Seminar Indonesia Di Universitatea Liberă Internațională Din Moldova (Ulim) Chisinau, Republik Moldova

​​Pada hari Rabu, 25 November 2015, KBRI Bucharest bekerjasama dengan Universitas ULIM di Chisinau, Moldova, mengadakan sebuah acara bertajuk Seminar Indonesia. Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari pengajar serta mahasiswa di ULIM. ULIM merupakan sebuah universitas swasta pertama dan terbesar di Moldova yang dibentuk pada tahun 1992.


Sebelum acara utama, delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Rektor ULIM, Mr. Andrei Galben, dan Wakil Rektor, DR Igor Munteanu. Pada pertemuan tersebut dibahas rencana kerjasama antara ULIM dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta Indonesia. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Dubes RI Bucharest, Bapak Diar Nurbintoro, menyerahkan hiasan kain tradisional Indonesia beserta buku-buku serta CD mengenai Indonesia di akhir pertemuan, untuk memperkaya Aula Indonesia di ULIM. Aula Indonesia adalah sebuah ruangan kelas dengan dekorasi khusus gambar serta poster dari Indonesia yang diresmikan pada tahun 2011.


Seminar Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia yang secara geografis terletak jauh dari Moldova. Seminar ini menarik banyak peserta karena juga dihadiri oleh seorang dalang yang juga akademisi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Prof. Andrik Purwasito.


Acara diawali dengan pembukaan oleh DR. Igor Munteanu, Wakil Rektor ULIM, yang memperkenalkan dua narasumber dari Indonesia, Dubes RI Bucharest dan Prof Andrik Purwasito. Dubes RI Bucharest dalam paparannya menjelaskan tentang profil Indonesia secara umum dan peran aktif Indonesia dalam berbagai fora internasional, baik pada tingkat regional maupun global.


Sebagai pembicara kedua, Prof. Andrik Purwasito menjelaskan tentang keunikan dan keunggulan Indonesia di berbagi bidang antara lain filosofi, politik, ekonomi, budaya dan keanekaragaman hayati. Di akhir paparannya, Prof. Andrik mengajak peserta Seminar untuk menonton video tentang wayang dan proses pembuatan batik.


Sebagai seorang seniman dan akademisi, Prof. Andrik memberikan paparan yang menarik kepada para peserta. Selain menyampaikan presentasi dan memutarkan video, Prof. Andrik juga melakukan demonstrasi wayang kulit secara interaktif. Para peserta Seminar diajak untuk memainkan wayang kulit secara langsung dan dijelaskan berbagai karakter wayang berdasarkan cerita wayang Indonesia.


Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta antusias untuk mengenal lebih jauh tentang Indonesia, terutama bagaimana masyarakat Indonesia yang beraneka-ragam etnis, suku, bahasa dan agamanya dapat hidup saling berdampingan secara damai.


Acara Seminar Indonesia diakhiri dengan penyajian penganan khas Indonesia, antara lain bolu kukus, martabak daging, lapis Surabaya, kacang bawang dan rempeyek kacang yang nampak sangat diminati oleh para peserta Seminar.