PEREKONOMIAN DAN PERDAGANGAN PARAGUAY

8/21/2011

 

PEREKONOMIAN DAN PERDAGANGAN PARAGUAY

(English and spanish version are still under construction/la versión en inglés y español estan siendo realizada próximamente)

 

Krisis ekonomi global dan penurunan harga komoditas pertanian di pasar internasional telah menyebabkan perekonomian Paraguay pada tahun 2009 terkontraksi 3,8%.  Sektor pertanian, yang merupakan sektor utama penyangga ekonomi Paraguay, mengalami penurunan sebesar 27%.

 

Produk Domestik Bruto pada tahun 2009 adalah sebesar US$ 14,90 milyar menurun sebesar 11,69% jika dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar US$ 16,87 milyar. Pendapatan perkapita tahun 2009 juga mengalami penurunan sebesar 13.25% jika dibandingkan tahun 2008. Tahun 2009 tercatat pendapatan perkapita sebesar US$ 2,350 sementara tahun 2008 adalah US$ 2,709. Tahun 2010 perekonomian Paraguay diperkirakan akan kembali tumbuh sebesar 4%. Sepanjang tahun 2009, Paraguay berhasil mengumpulkan cadangan devisa sebesar  US$ 3,86 milyar atau sebesar 13,4% dari PDB-nya.

 

Pada tahun 2009 ini, Paraguay berhasil mengendalikan tingkat inflasinya pada angka satu digit yaitu 1.9%. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam empat puluh tahun terakhir. Angka ini juga berada di bawah target Bank Sentral Paraguay yang menetapkan inflasi sekitar 5%. Ini merupakan tahun ketiga Paraguay berhasil menjaga tingkat inflasinya pada angka satu digit setelah pada tahun 2007 (5,9%) dan 2008 (7,5%).

 

Sebagai imbas dari krisis keuangan internasional perdagangan Paraguay juga mengalami penurunan dan masih tetap mengalami defisit. Angka ekspor tahun 2009 adalah sebesar US$ 3,19 milyar atau menurun 28,48% jika dibandingkan  tahun 2008 yang mencapai US$ 4,46. Penurunan ini juga diikuti oleh penurunan impor sebesar  23,62% dari sebesar US$ 8,51 milyar pada tahun 2008 menjadi US$ 6,5 milyar. Dengan demikian defisit neraca perdagangan Paraguay masih tetap membukukan defisit sebesar US$ 3,31 milyar.

Sektor utama Paraguay yang memberikan kontribusi besar bagi ekspornya adalah produk pertanian. Selain Argentina, Paraguay juga merupakan salah satu sumber pemasok kacang kedelai di dunia.

 

Pada tahun 2009, ekspor Paraguay ke Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dimana sampai dengan bulan Oktober 2009 tercatat mencapai sekitar US$ 10 juta. Adapun produk ekspor utama Paraguay ke Indonesia adalah kedelai, kapas, ferrous waste dan essential oil. Sedang ekspor Indonesia ke Paraguay periode yang sama adalah sebesar US$ 7 juta antara lain polyethylene terephthalate, tembakau, kelapa dan footwear.

 

Potensi dagang kedua negara masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Paraguay unggul dalam produk-produk pertanian dan peternakan yang dibutuhkan oleh Indonesia seperti kacang kedelai, kapas dan daging sapi. Sementara itu, Paraguay memerlukan komoditas unggulan Indonesia seperti spare parts kendaraan bermotor, mesin tekstil dan alat komunikasi maupun furniture.

 

Indonesia telah dua kali berpartisipasi pada pameran internasional di Paraguay melalui Program Promosi Terpadu Indonesia (PTI) pada tahun 2007 dan 2009. Pameran produk Indonesia pada PTI tersebut  diikuti pula dengan pentas seni dan budaya Indonesia. Pada tahun 2009, KBRI Buenos Aires bekerjasama dengan Kemlu Paraguay dan Badan Koordinasi Penanaman Modal, menyelenggarakan pula seminar bisnis dan investasi.

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA-PARAGUAY

(DALAM JUTAAN US$)

Tahun

Ekspor ke Paraguay

Impor dari Paraguay

Balance

Volume

% (Volume)

2005

2.72

2.04

0.68

4.76

 

2006

2.97

0.15

2.82

3.12

-34.45%

2007

4.55

0.31

4.24

4.86

55.77%

2008

6.45

3.38

3.07

9.83

102.26%

2009*

7.01

10.62

-3.61

17.63

79.35%

*Jan-Oct 2009

Sumber: Mercosur Online