartoon Network. Mereka mengerjakan animasi dua atau tiga dimensi. Di samping untuk film cerita, animasi ini juga cukup banyak digunakan untuk iklan dan video klip musik.  Animasi Argentina menjadi pilihan khususnya setelah krisis ekonomi menjadikan kurs mata uang peso Argentina lebih rendah dibandingkan dollar, sehingga biaya pengerjaan animasi di Argentina menjadi lebih rendah dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan animasi dari Amerika Serikat.

b. Industri Periklanan

Jasa periklanan merupakan penyumbang kedua terbesar dalam industri kreatif Argentina   dengan nilai 194 juta dollar AS. Sekitar 50% dari  produksi periklanan Argentina adalah untuk tujuan ekspor. Pertumbuhan pesat industri periklanan Argentina terlihat dari bermunculannya perusahaan iklan baru.

Industri periklanan di Argentina ditandai oleh perpaduan antara perusahaan iklan besar, baik nasional maupun internasional, dan sejumlah firma periklanan kecil. Selama dua dekade terakhir ini, agensi periklanan lokal Argentina tumbuh kuat dan banyak di antaranya yang kemudian diambil alih oleh perusahaan besar internasional. Saat ini tidak kurang dari 800 perusahaan periklanan yang ada di Argentina, walau hanya 50 perusahaan yang menguasai pasar. Perusahaan periklanan di Argentina tergabung dalam Asosiasi AAAP (Asociación Argentina de Agencias de Publicidad).

Pertumbuhan industri periklanan di Argentina cukup tajam, yaitu naik sebanyak 19% dari tahun 2006 ke 2007 hingga total mencapai 2 milyar dollar AS. Saluran yang paling relevan untuk industri periklanan ini adalah televisi, surat kabar dan majalah yang digunakan sebagai media oleh sekitar 75% dari total iklan. Di sisi lain, iklan online tumbuh dengan angka signifikan tahun lalu yaitu sekitar 43,7% yang didorong oleh keberadaan firma internasional seperti Google dan MSN.  Ekspor produk periklanan naik rata-rata 105% per tahun dari tahun 2002 s/d 2006, hingga mencapai 200 juta dollar.

Daya saing industri periklanan Argentina didukung oleh kualitas tenaga kerja  yang terampil dengan ongkos produksi bersaing. Profesional periklanan Argentina mendapat upah terhitung murah menurut standar Amerika Latin, direktur fotografi mendapat upah 700 dollar AS dan kameramen 250 dollar AS untuk durasi kerja 12 jam. Selain itu, Argentina juga didukung oleh kualitas material yang memadai sehingga produk periklanan mereka baik iklan cetak, elektronik, maupun iklan dengan format Billboard diproduksi dalam kualitas yang bagus.
 
c. Industri Percetakan dan Penerbitan

Di bidang percetakan dan penerbitan Argentina merupakan pemain yang penting di negara-negara  berbahasa Spanyol. Industri ini melibatkan 2 milyar dollar AS dan 42.000 tenaga kerja dan merupakan penyumbang terbesar dalam industri kreatif bagi GDP  Argentina. Tercatat lebih dari 300 perusahaan penerbit  ada di Argentina, 69 di antaranya ada di kota Buenos Aires. Dengan jumlah judul yang diterbitkan 25 ribu judul per tahun dan 92,7 juta eksemplar. Dua puluh perusahaan penerbit yang paling penting, sebagian besar di antaranya merupakan usaha PMA, menguasai 50% produksi dan 75% pasar.

Pertumbuhan produksi industri penerbitan mencapai 74% dari tahun  2002 – 2007. Ekspor buku tumbuh dua kali lipat dari tahun 2002- 2006 dengan tujuan ekspor utama Meksiko 25%, Chile 13%, Brazil 13% dan Spanyol 10%.   Pada tahun 2007, ekspor industri percetakan dan penerbitan  mencapai 80 juta dollar AS sedangkan nilai ekspor dari hak cipta mencapai 20 juta dollar AS.

