Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Apply for Visa Here: ONLINE!     |       Selamat Datang Di Website KBRI Brussel     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Belgia

PROFIL KERAJAAN BELGIA

 

Politik, Pemerintahan dan Tata Negara

Nama Negara: Koninkrijk België (bahasa Belanda); Royaume de Belgique (bahasa Perancis); Königreich Belgien (bahasa Jerman); Kingdom of Belgium (bahasa Inggris)

 

Bentuk Negara: Monarki Konstitusional

 

Pemerintahan: Demokrasi Parlementer Federal

 

Kepala Negara: Raja Albert II, naik tahta pada tanggal 9 Agustus 1993

 

Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Yves Leterme(dilantik tanggal 23 November 2009)

 

Susunan Kabinet:

  • Menteri Luar Negeri: Steven Vanackere (CD&V)
  • Wakil PM, Menteri Keuangan dan Reformasi Institusional: Didier Reynders (MR)
  • Wakil PM,  Menteri Layanan Publik: Steven Vanackere (CD&V)
  • Wakil PM, Menteri Sosial, Kesehatan Publik dan Integrasi Sosial: Laurette Onkelinx (PS)
  • Wakil PM, Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Kesetaraan, Migrasi dan Suaka: Joëlle Milquet (CDH)
  • Wakil PM, Menteri APBN: Guy Vanhengel (VLD)
  • Menteri Kehakiman: Stefaan De Clerck (CD&V)
  • Menteri Pertahanan: Pieter De Crem (CD&V)
  • Menteri Ekonomi, Pertanian dan Kelas Menengah: Sabine Laurelle (MR)
  • Menteri Pensiunan dan Kota Besar: Michael Daerden (PS)
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Energi: Paul Magnette (PS)
  • Menteri Kerjasama Pembangunan: Charles Michel (MR)
  • Menteri Dalam Negeri: Annemie Turtelboom (Open VLD)
  • Menteri Usaha dan Bisnis: Vincent Van Quickenborne (Open VLD)

Hari Nasional: 21 Juli (Sebagai peringatan pelantikan Leopold I sebagai Raja pertama Belgia pada tanggal 21 Juli 1831)

 

Lagu Kebangsaan:    La Brabançonne

 

Bendera: Tiga warna: hitam, kuning, dan merah yang terbagi secara vertikal.

 

Bendera Belgia

Motto Negara: Eendracht maakt macht (bahasa Belanda); L’union fait la force (bahasa Perancis, versi asli); Einigkeit macht stark (bahasa Jerman)

 

Lambang Negara: Leo Belgicus (Belgian Lion). Singa berwarna kuning dengan lidah dan kuku merah di atas latar hitam.

 

Lambang Negara Belgia - Belgium COA

Ibu kota: Brussel (bahasa Belanda); Bruxelles (bahasa Perancis); Brussels (bahasa Inggris)

 

Pemerintah: Tidak ada partai yang berbasis nasional di Belgia. Pemerintah dibentuk dari koalisi 5 partai, yaitu 2 dari Daerah Vlaanderen (berbahasa Belanda): Kristen Demokrat (CD&V), Liberal (Open VLD); dan 3 dari Daerah Wallonia dan Brussel (berbahasa Perancis): Liberal (MR), Sosialis (PS), Demokrat Humanis (CDH). Kabinet Pemerintah Federal Belgia (Van Rompuy I) terdiri dari 1 Perdana Menteri, 5 Wakil PM sekaligus Menteri, 9 Menteri, dan 7 Sekretaris Negara.

 

Parlemen Bikameral :

  • Kamer, Anggota: 150 (Kelompok Mayoritas (CD&V, Open VLD, MR, PS, CDH): 94; Kelompok Oposisi (Ecolo-Groen!, N-VA, S.PA, Vlaams Belang, Lijst Dedecker, FN: 56). Ketua: Patrick Dewael, sejak 30 Desember 2008, partai: Open VLD; dan
  • Senat, Anggota: 71 + 3 putra/i Raja Albert II. Ketua: Armand De Decker, sejak 12 Juli 2007, partai: MR.

 

Konstitusi: Ditetapkan pada 7 Februari 1831, telah diamandemen beberapa kali, amandemen terakhir pada 14 Juli 1993, mengubah Belgia dari negara kesatuan menjadi negara Federal.

 

Pemilu: Bersifat wajib bagi yang telah berusia 18 tahun.

 

Bahasa Resmi:

  • Bahasa Belanda/Vlaams (dituturkan oleh penduduk Daerah Vlaanderen) 58%;
  • Bahasa Perancis (dituturkan oleh penduduk Daerah Wallonia) 31%; dan
  • Bahasa Jerman (dituturkan oleh penduduk di wilayah komunitas berbahasa Jerman, sebuah kantong di Daerah Wallonia yang berbatasan dengan Republik Federasi Jerman) < 1%.

