PEREKONOMIAN DAN PERDAGANGAN URUGUAY

8/21/2011

 

PEREKONOMIAN DAN PERDAGANGAN URUGUAY

(English and spanish version are still under construction/la versión en inglés y español estan siendo realizada próximamente)

 

Meskipun terkena dampak krisis, perrekonomian Uruguay masih mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2009 yaitu sekitar 2% dan termasuk salah satu yang tertinggi di kawasan. Keberhasilan pemerintah Uruguay dalam bidang ekonomi diikuti oleh keberhasilannya menjaga tingkat inflasi pada angka satu digit dimana pada tahun 2009 tercatat 5,9%, yang merupakan angka terendah dalam 4 tahun terakhir. Pada tahun 2008 tercatat inflasi sebesar 9,19%, 2007 sebesar 8,50% dan 2006 adalah 6,42%.

 

Pada tahun 2009, ekspor Uruguay mengalami penurunan sebesar 8,67% jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu US$ 5,94 milyar menjadi US$ 5,39milyar. Adapun produk ekspor utama Uruguay adalah daging yang mendominasi 17,5% ekspornya, diikuti oleh  kacang kedelai (8,3%), beras (8,15%) dan gandum (5,82%). Brazil masih menjadi mitra dagang utama bagi Uruguay dimana 20,29% ekspornya ditujukan ke Brazil.

 

Sementara itu impor juga mengalami penurunan sebesar 17,6% menjadi US$ 5,41 milyar. Seiring dengan krisis ekonomi global pada tahun 2009, total volume perdagangan antara kedua negara mengalami penurunan sebesar 13,71% menjadi US$ 9,06 juta.  Dari jumlah tersebut ekspor Indonesia tercatat US$ 5,86 juta sementara impor Indonesia dari Uruguay adalah sebesar US$ 3,2 juta.

 

Benang sintetis, kelapa tanpa kulit, palm oil, dan kertas merupakan komoditas ekspor utama Indonesia ke negara ini sementara dari Uruguay Indonesia mengimpor antara lain kayu eucalyptus dan buah jeruk segar.

 

Hubungan perdagangan dua negara masih relatif kecil tetapi masih terbuka untuk peningkatan hubungan ekonomi perdagangan. Volume perdagangan RI-Uruguay selama 5 tahun terakhir menunjukan peningkatan sebesar 21% dari US$ 6,21 juta pada tahun 2003 menjadi US$ 7,54 juta pada tahun 2007 dengan Surplus perdagangan untuk Indonesia.

 

Komoditi ekspor Indonesia ke Uruguay adalah kawat, kabel, isolasi, pasta kakao dan lain-lain. Sedangkan impor utama Indonesia adalah kulit samak, buah kering dan lain-lain.

 

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA-URUGUAY

(Dalam jutaan US$)

Tahun

Ekspor ke uruguay

Impor dari Uruguay

 Saldo

Volume

%

2005

2.11

1.28

 

3.39

 

2006

2.98

1.30

1.68

4.28

26.25%

2007

3.73

1.35

2.38

5.08

18.69%

2008

6.01

4.49

1.52

10.50

106.69%

2009

5.86

3.20

2.66

9.06

-13.71%

Sumber: Mercosur Online