Untuk mendukung pertumbuhan industri penerbitan, Pemerintah kota Buenos Aires menyediakan beberapa fasilitas, antara lain membuat program yang disebut “Living Books” untuk membantu promosi perusahaan penerbit independen, menyediakan beberapa jenis subsidi untuk mendorong perusahaan berpartisipasi dalam pameran-pameran buku, membantu perusahaan memperoleh hak penerjemahan buku asing serta membantu peningkatan kapasitas produksi perusahaan. Selain itu, setiap tahun Pemerintah Argentina mengkoordinir Feria Internacional de  Libro, atau Pameran Buku Internasional yang merupakan terbesar di Amerika Latin. Hal ini dapat berhasil karena selera membaca dari anggota masyarakat dalam berbagai lapisan cukup tinggi.
 
d. Industri Musik dan Budaya Tango

Di bidang musik, pada tahun 2007 jumlah unit yang  terjual adalah 18 juta CD dan DVD. Pertumbuhan terbesar di bidang musik adalah download digital yang tumbuh sebesar 294% pada tahun 2007 dan meningkatkan pertumbuhan pasar musik sebesar 9,6%.  Ekspor musik digital mencapai 15 juta dollar pada tahun 2007 seiring dengan peningkatan label lokal menjadi internasional. Di sisi lain, peningkatan konsumsi musik digital ini membawa dampak menurunnya penjualan musik dalam bentuk CD, kaset dan sejenisnya. Sepanjang periode 2002-2006, ekspor musik rekaman meningkat tiga kali lipat dari  14 juta dollar AS pada tahun 2002 menjadi 42,7 juta dollar AS pada tahun 2006. Tetapi pada tahun 2007, ekspor musik dalam bentuk CD dan kaset hanya mencapai 29,1 juta dollar AS.

Empat label utama (Universal, EMI, Sony dan Warner)  menguasai 77% dari pasar, atau 33 perusahaan terbesar menguasai 90% dari pasar musik. Selain itu, Argentina juga memiliki 120 perusahaan rekaman independen yang semakin meningkat produk dan pasarnya.

Perkembangan industri musik Argentina juga didukung oleh banyaknya konser musik lokal dan internasional, festival musik, serta fakultas musik di berbagai universitas. Argentina menjadi negara tujuan utama di Amerika Latin bagi konser penyanyi-penyanyi kelas dunia. Hal ini antara lain disebabkan oleh penghargaan masyarakat setempat yang besar terhadap musik, kualitas penyelenggaraan konser dan jaminan keamanan selama berlangsungnya konser.

Pemerintah Argentina telah menetapkan beberapa insentif untuk mendukung pertumbuhan industri musik, antara lain melalui program yang disebut “Argentine Disc” yang bertujuan membantu produksi label independen. Selain itu, melalui Divisi Ekspor Musik, Pemda  Buenos Aires berusaha mempromosikan label musik Argentina ke tingkat internasional. Hak cipta pencipta lagu juga cukup dilindungi di Argentina. Melalui lembaga SADAIC (Sociedad Argentina de Autores y Compositores – Persatuan Pengarang dan Pencipta Lagu Argentina), setiap acara pertunjukan atau pesta besar yang menggunakan musik disyaratkan untuk membayar hak cipta lagu yang dipakai dalam acara kepada SADAIC yang kemudian akan menyalurkannya kepada pencipta terkait.

Meskipun musik modern berkembang maju di kalangan muda dan tua, tapi kecintaan masyarakat Argentina terhadap musik tradisional dan alat musik seperti gitar klasik, akordeon dan harpa masih tetap tinggi masih tetap menjadi andalan yang diramu sebagai daya tarik wisata dalam bentuk musik tradisional seperti tango dan  folklore  yang tiap malam dapat dinikmati di Buenos Aires.

e. Industri Desain

Pada bulan Agustus 2005 kota Buenos Aires terpilih oleh UNESCO sebagai Kota Desain pertama di bawah payung Creative Cities Network. Industri desain Argentina meliputi arsitektur, dekorasi, desain industri, desain panggung, desain grafis dan corporate marketing. Industri desain bukan merupakan sesuatu yang baru bagi dunia usaha di Argentina. Sebelumnya telah banyak desainer Argentina yang bekerja untuk perusahaan besar di seluruh dunia, antara lain Ferrari, Honda, Lancôme, Nokia dan Renault.