 

Demografi

Jumlah Penduduk: 10.741.000 (per 1-1-2009)

 

Laju pertumbuhan penduduk: 0,78% per tahun (per 1-1-2008)

 

Harapan Hidup: Laki-laki: 76,6 tahun (2006); Perempuan: 82,3 tahun (2006)

 

Kepadatan Penduduk: 346,92 penduduk per km2 (2007)

 

Angkatan Kerja: 4,9 juta (Juli 2006): pertanian: 1.3%, industri: 24,5%, jasa: 74,2%.

 

Tingkat Pengangguran: 6,9% (Februari 2008)

 

A g a m a: Katolik Roma 75%, Protestan 23,5%, Islam 1,5%, selebihnya Yahudi, Anglikan, Gereja Yunani Orthodox.

 

Pendidikan: 12 tahun wajib belajar: usia 6 – 18 tahun.

 

Melek Huruf: Laki-laki dan Perempuan: 99,9%

 

Ekonomi dan Perdagangan

 

Mata Uang: Euro. Kurs: €1 = Rp. 14.653,- / €1 = US$1,43 (30 Agustus 2009)

 

Produk Domestik Bruto/PDB: US$ 448,560 milyar (2007)

 

Pendapatan per Kapita (PPP): US$ 37.500 (sekitar €26.200 atau Rp. 379 juta) (2008)

 

PDB per Sektor:

  • Jasa                         :   66% (2007)
  • Industri                  :   17% (2007)
  • Komponen lain     :   11% (2007)
  • Konstruksi             :   5%   (2007)
  • Pertanian               :   1%   (2007)

 

Ekspor Utama: Produk pertanian, produk minyak dan tambang, serta produk manufaktur.

 

Industri Utama: Produk kimia, metal dasar, rekayasa, otomotif, makanan dan minuman olahan, kaca, dan peralatan transportasi.

 

Pertumbuhan Ekonomi: +1.4% (2008)

 

Laju Inflasi: +4.5% (2008)

 

Geografi

Lokasi: Belgia berada di sebelah barat laut daratan Eropa

 

Peta Situasi Belgia

Luas Wilayah: Daratan: 30.528 km², Perairan: 250 km² = Total: 30.778 km². (terkecil kelima dari 27 anggota Uni Eropa)

 

Panjang Garis Pantai: 66,5 km

 

Perbatasan:

  • Di sebelah utara dengan Belanda, 459,6 km;
  • Di sebelah selatan dengan Perancis, 645,6 km;
  • Di sebelah timur dengan Luksemburg, 150,4 km, dan dengan Republik Federasi Jerman, 150,4 km; serta
  • Di sebelah barat dengan Laut Utara/Inggris, 73,1 km.

 

Topografi:

  • Dataran rendah (hingga 100 m di atas permukaan laut);
  • Dataran sedang (100 – 200 m di atas permukaan laut);
  • Dataran tinggi (200 – 500 m di atas permukaan laut).

 

Daerah: Daerah Vlaanderen; Daerah Ibu Kota Brussel; Daerah Wallonia

 

Provinsi: 10 provinsi: Antwerpen, Hainaut, Limburg, Liège, Luksemburg, Namur, Vlaanderen Barat, Vlaanderen Timur, Brabant Vlaams, Brabant Wallon.

 

Kota-kota Besar: Antwerpen, Brugge, Gent, Liège, Namur

 

Pelabuhan:

  • Antwerpen: pelabuhan terbesar di Belgia, terbesar ke-2 terbesar Eropa dan ke-10 terbesar dunia.
  • Zeebrugge: pelabuhan terbesar ke-2 di Belgia, ke-5 di Eropa.

 

I k l i m: Iklim sedang dan memiliki empat musim. Karena pengaruh hawa Laut Utara, pada musim panas kawasan pantai terasa lebih dingin dari kawasan pedalaman, dan pada musim dingin kawasan pantai terasa lebih hangat dibanding kawasan pedalaman.

 

Zona Waktu: GMT+1, Perbedaan waktu dengan Jakarta: -6 jam (musim dingin/Oktober – Maret), -5 jam (musim panas/Maret – Oktober).

 

 

Perwakilan Belgia di Indonesia

Kedutaan Besar Belgia di Jakarta:

Duta Besar (Designate): H.E. Mr. Christiaan TANGHE
Deutsche Bank Building Lt. 16
Jl. Imam Bonjol No. 80, Menteng
Jakarta 10310
Tel. (+62) 21-316.2030
Fax. (+62) 21-316.2035
Email: jakarta@diplobel.fed.be
website: www.diplomatie.be/jakarta

• Konsul Kehormatan Belgia di Surabaya:

Mr. Stefaan VANCOLEN
Jl. Darmo Baru Barat I No. 22, Surabaya
Tel. (+62) 31-731.5062
Fax. (+62) 31-7315062
Email: utp@indo.net.id

Konsul Kehormatan Belgia di Medan:

Ms. John Patrick Cyprian BASKETT
Jl. Pattimura No. 459, Medan
Tel. (+62) 61-821.0559
Fax. (+62) 61-821.0991
Email: psbasket@cbn.net.id

 

Deskripsi Belgia

Sejarah Singkat Belgia

Nama Belgia berasal dari salah satu suku bangsa Seltik, yaitu Belgae. Bangsa Belgae ini tunduk kepada kekuasaan Romawi semenjak abad pertama Sebelum Masehi dan hingga 300 tahun selanjutnya, Belgia yang dikenal sekarang ini menjadi salah satu provinsi Romawi.

