Socio Cultural

​a.     Struktur Sosial dan Budaya Belgia

Pemerintahan Federal membagi Belgia ke dalam 3 kelompok menurut bahasa: i) Belanda, ii) Perancis, dan iii) Jerman. Pembagian juga dilakukan secara regional  ke dalam 3 daerah: i) Flanders di utara Belgia, dengan bahasa resmi Bahasa Belanda; ii) Wallonia di selatan Belgia, dengan bahasa resmi Bahasa Perancis; dan iii) Brussels, dengan kedua Bahasa Perancis dan Bahasa Belanda sebagai bahasa resmi.

Tensi antara kedua komunitas berbahasa Perancis dan Belanda terkadang memanas, hingga berdampak signifikan pada perpolitikan domestik Belgia.

b.     Kerjasama Sosial Budaya RI - Belgia

Belgia merupakan satu-satunya negara di Eropa yang memiliki taman bertemakan Indonesia. Terdapat Taman Indonesia (Kingdom of Ganesha) di dalam taman Pairi Daiza (dulu bernama Parc Paradisio), Brugelette, yang merupakan taman seluas 6,2 hektar didedikasikan untuk Indonesia. Peresmian Taman Indonesia tersebut dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, pada tanggal 18 Mei 2009.

Pemerintah Indonesia menyumbang dua ekor gajah kepada Belgia sebagai upaya promosi satwa dan lingkungan hidup Indonesia pada 17 Agustus 2009 dan kini ditempatkan di Pairi Daiza. Pemberian gajah ini dimaksudkan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik RI-Belgia.

Indonesia memperoleh kehormatan untuk menyematkan salah satu pakaian adat pada maskot Kota Brussel, Manneken Pis, pada tanggal 18-19 Agustus 2008, dengan penggunaan pakaian adat Lampung.

Di bidang pendidikan tinggi, telah terjalin kerja sama pendidikan antara Universitas Ghent dengan UGM, Universitas Paramadina, dan Universitas Bina Nusantara. Secara khusus, terjalin kerjasama antara UGM dengan KULGent UniversityUniversity of Antwerp danInstitute for Agricultural and Fisheries Research (ILVO), di bidang agro kompleks, yang meliputi penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan dan penyusunan bersama rancang bangun pengelolaan sistem pertanian pada lahan gambut, teknologi pangan, serta pengelolaan kawasan yang dilindungi dan keanekaragaman satwa liar. 

Di bidang riset, telah terjalin kerja sama antara peneliti Indonesia dan Belgia dalam kerangka GRIPS (Groupe de Recherche et D'Information sur la Paix et la Securite – Group for Research and Information on Peace and Security).

Dalam rangka meningkatkan hubungan sosial budaya antara Indonesia dan Belgia, Indonesia secara reguler berpartisipasi padaBrussels Holiday Fair yang diselenggarakan setiap tahun, untuk meningkatkan jumlah wisatawan asal Belgia ke Indonesia, yang tercatat: 22.551 orang (2011); 24.129 orang (2012); 28.329 orang (2013); dan 28.084 orang (2014).

c.     Europalia Indonesia 2017

Indonesia direncanakan akan menjadi guest country festival Europalia tahun 2017. Mendikbud RI telah mengkonfirmasikan kesediaan Indonesia, dan pada tanggal 14 Juli 2015, telah ditandatangani MoU between the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia and Europalia International on Cooperation in Organizing the Festival Europalia.Indonesia 2017 antara Mendikbud RI dengan General Manager Europalia International.

Terdapat harapan dari pihak Europalia, agar Europa Indonesia 2017 dapat dibuka secara resmi oleh Presiden RI dan Raja Belgia. Tentatif jadwal pembukaan pada bulan Oktober 2017.

Europalia International adalah sebuah asosiasi internasional nirlaba yang berdiri sejak 1969 di bawah naungan Raja Belgia. Hingga kini, telah diselenggarakan 25 festival internasional dua tahunan (biennale) yang secara khusus menampilkan budaya dari satu negara dengan tujuan promosi seni dan budaya negara tersebut agar lebih dikenal masyarakat di wilayah Eropa.

Europalia merupakan festival kebudayaan terbesar di Eropa, dan tiap penyelenggaraan umumnya dibuka secara resmi oleh Raja Belgia bersama Kepala Negara/Pemerintahan dari negara tamu. Negara tamu Europalia sebelumnya: Turki (2015), India (2013), Brazil (2011), RRT (2009), EU-27 (2007), Rusia (2005).

Festival Europalia berlangsung selama 4 bulan (Oktober – Februari) di 77 kota di Eropa (Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, Luksemburg, dan Perancis) dengan target 1,5 juta pengunjung dan 500 jenis pertunjukan di tiap festiva. Pertunjukan dalam bentuk pameran, pagelaran musik, tari, teater, diskusi, seminar, dan konferensi. Untuk Europalia.Indonesia 2017, pihak penyelenggara juga menjajaki kegiatan di negara Eropa lainnya, antara lain Austria, Hongaria, Italia, dan Rumania.

d.     Dialog Lintas Agama

Kementerian Agama dan Universitas Katolik Leuven (UKL) Belgia telah menandatangani MoU di bidang Studi Islam pada tanggal 11 Maret 2015. Area kerja sama meliputi, antara lain pengiriman Profesor dan ahli di bidang Studi Islam mengajar di  program master UKL, pertukaran ide dan pengalaman di bidang Studi Islam, dan riset bersama.

Perwakilan Kementerian Agama RI, akademisi, dan masyarakat madani dari Indonesia telah hadir sebagai pembicara dalam berbagai konferensi antara lain "Islam and Europe: Politization and Integration" bekerja sama dengan sebuah think-tank Jerman Hans Seidel Stiftung pada tanggal 28 Februari 2013, dan Seminar on Indonesia dengan tajuk "Multiculturalism and Diversitythe Indonesian Story" bekerja sama dengan kelompok politik terbesar di Parlemen Eropa dengan hampir sepertiga dari seluruh anggota Parlemen Eropa (269 anggota) yaitu European People's Party (EPP) pada tanggal 5 Juni 2013 di Brussel.

 

*****​