Pemerintah Argentina dikenal sangat aktif mendorong pertumbuhan dan minat masyarakat terhadap bidang ini. Kementerian Perindustrian Argentina aktif mempromosikan National Design Plan yang bertujuan menjadikan desain sebagai faktor  kunci dalam persaingan dan membantu perusahaan dalam mewujudkan desain inisiatif mereka, termasuk membantu perusahaan dalam hal  pendanaan dan mencari sponsor. National Design Plan ini juga terdiri dari beberapa program, seperti mempromosikan desain dalam sektor produksi, pembangunan Jaringan Desain Nasional, dan Pelatihan serta Kerjasama Internasional.  Termasuk dalam program ini antara lain seminar, pameran dan acara pemberian penghargaan untuk desain.  Selain tingkat nasional, pengembangan industri desain ini juga didukung pemerintah tingkat propinsi, antara lain propinsi Buenos Aires yang memiliki Metropolitan Center for Design. 

Salah satu karya disain  Argentina yang terkenal adalah kursi BKE atau kursi kupu-kupu  yang populer pada tahun 1950-an  dan menjadi bagian dari koleksi Museum of the Modern Art di New York. Selain itu banyak profesional Argentina yang terkenal di bidang desain di tingkat dunia, salah satunya adalah Tomas Maldonado yang dikenal sebagai salah satu ahli  teori desain dunia, pendiri Ülm School. 
 
Setiap tahun Kementerian Iptek dan Inovasi Produksi, bekerjasama dengan Kementerian Perekonomian dan Universitas Teknologi Nasional menyelenggarakan kontes  yang disebut INNOVAR  bagi produk  yang mempunyai keistimewaan dalam hal desain, teknologi dan originalitas. Pada INNOVAR edisi ke empat tahun 2008, peserta kontes ini mencapai rekor sebanyak 1816 proyek.

f. Industri Software dan Jasa TI

Industri Software telah berkembang pesat di Argentina, khususnya sejak tahun 2002, melebihi dari pertumbuhan ekonomi nasional Argentina. Bisnis Teknolgi Informasi (TI) di Argentina memiliki turnover 190 juta dollar pada tahun 2002, tetapi pada tahun 2005 turnover industri ini telah mencapai 1,1 milyar dollar AS dengan ekspor senilai 170 juta dollar AS.

Buku Tahunan Kamar Dagang Argentina untuk Software dan Jasa TI tahun 2007-2008 menyebutkan bahwa industri ini di Argentina melibatkan sekitar 1000 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 40.000 orang. Sebanyak 120.000 orang mahasiswa memilih TI sebagai spesialisasinya di lebih dari 50 universitas. Jumlah pekerja untuk offshore market mencapai 15.000 orang  dan perusahaan lokal telah mempunyai sekitar 100 kantor di seluruh dunia. Pada tahun 2007, pertumbuhan ekspor software dan jasa TI di Argentina tercatat sebanyak 50% dengan total pertumbuhan pasar mencapai 25%.

Perkembangan industri di bidang ini didukung oleh fasilitas infrastruktur teknologi serta koordinasi yang kuat antar pengusaha dan pemerintah. Kerjasama antar Kamar Dagang Argentina untuk Software dan Jasa TI dengan Kementerian Industri terlihat dari perjanjian kerjasama pelaksanaan program pelatihan bagi 700 orang pengangguran muda untuk belajar  desain, produksi, dan aplikasi program komputer dan jasa komputer. Untuk pengembangan industri ini di jangka panjang, Pemerintah Argentina mengundang 280 wakil badan pemerintah, universitas, dan pihak swasta untuk menyusun target jangka panjang yang disebut  Rencana Strategis 2004-2014 untuk industri software dan jasa TI. Target mereka antara lain adalah menjadikan Argentina sebagai negara pemimpin di bidang software dan TI di kawasan Amerika Latin seperti halnya Irlandia di Eropa atau India di Asia.

g. Industri Berbasis Budaya

Pertanian dan peternakan sapi yang besar dan menjadi sumber mata pencaharian utama menjadikan pola hidup masyarakat tradisional Argentina berkisar pada kehidupan ala cowboy yang di Argentina disebut dengan istilah gaucho. Pola hidup gaucho ini menjadi salah satu karákter utama budaya Argentina, yang berpengaruh pada makanan, produk pakaian dan obyek  wisata di Argentina.

Dari segi makanan, masyarakat Argentina sangat bangga atas kualitas daging sapinya yang dianggap terbaik di  dunia dan parilla (daging sapi panggang) menjadi makanan khas Argentina. Dari segi pakaian dan fashion sense, produk-produk dari kulit sapi dan kambing menjadi salah satu unggulan Argentina. Jaket, sepatu, dompet dan pernak-pernik dari kulit baik yang berdesain modern maupun tradisional  gaucho merupakan cinderamata yang paling dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Argentina.