 

Selanjutnya sekitar tahun 300 Masehi, Attila the Hun, seorang tokoh suku bangsa Hun menginvasi wilayah yang sekarang dikenal sebagai Jerman, dan memaksa suku bangsa Teuton untuk ‘mengungsi’ ke wilayah utara Belgia. Satu abad kemudian, suku bangsa Frank menginvasi dan menduduki Belgia sepenuhnya. Bagian utara Belgia yang kita kenal sekarang mengalami ‘Jermanisasi’ dan menjadi wilayah yang berbahasa Franco-Germanic, sementara penduduk di wilayah selatan Belgia tetap menggunakan bahasa Latin Romawi.

 

Selanjutnya wilayah Belgia dikuasai oleh Dukes of Burgundy yang kemudian menyerahkan kekuasaannya, melalui perkawinan, kepada Hapsburgs. Pada tahun 1519 – 1713 Belgia dikuasai oleh Spanyol dan pada tahun 1713 – 1794 dikuasai oleh Austria.

 

Ketika berada di bawah kekuasaan berbagai penguasa tersebut, dan terutama pada periode abad ke-12 dan abad ke-17, kota-kota utama di Belgia seperti Ghent, Brugge, Brussel dan Antwerpen menjadi sentra-sentra perdagangan, industri dan kesenian Eropa. Karya-karya pelukis Belgia seperti Van Eyck, Breugel, Rubesn dan Van Dyck menjadi karya Eropa yang sangat berharga. Karpet-karpet Belgia, yang dikenal dengan goblins pun menjadi hiasan di rumah-rumah bangsawan di seluruh Eropa.

 

Menyusul terjadinya Revolusi Perancis, Belgia diduduki oleh Napoleon Bonaparte mulai tahun 1795. Setelah Napoleon kalah dalam pertempuran Waterloo, 20 kilometer sebelah selatan Brussel, Belgia dipisahkan dari Perancis dan berdasarkan Kongres Wina tahun 1815 menjadi wilayah Belanda.

 

Pada tanggal 4 Oktober 1830 Belgia menyatakan kemerdekaan dari Belanda. Selanjutnya satu negara monarki konstitusional didirikan pada tahun 1831, dengan Leopold of Saxe-Coburg-Gotha (Leopold I) sebagai raja Pertama Belgia. Penobatan Raja Leopold I dilakukan pada tanggal 21 Juli 1831, yang selanjutnya diperingati sebagai hari  nasional Belgia.

 

Pda tahun 1914 dan tahun 1940, Belgia diinvasi oleh Jerman. Invasi-invasi tersebut, ditambah dengan perilaku Soviet pada masa perang dingin, menjadikan Belgia sebagai salah satu pendorong utama konsep keamanan kolektif yang menjadi kerangka kerjasama Eropa dan Atlantik Utara; dalam pembentukan Uni Eropa dan NATO.

 

Perbedaan-perbedaan bahasa, ekonomi dan politik antara golongan masyarakat berbahasa Belanda di wilayah Vlaanderen dan kelompok berbahasa Perancis di wilayah Wallonia mempertajam pemisahan masyarakat Belgia.

 

Menengok ke belakang, Revolusi Industri yang terjadi pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 memperkuat pemisahan bahasa di utara dan selatan Belgia tersebut. Wilayah Wallonia yang berbahasa Perancis menjadi wilayah industri maju terlebih dahulu dan dominan secara politik. Wilayah Vlaanderen yang berbahasa Belanda tetap pada kultur agrarisnya dan menjadi ‘terbelakang’ secara ekonomi dan politik bila dibandingkan wilayah Wallonia dan ibukota Brussel.

 

Namun pada lima dasawarsa terakhir, kaum Flemish di wilayah Vlaanderen mampu mengejar ketertinggalannya, utamaya dari aspek ekonomi. Sementara produksi batu bara dan baja Wallonia mengalami penurunan. Perubahan tersebut selanjutnya diikuti oleh aspek politik. Masyarakat Flemish merupakan komposisi mayoritas absolut, dengan total 58% dari keseluruhan populasi Belgia.

 

Setelah terjadi demontrasi besar-besaran pada awal era ’60-an, pada tahun 1962 Belgia menetapkan batas resmi wilayah bahasa dan menetapkan peraturan yang rinci untuk melindungi bahasa dan kebudayaan minoritas di wilayah perbatasan. Pada tahun 1970, dewan-dewan kebudayaan Flemish dan Francophone didirikan dengan kewenangan untuk mengatur hal-hal yang terkait dengan bahasa dan kebudayaan untuk masing-masing kelompok bahasa.