Sedangkan untuk pariwisata, Sekretariat Nasional Pariwisata Argentina aktif mempromosikan konsep wisata gaucho ini kepada wisatawan asing dengan mengajak mereka merasakan kehidupan pertanian a la Argentina, berkunjung ke estancia (ranch), makan siang atau malam dengan parilla, menyaksikan ketrampilan gaucho berkuda  dan mengendalikan ternak sapi. 

Selain kerajinan tangan dari kulit bertema gaucho, kerajinan tangan yang cukup populer di Argentina adalah jewellery yang terbuat dari batu khas Argentina yang disebut Rodochrosita.  Perhiasan dan pajangan terbuat dari batu berwarna merah jambu menjadi salah satu souvenir andalan Argentina bagi turis asing.

Argentina juga terkenal di seluruh dunia sebagai negara  dengan budaya sepakbola yang sangat kuat. Dua tim paling terkenal, Boca Juniors dan River Plate tidak hanya menghasilkan pemain-pemain kelas dunia, tetapi juga menjadi salah satu obyek wisata. Stadion, pertandingan dan merchandise kedua tim ini menjadi paket wisata yang banyak dijual agen pariwisata di Argentina. 
 
III. Potensi Pasar dan Peluang Kerjasama Bagi Indonesia

Hubungan Bilateral

Sejak Argentina mulai pulih dari krisis ekonomi, neraca perdagangan Indonesia-Argentina terus menunjukan peningkatan dengan surplus masih tetap berada di pihak Argentina. Total volume perdagangan kedua negara tahun 2008 adalah sebesar US$ 747,51 juta atau meningkat 20% dari tahun 2007 dengan surplus bagi Argentina sebesar US$ 281,87 juta.

Ekspor Indonesia ke Argentina dalam lima tahun terakhir mengalami kenaikan sebesar 117% dengan nilai ekspor tahun 2008 mencapai US$ 232.82 juta, meningkat 9% dari tahun 2007 sebesar US$ 214.20 juta.  Ekspor Indonesia ke Argentina sampai dengan bulan April 2009 tercatat US$ 29,25 ribu atau 0,31% dari total impor Argentina dalam 4 bulan pertama tahun 2009. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Argentina adalah sebesar US$ 118,55 ribu atau 0,80% dari total ekspornya.  Jenis Produk Impor utama dari Indonesia antara lain adalah karet dan produk turunannya, textil, footwear, buah kering dan biji coklat serta peralatan elektronik dan mekanik.

Dari data tersebut terlihat bahwa aktivitas perdagangan antar kedua negara masih banyak berkisar pada produk alam dan manufaktur. Sedangkan produk yang bersifat industri kreatif relatif masih terbuka peluangnya untuk terus dikembangkan.

a.  Industri Audiovisual

Dari paparan  pada bab sebelumnya dapat dilihat bahwa dalam banyak bidang industri kreatif, Argentina sudah terhitung cukup maju dengan nilai ekspor yang cukup tinggi. Namun demikian, Argentina juga mengimpor cukup banyak produk industri kreatif. Yang paling menonjol antara lain adalah impor buku, film, produk musik, furniture dan kerajinan tangan. Peningkatan impor buku, film dan musik ini antara lain  disebabkan peningkatan minat terhadap buku dan musik asing, khususnya yang berbahasa Inggris.

Di samping film produksi Hollywood, masyarakat Argentina cukup terbuka dalam menerima film-film produksi negara lain, baik di layar bioskop maupun di televisi mereka. Event tahunan  seperti  Festival Film Internasional Mar Del Plata atau Festival Film Independen Internasional Buenos Aires  menjadi acara yang disambut meriah oleh   ribuan pecinta film Argentina. Festival film semacam ini menjadi wadah bagi sineas Argentina untuk menunjukkan kualitasnya sekaligus membuka mata rakyat Argentina serta pasar film Argentina terhadap film asing berkualitas.