 

Selanjutnya, tiga komunitas ekonomi di Belgia, Wallonia, Vlaanderen dan Brussel diberikan otonomi politik pada tingkatan tertentu.

 

Selanjutnya, semenjak tahun 1984, komunitas Berbahasa Jerman di Belgia, yang bermukim di sebelah timur Provinsi Liege, memiliki badan eksekutif dan legislatifnya sendiri, yang memiliki kewenangan pada bidang kebudayaan, bahasa dan pendidikan.

 

Perubahan konsitusi paling penting terjadi pada tahun 1993 yang mengubah Belgia dari negara kesatuan menjadi negara federal. Perubahan konstitusi tersebut juga mereformasi sistem parlemen bikameral dan menyediakan perangkat utnuk mengadakan pemilihan langsung bagi anggota lembaga legislatif di tingkat commune, wilayah dan bahasa.

 

Pada Pemilihan Umum Federal tahun 2007, Partai Kristen Demokrat-Vlaanderen (CD&V) berhasil menjadi pemenang dan menjadi partai terbesar di Belgia. Dua partai sosialis dan partai liberal Open VLD kehilangan dukungan. Namun demikian, partai berbahasa Perancis Liberal MR menjadi partai terbesar di wilayah Wallonia dan Brussel.

 

Menyusul hasil Pemilu, Raja menugaskan ketua CD&V, Yves Leterme untuk membentuk pemerintahan koalisi, yang terdiri atas CD&V, CDH, Open VLD, MR dan PS. Namun proses koalisi tersebut tidak berjalan lancar. Pada tahun 2008 Yves Leterme mengundurkan diri dari pimpinan koalisi (yang sekaligus merupakan Perdana Menteri), dan digantikan oleh Herman van Rompuy yang juga berasal dari CD&V.

 

Entitas Publik Belgia

Raja dan Perdana Menteri

Raja Albert 2 dan Ratu
Raja Albert II dan Ratu Donna Paola Ruffo di Calabria

 

 

Yves Leterme, Prime Minister of Belgium

 

PM Yves Leterme (CD&V)

 

Raja Belgia berperan sebagai simbol dan pemimpin dalam acara-acara keagamaan. Fungsi politik dari Raja adalah untuk menunjuk seorang pemimpin politik dalam rangka pembentukan kabinet baru setelah pemilihan umum atau pembubaran kabinet.

 

Jika diputuskan mosi tidak percaya oleh Kamer (Parlemen) Federal, maka Pemerintah Federal harus berhenti dan Kamer akan mengajukan Perdana Menteri baru kepada Raja. Raja juga merupakan simbol pemersatu sehingga seringkali dianggap sebagai perwakilan dari identitas nasional Belgia.

 

Pemerintah Federal

Kekuasaan legislatif negara federal diselenggarakan oleh Parlemen Federal yang terdiri dari Majelis Rendah (Chambre des Représentants, 150 anggota) dan Majelis Tinggi (Senat).

 

Sedangkan kekuasaan eksekutif diselenggarakan oleh pemerintah federal, yang terdiri dari maksimum 15 anggota, termasuk perdana menteri. Perdana Menteri saat ini dijabat oleh Yves Leterme, yang menggantikan Herman Van Rompuy yang terpilih sebagai Presiden Dewan Eropa UE.

 

PM Herman Van Rompuy di Wisma Duta Brussel

Duta Besar RI di Brussel, Nadjib Riphat Kesoema (kiri) menerima mantan Perdana Menteri Belgia, Herman van Rompuy (saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Eropa UE, kanan) dalam acara jamuan makan siang SAFESEA di Wisma Indonesia, 19 Mei 2009.

 

Sementara itu, Raja memiliki dua peran, yaitu membantu pelaksanaan kekuasaan legislatif dengan menyetujui dan mengundangkan Undang-undang, serta melantik dan memberhentikan menteri. Namun demikian, Raja tidak memiliki kekuasaan pribadi, di mana setiap pernyataan politiknya harus mendapatkan persetujuan pemerintah.

 

Pemerintah Federal memegang kewenangan, antara lain, perpajakan, pertahanan, peradilan, hubungan luar negeri, keuangan, kesejahteraan sosial, kesehatan masyarakat, masalah dalam negeri, lapangan kerja, dan angkutan umum (SNCB/kereta api).

 

Parlemen Federal

Parlemen Federal Belgia menganut sistem dua kamar: Kamer (DPR) memiliki 150 anggota yang semuanya dipilih secara langsung melalui pemilihan umum empat tahun sekali; dan Senat memiliki 71 anggota, 40 di antaranya dipilih melalui pemilu (25 orang berbahasa Belanda dan 15 orang berbahasa Perancis), 21 anggota dipilih untuk mewakili Komunitas Berbahasa (10 orang dari Komunitas Vlaams, 10 orang dari Komunitas Berbahasa Perancis, dan satu orang dari Komunitas Berbahasa Jerman), dan 10 anggota lainnya dipilih oleh 40 orang yang terpilih langsung melalui pemilu (6 orang berbahasa Belanda dan 4 orang berbahasa Perancis).