Kualitas sumber daya perfilman Argentina termasuk cukup diperhitungkan di kawasan Amerika. Sejauh ini sudah ada 5 praktisi perfilman Argentina yang meraih Oscar, temasuk di antaranya Gustavo Santaolalla yang sudah meraih  Oscar dua kali berturut-turut sebagai penata musik terbaik untuk film “Brokeback Mountain” (2005) dan “Babel” (2006). Professional Argentina juga acap kali meraih Goya dan San Sebastian Movie Awards. Dari segi kuantitas, perfilman Indonesia dan Argentina sama-sama sedang  mengalami kebangkitan yang diiringi peningkatan minat  masyarakat setempat untuk menyaksikan film lokal. Kebangkitan sinema kedua negara ini dapat dimanfaatkan momentumnya tidak hanya untuk menjalin kerjasama pembuatan film tetapi juga pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Salah satu format film yang menarik untuk dijadikan obyek kerjasama adalah film animasi. Dibandingkan jenis film yang menggunakan manusia sebagai obyek, film animasi lebih fleksibel karena perbedaan bahasa dan ras tidak terlalu menjadi halangan.

Hal lain yang bisa dikembangkan adalah pertukaran ide dan format  untuk acara TV. Sebagai negara pengekspor acara TV keempat terbesar di dunia, Argentina banyak menggunakan format TV dokumenter dengan syuting di luar negeri, termasuk di antaranya di Indonesia untuk acara budaya dan pariwisata. Di sisi lain, Indonesia dengan jumlah saluran TV dan production house yang cukup tinggi dapat juga menjajaki kerjasama pertukaran program TV dengan Argentina. Di luar acara film dokumenter, kualitas produksi dan format  program TV Indonesia  lebih menarik dibandingkan program TV yang ada di Argentina. Jika memungkinkan, Indonesia dapat menjual ide dan  format acara TV ini kepada production house atau kanal TV di Argentina.

b. Furniture dan Kerajinan Tangan

Untuk industri kreatif yang berbasis budaya, Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk produk seperti furnitur dan kerajinan tangan. Hal ini antara lain disebabkan peningkatan minat masyarakat Argentina terhadap produk kerajinan tangan yang bermotif etnik atau tradisional. Produk asal Indonesia termasuk yang cukup diminati dan mempunyai nilai jual tinggi di Argentina. Hal ini terlihat dari pemasaran produk kerajinan tangan dan furniture asal Indonesia di beberapa pusat perbelanjaan kelas menengah dan atas di Argentina, antara lain meja, kursi, sofa dari kayu dan rotan serta dari eceng gondok. Kerajinan tangan khas Indonesia dinilai memiliki kualitas yang cukup baik dan eksotisme kerajinan tangan khas Indonesia dinilai lebih unik dibanding produk asal Cina dan India yang sudah umum membanjiri pasaran Argentina.

Hal yang harus diperhatikan dalam menjual produk kerajinan tangan dan furniture ke Argentina adalah persaingan dan selera pasar setempat.  Untuk produk furniture kelas menengah bawah, selain produk asal Indonesia yang banyak diimpor ke Argentina adalah produk asal Cina, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan untuk furniture kelas atas, produk asal Indonesia dan produk tertentu asal Cina mempunyai pasar yang masih terbuka lebar. Pada tahun 2008, ekspor produk furniture dan handicraft Indonesia ke Argentina mencapai  3,36 juta dollar AS dan 974,232 dollar AS sampai dengan April 2009.
 
c. Jewellery

Produk lain yang masih terbuka pasarnya bagi Indonesia adalah produk perhiasan (jewellery). Kualitas perhiasan di Argentina baik yang berupa logam (emas, perak) maupun batu-batuan berharga maupun imitasi masih  belum terlalu bagus. Dari beberapa kali pameran  yang diadakan KBRI  Buenos Aires, produk perhiasan yang dibawa pengusaha Indonesia, khususnya  perhiasan batu-batuan dengan desain etnik menarik perhatian besar masyarakat setempat. Di beberapa pusat perbelanjaan besar Argentina, produk perhiasan dengan motif dan desain etnik ini juga dijual dengan harga tinggi dengan kualitas yang relatif tidak sebaik produk sejenis di Indonesia. Prospek pemasaran jewellery di Argentina cukup cerah mengingat  stándar hidup masyarakat setempat yang cukup tinggi untuk ukuran Amerika Latin dan kebiasaan masyarakat setempat  yang  senang menggunakan perhiasan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun informal. Berdasarkan  data dari Mercosur, impor jewellery imitasi dari Indonesia ke Argentina pada tahun 2008 mencapai 111.644 dollar AS.

d. Alat Musik

Produk Indonesia lainnya yang sudah cukup banyak masuk pasaran Argentina adalah untuk instrumen musik. Pada tahun 2008 impor Agentina dari Indonesia  untuk alat musik 1.304.875 dollar AS, sedangkan sampai dengan April 2009 impor produk sejenis mencapai  92,869 dollar AS. Peluang produk ini masih terbuka lebar mengingat minat masyarakat Argentina terhadap musik cukup tinggi dan pelajaran kesenian di sekolah-sekolah Argentina merupakan salah satu mata pelajaran  yang mendapat perhatian tinggi.

e. Tekstil

Produk tekstil dari Indonesia, baik yang masih berupa  benang  atau produk jadi telah banyak yang memasuki pasaran Argentina. Pada tahun 2008, tekstil dan produk  manufakturnya yang diimpor Argentina dari  Indonesia mencapai nilai 56,615,299 dollar AS.  Salah satu retail yang terkenal di Argentina, Falabella setiap tahunnya mengimpor pakaian, jeans, sarung bantal dan produk garmen lain dalam jumlah yang cukup besar dari Indonesia.
 
IV.  Tantangan dan Hambatan

Meskipun terbuka peluang pasar yang cukup besar bagi beberapa produk kreatif Indonesia di Argentina, untuk dapat berhasil menembus pasar Argentina, beberapa hal yang harus diperhatikan eksportir Indonesia adalah :

1. Faktor Bahasa
Bahasa resmi Argentina adalah Bahasa Spanyol. Penggunaan Bahasa Spanyol ini menjadi sesuatu yang wajib untuk banyak dokumen bisnis. Salah satu kasus yang saat ini dihadapi beberapa importir Indonesia  yang ditangani KBRI Buenos Aires  adalah tuduhan dumping, dimana pengusaha diminta menjawab dokumen investigasi dumping yang seluruhnya dalam Bahasa Spanyol.

2. Prioritas pada produksi dan tenaga kerja lokal (proteksionisme)
Pemerintah Argentina menunjukkan perhatian yang sangat kuat terhadap keberadaan industri lokal serta penggunaan tenaga kerja lokal. Perhatian ini antara lain ditunjukkan dalam peraturan-peraturan setempat yang intinya adalah mengurangi impor dan penggunaan tenaga kerja asing. Bahkan untuk beberapa produk yang dibutuhkan pasar Argentina, Pemerintah setempat masih berusaha membatasi impor dengan meninggikan pajak impor atau membuat aturan-aturan tertentu yang menghambat impor dari negara lain. Salah satu contohnya adalah Peraturan No. 61 tahun 2009 mengenai lisensi impor, dimana importir harus mendapat ijin khusus dari Pemerintah Argentina dengan menyebutkan secara rinci mengenai barang dan jumlah barang yang diekspor. Produk yang termasuk dalam daftar terkena Peraturan No. 61 ini antara lain tekstil,  furniture dan mainan anak.

3. Persaingan dari produsen  sejenis
Untuk beberapa produk industri kreatif yang berbasis budaya, Indonesia harus bersaing dengan beberapa negara Asia lain dan Brazil. Selain Cina dan India, Vietnam, Thailand, dan Malaysia merupakan negara yang banyak mengekspor produk furniture, kerajinan tangan dan garment. Untuk itu, selain peningkatan desain, kualitas produksi,  pengusaha Indonesia perlu pemahaman yang lebih mendalam mengenai selera masyarakat setempat. Selain menyukai produk dengan nilai etnis/tradisional tinggi, masyarakat Argentina umumnya menyukai produk dengan nilai artistik yang unik dan seni alternatif.

4. Faktor jarak dan biaya transportasi
Untuk produk-produk tertentu, seperti tekstil, furniture dan kerajinan tangan, faktor jarak yang jauh antara Argentina dan Indonesia berdampak besar pada biaya transportasi dan waktu pengiriman. Tetapi untuk beberapa produk kreatif lain yang mengutamakan desain dan ide, hal ini tidak terlalu menjadi masalah, khususnya dengan teknologi informasi yang sudah ada saat ini.
 