 

Selain itu, Senat juga terdiri dari Putra/Putri Raja Belgia, yang saat ini berjumlah 3 yaitu Pangeran Philippe, Pangeran Laurent, dan Putri Astrid.

 

Parlemen Federal (Kamer) bertugas mengesahkan undang-undang, melakukan revisi konstitusi, dan meratifikasi perjanjian internasional.

 

Kamer memiliki tugas khusus untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menetapkan anggaran belanja negara. Kamer juga memiliki kewenangan untuk mengusulkan mosi tidak percaya atas pemerintah.

 

Senat memiliki kewenangan khusus untuk menyelesaikan konflik kepentingan yang mungkin terjadi antara Parlemen Federal dengan Dewan-Dewan Komunitas atau Daerah. Selain itu, baik Kamer maupun Senat memiliki wewenang untuk mengajukan calon anggota Pengadilan Arbitrase, Pengadilan Kasasi, dan Dewan Negara (Mahkamah Administrasi).

 

Daerah (Region)

Peta Region Belgia

Belgia terdiri dari tiga Daerah yang memiliki Dewan Daerah dan Pemerintah sendiri, yaitu Daerah Vlaanderen, Daerah Ibukota Brussel, dan Daerah Wallonia.

 

Kekuasaan legislatif diselenggarakan oleh dewan perwakilan regional yaitu: Dewan Vlaanderen (124 anggota), Dewan Daerah Wallonia (75 anggota), dan Dewan Daerah Ibukota Brussel (89 anggota).

 

Anggota Dewan Daerah dipilih oleh penduduk Daerah setiap lima tahun sekali. Khusus untuk Daerah Vlaanderen, institusi Daerah dan Komunitas digabung menjadi satu, sehingga di Vlaanderen hanya terdapat satu Dewan dan satu Pemerintah.

 

Sedangkan Kekuasaan eksekutif diselenggarakan oleh pemerintah regional, yang masing-masing dikepalai seorang Menteri-Presiden (President Minister), di mana Pemerintah Vlaanderen terdiri dari maksimum 11 anggota, Pemerintah Wallonia (maksimum 9 anggota), dan Pemerintah Brussel (maksimum 8 anggota).

 

Kewenangan yang dimiliki oleh Daerah sangat terkait dengan konsep daerah dan kawasan, seperti di bidang ekonomi regional, tenaga kerja, pertanian dan perikanan, energi, kebijakan pengaturan air, perumahan, pekerjaan umum, energi, transportasi umum (kecuali perusahaan kereta api Belgia/ /SNCB), lingkungan hidup, perencanaan kota dan pedesaan, perumahan, modernisasi pertanian, pelestarian alam, pemberian kredit, perdagangan luar negeri, pelatihan dan penempatan para tuna kerja, serta pengawasan provinsi, kotapraja, dan perusahaan-perusahaan air, gas dan listrik.

 

Selain itu, Daerah juga memiliki kewenangan di bidang riset ilmu pengetahuan dan hubungan internasional, namun terbatas pada yang berkaitan dengan kewenangan yang dimilikinya.

 

Komunitas (Community)

Peta Komunitas Belgia

Belgia memiliki 3 Komunitas, yang masing-masing berbahasa Belanda, Perancis, dan Jerman.

 

 

Kekuasaan legislatif komunitas diselenggarakan oleh dewan perwakilan komunitas, yaitu Dewan Komunitas Vlaanderen (yang dirangkap Dewan Vlaanderen), Dewan Komunitas berbahasa Perancis (94 anggota), dan Dewan Komunitas berbahasa Jerman (25 anggota).

 

Sedangkan Kekuasaan eksekutif masing-masing Komunitas juga diselenggarakan oleh pemerintah Komunitas, yang masing-masing dikepalai seorang Menteri-Presiden, yaitu Pemerintah Komunitas Berbahasa Belanda (yang dirangkap pemerintah Daerah Vlaanderen), Pemerintah Komunitas berbahasa Perancis, dan Pemerintah Komunitas berbahasa Jerman.

 

Pemerintah Komunitas memiliki kewenangan seperti di bidang pendidikan dan kebudayaan, penggunaan bahasa, media audiovisual, kesehatan, serta pelayanan bagi perorangan yang menyangkut perlindungan pemuda, kesejahteraan sosial, bantuan keluarga, bantuan bagi generasi muda, olahraga, pencegahan gangguan kesehatan, dan pelayanan kepada imigran.

 

Komunitas juga memiliki kewenangan di bidang riset ilmu pengetahuan dan hubungan internasional, namun terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan yang dimilikinya.

 

Penggunaan bahasa Perancis, Belanda dan Jerman sebagai bahasa resmi dikukuhkan melalui undang-undang pada tahun 1873 dan 1963.

 

Provinsi

Belgia memiliki 10 Provinsi, yaitu 5 di Daerah Vlaanderen: West Flanders, East Flanders, Antwerp, Flemish Brabant, Limburg; dan 5 di Daerah Wallonia: Hainaut, Walloon Brabant, Namur, Liège, dan Luxembourg. Setiap provinsi dikelola oleh kolese provinsial, yang terdiri dari 7 anggota yang melaksanakan keputusan dewan dan menyusun anggaran provinsi.

 

Kekuasaan legislatif provinsi dipegang oleh Dewan provinsial yang terdiri dari anggota yang dipilih, dan jumlahnya proporsional dengan populasi setiap provinsi.

 

Sedangkan kekuasaan eksekutif dipegang oleh gubernur provinsi, yang merupakan komisaris pemerintah dan dilantik oleh pemerintah daerahnya, serta terutama memiliki kewenangan di bidang pengawasan atau keamanan umum.

 

Provinsi memiliki kewenangan yang bervariasi dari satu provinsi ke provinsi lainnya, seperti pendidikan, infrastruktur, rumah sakit, kebudayaan, lingkungan hidup.

 

Komune

Belgia terdiri dari 589 Komune, yaitu 308 di Vlaanderen, 262 di Wallonia, dan 19 di Ibukota Brussel. Komune ini dapat disamakan dengan Kota atau Kabupaten di Indonesia.

 

Dewan komunal adalah majelis yang terdiri dari anggota terpilih di penduduk masing-masing, dengan jumlah yang proporsional dengan jumlah penduduk

 

Kolese komunal merupakan sejenis kabinet menteri, yang  terdiri dari pejabat kotapraja (échevin) dengan kewenangan tertentu, seperti pekerjaan umum, kebudayaan, pendidikan, keuangan. Pejabat kotapraja tersebut menyiapkan berkas yang akan diajukan ke Dewan komunal dan selanjutnya memastikan penerapannya.

 

Walikota dipilih dari anggota terpilih di Dewan komunal dan dilantik oleh pemerintah regional. Walikota memimpin Dewan komunal dan Kolese komunal, serta bertugas melaksanakan peraturan dan keputusan. Walikota memiliki kewenangan di kepolisian administratif dan keamanan umum di komunenya.

 

Komune memiliki ruang bertindak yang sangat luas, terutama di bidang fiskal, tetapi menjadi obyek pengendalian dan pengawasan tingkat kekuasaan yang lebih tinggi, yang seringkali menanggung sejumlah besar pendanaannya.

 

Federalisme Belgia

Setelah hasil 5 reformasi negaranya diterapkan, Belgia memiliki  sistem pemerintahan tiga tingkat yang kompleks.

 

Tingkat pertama terdiri dari Negara Federal, 3 Daerah (Vlaanderen, Wallonia, Brussel), 3 Komunitas (berbahasa Belanda, Perancis, Jerman), yang kesemuanya berdiri sama tinggi tetapi dalam bidang yang berbeda, dan tidak bertanggung jawab satu sama lain.

 

Dalam kaitan itu, pembentukan ketiga Komunitas pada 1970 adalah untuk menjawab aspirasi Vlaanderen bagi otonomi di bidang bahasa dan kebudayaan.

 

Sementara itu, pembentukan daerah Vlaanderen dan Wallonia (1980) dan Brussel (1989) merupakan jawaban terhadap aspirasi Wallonia untuk otonomi di bidang ekonomi.

 

Tingkat berikutnya, yang kedua, terdiri dari 10 Provinsi, yang bertanggung jawab kepada Pemerintah Federal, Daerah, dan Komunitas di atasnya.

 

Sedangkan tingkat ketiga terdiri dari 589 Komune, yang juga bertanggung jawab kepada Pemerintah Federal, Daerah, dan Komunitas di atasnya. Komune didanai oleh Pemerintah Daerahnya masing-masing.

 

Perkembangan Dalam Negeri Belgia

Bidang Politik

 

Setelah pemilu legislatif tanggal 10 Juni 2007, Belgia mengalami krisis politik terpanjang dalam sejarahnya akibat perbedaan posisi di antara kelompok partai politik berbahasa Belanda dan Perancis terhadap tuntutan parpol berbahasa Belanda mengenai reformasi negara guna otonomi yang diperluas bagi pemerintah daerah (Vlaanderen, Wallonia, Brussel).

 

Sementara itu, kelompok parpol berbahasa Perancis tidak memandang tuntutan itu sebagai suatu urgensi tetapi kemudian bersedia membahasnya.

 

Selain itu, parpol berbahasa Belanda juga menuntut dipisahkannya wilayah pemilihan Brussel-Halle-Vilvoorde (BHV), yaitu agar pemilih berbahasa Perancis yang tinggal di luar Brussel (di wilayah yang berbahasa Belanda) tidak memilih politisi di Brussel yang berbahasa Perancis saat mengikuti pemilu.

 

Untuk itu, dalam Komisi Dalam Negeri Kamer (Parlemen), kelompok parpol berbahasa Belanda telah mengajukan rancangan undang-undang mengenai BHV, yang kemudian disahkan pada 7 November 2007.

 

Akan tetapi, pengesahan RUU BHV dilakukan melalui pemungutan suara yang hanya dihadiri oleh parpol berbahasa Belanda, karena semua parpol berbahasa Perancis melakukan “walkout”.