V. Upaya KBRI Buenos Aires

Guna mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke Argentina, KBRI Buenos Aires secara aktif mengadakan berbagai kegiatan promosi produk kreatif dan berbasis budaya. Sejak tahun 2006, KBRI Buenos Aires telah berpartisipasi dalam berbagai pameran dagang di Argentina, baik yang berlangsung di ibukota Buenos Aires maupun di propinsi-propinsi lain.

Di samping  ikut serta dalam pameran yang diadakan oleh pemerintah setempat atau lembaga lainnya di Argentina, KBRI Buenos Aires setiap tahun mengorganisir secara khusus pameran produk Indonesia secara bergiliran untuk ketiga negara akreditasi KBRI Buenos Aires, yaitu Argentina, Paraguay dan Uruguay. Dalam pameran Promosi Terpadu Indonesia ini, KBRI Buenos Aires bekerjasama dengan Dirjen Amerika dan Eropa Deplu mendatangkan pengusaha-pengusaha Indonesia yang produknya mempunyai peluang pasar besar di Argentina, khususnya pengusaha furniture dan kerajinan tangan.

Pameran dagang yang diorganisir KBRI ini juga dilengkapi dengan  pertunjukan seni budaya Indonesia yang mengundang perhatian masyarakat setempat. Dari data statistik, pengaruh keikutsertaan Indonesia dalam Pameran tahun 2006 di Argentina, tahun 2007 di Paraguay dan tahun 2008 di Uruguay membawa  kenaikan yang signifikan bagi neraca perdagangan RI dengan ketiga negara.  Promosi seni budaya ini juga dilakukan oleh KBRI Buenos Aires dengan mengadakan pelatihan seni dan musik tradisional Indonesia secara rutin di kantor KBRI serta mengadakan kerjasama pertunjukan seni dengan sekolah-sekolah dan universitas di Argentina.

Pada tahun 2009 ini, KBRI Buenos Aires sedang mengupayakan promosi Bahasa Indonesia di beberapa universitas dan lembaga kursus bahasa di Argentina. Dengan upaya pengenalan budaya dan Bahasa Indonesia ini diharapkan masyarakat Argentina dapat lebih akrab dengan produk-produk budaya Indonesia.

VI. Kesimpulan dan Saran

Dari paparan yang telah disampaikan dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh Indonesia dalam hubungannya dengan industri kreatif di Argentina. Di satu sisi, Indonesia dapat belajar banyak dari Argentina bagaimana mengembangkan industri kreatif, koordinasi dan kemitraan antara pengusaha dan pemerintah, serta strategi dan kebijakan yang dapat diterapkan.

Di sisi lain, Indonesia juga dapat melihat berbagai peluang pasar dan potensi kerjasama yang dikembangkan dengan memanfaatkan kapabilitas profesional dan sumber daya yang dimiliki kedua negara.  Argentina termasuk negara yang cukup maju untuk industri audiovisual, periklanan dan desain. Untuk beberapa produk tertentu, arah pasar produk Argentina cukup jelas, yaitu untuk negara-negara berbahasa Spanyol. Tetapi untuk beberapa produk lain, Argentina juga mempunyai akses yang cukup untuk mengekspor produk mereka ke Amerika Serikat dan Eropa. Industri kreatif Indonesia dapat belajar dari Argentina bagaimana meraih akses ke pasar-pasar besar sekaligus belajar memperbaiki kualitas agar sesuai standar internasional. Indonesia dengan sumber daya manusia yang dimiliki serta ongkos produksi yang lebih rendah dapat menjadi alternatif bagi produksi industri kreatif ini.

Sedangkan untuk produk industri kreatif Indonesia yang sudah mempunyai pasar jelas di Argentina, diharapkan para pengusaha Indonesia dapat bergerak aktif memanfaatkan potensi ini dan mempromosikan produk mereka. Partisipasi dalam berbagai pameran internasional, promosi melalui media elektronik (khususnya Internet)  yang diiringi dengan peningkatan kualitas produk serta pemahaman pasar dan selera lokal diyakini dapat membuka jalan yang lebih luas bagi peningkatan ekspor produk kreatif Indonesia ke Argentina baik melalui perdagangan langsung, broker maupun pihak ketiga.