 

Namun demikian, pembahasan  RUU BHV hingga kini tertunda karena parpol berbahasa Perancis menghidupkan prosedur “konflik kepentingan”, yang diajukan oleh parlemen-parlemen mereka.

 

Opsi prosedur tersebut diambil dengan maksud agar isu BHV dapat dibahas melalui suatu perundingan, dan tidak ditentukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya.

 

Akibat kedua tuntutan itu, pembentukan pemerintah baru menjadi berlarut-larut, karena dikaitkan dengan tercapainya kemajuan dalam pembahasan terhadap kedua tuntutan itu.

 

Formatur pembentukan pemerintah, Yves Leterme (partai CD&V), bahkan sampai dua kali mengundurkan diri (pada 23 Agustus dan 1 Desember 2007), yang menimbulkan krisis politik.

 

Perkembangan ini sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat maupun pemerhati politik bahwa Belgia akan terpecah.

 

Raja Albert II kemudian menunjuk Perdana Menteri demisioner, Guy Verhofstadt (Open VLD), untuk memimpin pemerintah sementara pada 20 Desember 2007.

 

Pada akhirnya, pemerintah baru dapat terbentuk pada 20 Maret 2008 dengan Y.M. Yves Leterme sebagai Perdana Menteri dan dengan koalisi yang terdiri dari 5 partai (CD&V, Open VLD, MR, PS, dan CDH).

 

Walau demikian, pembahasan kedua tuntutan itu kembali menemui kebuntuan dan Perdana Menteri Leterme kembali mengajukan pengunduran diri pada 14 Juli 2008, tetapi ditolak Raja pada 17 Juli 2008.  Namun demikian, akibat dugaan adanya intervensi pemerintah terhadap proses hukum mengenai rekapitalisasi Bank Fortis (Belgia) oleh Bank BNP Paribas (Perancis), maka pemerintah Leterme I akhirnya mengundurkan diri pada 19 Desember 2008 dan digantikan oleh pemerintah di bawah Perdana Menteri Herman Van Rompuy (CD&V), yang dilantik pada 30 Desember 2008.

 

Pada tanggal 7 Juni 2009, Belgia telah menyelenggarakan Pemilu Regional dan Pemilu Eropa setelah Pemilu Regional dan Eropa sebelumnya pada 13 Juni 2004. Pemilu Regional diselenggarakan untuk memilih anggota Parlemen Vlaanderen, Parlemen Wallonia, Parlemen Brussel, dan Parlemen Komunitas Berbahasa Jerman. Masing-masing parlemen tersebut kemudian akan memilih pemerintah bagi Daerah dan Komunitasnya masing-masing. Sedangkan Pemilu Eropa diselenggarakan untuk memilih wakil Belgia pada Parlemen Eropa.

 

Untuk Pemilu Regional, dari 7.741.424 pemilih, tercatat 6.617.501 suara yang sah. Sedangkan untuk Pemilu Eropa, dari 7.760.436 pemilih, tercatat 6.492.991 suara yang sah. Pada Parlemen Daerah Vlaanderen, partai CD&V tetap menjadi partai terbesar, diikuti Open VLD, Vlaams Belang, SP.A, dan N-VA. Pada 15 Juli 2009, pemerintah baru Daerah Vlaanderen periode 2009-2014, di bawah pimpinan Menteri-Presiden Kris Peeters (CD&V), memperoleh kepercayaan dari Parlemen Vlaanderen yang baru. Pemerintah merupakan koalisi dari partai-partai CD&V, SP.A, dan N-VA.

 

Untuk Parlemen Daerah Wallonia, partai PS tetap menjadi partai terbesar, diikuti MR, Ecolo, dan CDH. Pada 16 Juli 2009, pemerintah baru Daerah Wallonia periode 2009-2014, di bawah pimpinan Menteri-Presiden Rudy Demotte (PS), memperoleh kepercayaan dari Parlemen Wallonia yang baru. Pemerintah merupakan koalisi dari partai-partai PS, Ecolo, dan CDH.

 

Untuk Parlemen Daerah Brussel, partai MR menjadi partai terbesar, diikuti PS, Ecolo, dan CDH. Pada 16 Juli 2009, pemerintah baru Daerah Brussel periode 2009-2014, di bawah pimpinan Menteri-Presiden Charles Picqué (PS), terbentuk. Pemerintah merupakan koalisi dari partai-partai PS, Ecolo, dan CDH.

 

Sedangkan untuk Parlemen Komunitas Berbahasa Jerman, partai CSP tetap menjadi partai terbesar, diikuti SP, PFF, dan ProDG. Parlemen kemudian memilih pemerintah baru Komunitas Berbahasa Jerman periode 2009-2014, di bawah pimpinan Menteri-Presiden Karl-Heinz Lambertz (SP). Pemerintah merupakan koalisi dari partai-partai SP, PFF, dan ProDG.