Salah satu hal yang perlu dipikirkan bersama adalah bagaimana membentuk branding yang jelas mengenai Indonesia dengan menonjolkan karya-karya unik budaya Indonesia, seperti batik, keris, wayang, sate, rendang dan lain sebagainya. Branding yang lebih tajam, disertai promosi yang terus menerus  dan kemudahan untuk memperoleh ‘hak paten’ serta kerja sama antara Pemerintah dan para pengusaha  dapat menjadikan produk kreatif Indonesia tersebut lebih mendunia.

Promosi produk budaya Indonesia yang merupakan andalan utama seyogyanya tidak hanya dalam Bahasa Inggris, tetapi juga dalam Bahasa Spanyol agar dapat lebih menjangkau pasar di wilayah Amerika Latin, antara lain bisa dalam CNN versi Bahasa Spanyol.

Peningkatan kualitas serta pengembangan pasar industri kreatif Indonesia ke berbagai kawasan, termasuk kawasan Amerika Latin ini, diharapkan nantinya dapat memberikan sumbangan yang besar bagi devisa negara. Bangsa Indonesia dengan akar budaya dan seni yang kuat serta kreativitas yang tinggi dapat menjadikan industri kreatif sebagai sektor unggulan Indonesia di masa depan. Dengan koordinasi yang kuat antar sektor pemerintah, swasta dan akademisi seperti yang telah ditunjukkan oleh pengalaman Argentina dalam mengembangkan industri kreatifnya, diharapkan industri kreatif Indonesia menjadi salah satu yang diperhitungkan di dunia internasional. 
 
Buenos Aires,   Juni 2009
 
Lampiran I


COUNTRY PROFILE ARGENTINA

Nama Negara            :                                       Ibukota                     :    

Bentuk Negara          :     
República Argentina
Buenos Aires (Ciudad
Autonoma de Buenos Aires
atau  Capital Federal)

Republik Federal,  terdiri
dari satu distrik federal
yaitu Capital Federal
dan 23 propinsi
Bentuk Pemerintahan
:
Kabinet Presidentil
Bahasa Nasional  Lagu Kebangsaan
Hari Nasional
::

:
Bahasa Spanyol
Himno Nacional Argentino

- Hari Revolusi, 25 Mei
 1810
- Hari Kemerdekaan,
  9 Juli 1816  
Luas Wilayah        
:
2.807.567 km2
Jumlah penduduk  
:
40.677.348 (perkiraan Juli tahun 2008)
Produk DomestikBruto (PDB)
:
US$ 355 milyar
(perkiraan 2007)
Pertumbuhan ekonomi
:
8,8% (2003), 9 % (2004),
9,2%(2005), 8,5%(2006),
8,7% (2007), 7,1% (2008)
Tingkat Inflasi
:
3,7 % (2003), 6,1% (2004), 12,3% (2005), 9,8% (2006), 8,5%, (2007), 7,2% (2008)
Nilai Ekspor
:
US$ 40,01 milyar (2005), US$ 46,6 milyar (2006),
US$55,9 milyar (2007), US$ 70,59 milyar (2008)
Nilai Impor
:
US$ 28,69 milyar (2005), US$ 34,2 milyar (2006),
US$ 44,8 milyar (2007), US$ 57,41% (2008)
Komoditi  ekspor
:
Manufaktur asal pertanian (32%), produk primer (27%), manufaktur asal industri (25%), dan bahan bakar (16%).   
 
Komoditi Impor
:
Barang Intermediate (48%), komponen dan aksesoris barang kapital (16%), barang kapital (16%), barang konsumsi (12%),  energi (5%), otomotif  (3%)  
Negara tujuan ekspor
:
Brazil (17%), China (10%), Amerika Serikat (8%), Chile (7%), Jepang, India dan Korea Selatan, Uni Eropa, Asia Tenggara, Negara-negara Mercosur
Lampiran 2


Neraca Perdagangan Indonesia – Argentina








NERACA PERDAGANGAN INDONESIA-ARGENTINA
(DALAM JUTAAN US$)
Tahun
Ekspor ke Argentina
Impor dari Argentina
Saldo
Volume
%
2004
107.41
248.36
-140.95
355.77
2005
144.38
370.34
-225.96
514.73
44.68%
2006
185.33
316.87
-131.54
502.21
-2.43%
2007
214.20
408.67
-194.46
622.87
24.03%
2008
232.82
514.69
-281.87
747.51
20.01%
Sumber: Centre for International Economy (CEI) Kemlu Argentina dan Mercosur Online