 

Sementara itu, untuk Parlemen Eropa, Belgia memperoleh 22 kursi, setelah pada tahun 2004 memperoleh 24 kursi. Partai-partai yang memperoleh kursi adalah CD&V (3), Open VLD (3), SP.A (2), Vlaams Belang (2), Groen! (1), Lijst Dedecker (1), N-VA (1), PS (3), MR (2), CDH (2), Ecolo (2), dan CSP (1).

 

Sebagai akibat perpindahan pejabat dari tingkat regional ke federal atau sebaliknya, maka pada 16 Juli 2009 terjadi “reshuffle” pemerintah federal Belgia dengan komposisi tetap 15 menteri dan 7 sekretaris negara. Perubahan yang terjadi adalah masuknya 3 menteri baru dan 1 sekretaris negara, serta 1 komisaris pemerintah.

 

Bidang Ekonomi

Berpenduduk 10.6 juta (2008), Belgia merupakan salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia (US$ 37.500 atau €26.200 pada 2008), dan menerapkan ekonomi pasar terbuka.

 

Belgia merupakan salah satu negara pertama di Eropa yang mengalami revolusi industri di awal tahun 1800an, dan produsen baja utama pada abad ke-19. Pada masa itu, Wallonia di Belgia selatan mengalami masa kemakmuran, terutama berkat cadangan batu bara yang besar.

 

Dalam masa industrialisasi itu, peran sektor pertanian terus menurun dan kini hanya memberikan kontribusi 1% bagi PDB Belgia, dengan terigu, gandum, gula bit, kentang, dan rami sebagai produk utamanya.

 

Bersamaan dengan industrialisasi, berkembang pula transportasi dan infrastruktur yang efisien, dibarengi dengan tenaga kerja yang terampil dan berbakat. Setelah Perang Dunia II, Vlaanderen tumbuh pesat sebagai pusat industri petrokimia dan manufaktur ringan. Vlaanderen juga memiliki pelabuhan Antwerpen (terbesar ke-dua di Eropa) dan pusat pengasah berlian terkemuka yang menghasilkan 70% berlian dunia.

 

Sementara itu, akibat menipisnya cadangan batubara dan industri baja yang menua dan tidak efisien, Wallonia mulai mengalami penurunan.

 

Pada akhir 1980an, hutang pemerintah mencapai 121% PDB akibat meningkatnya harga minyak bumi pada 1971 dan 1979. Terjadi pula resesi berkepanjangan akibat peningkatan pengangguran, peningkatan hutang perorangan, dan defisit negara.

 

Setelah mengaitkan Franc Belgia dengan Mark Jerman melalui suku bunga pada 1990, maka perekonomian Belgia mulai pulih, sebelum kembali mengalami resesi pada 1992.

 

Pada 1 Mei 1998, Belgia menjadi anggota European Monetary Union dan perekonomian Belgia tumbuh secara konsisten hingga 2001 saat terjadi pelesuan ekonomi dunia. Belgia memberlakukan mata uang Euro sejak 1 Januari 2002.

 

Dalam kurun waktu 2004-2007, perekonomian Belgia tumbuh perlahan dan mencapai 3% pada 2006.

 

Namun demikian, akibat penurunan konsumsi, investasi, dan ekspor, maka tingkat pertumbuhan terus turun, dengan 2.6% (2007) dan 1.4% (2008).

 

Selain itu, krisis keuangan yang melanda pasar keuangan dunia pada akhir 2008 menyebabkan dampak yang kuat terhadap Belgia, terutama trimester terakhir 2008.

 

Pemerintah Belgia cepat mengambil langkah rekapitalisasi terhadap 3 banknya, yaitu Fortis, Dexia, KBC; dan 1 perusahaan asuransi, Ethias, karena semuanya mengalami penurunan tajam nilai saham.

 

Akibat lain dari krisis tersebut, Komisi Eropa memperkirakan kegiatan ekonomi Belgia pada 3 trimester pertama 2009 akan terus menurun. Selain itu, investasi akan menurun karena penurunan permintaan dan kesulitan mendapatkan kredit. Sebagai akibat, kompetitivitas Belgia akan melemah dan ekspor akan semakin sulit. Sementara itu, akibat peningkatan pengeluaran, defisit anggaran Belgia akan terus meningkat, dari 0.3% dari PDB (2007) menjadi 0.9% (2008) dan 3% (2009). Jika keadaan terus berlanjut, maka pada 2010 dikhawatirkan defisit akan menjadi 4.3%, di mana hutang negara akan meningkat dari 88.3% PDB (2008), menjadi 91.2% (2009), dan 94% (2010).

 

Untuk mengatasi penurunan perekonomian itu, pada 11 Desember 2008, Pemerintah Federal telah meluncurkan paket stimulus senilai €2 miliar, atau 0.6% PDB Belgia.

 

Perekonomian Belgia kini terutama tergantung pada jasa, karena Belgia berfungsi sebagai pusat pemrosesan bahan mentah impor menjadi produk jadi.

 

Di tahun 2008, Belgia menempati peringkat ke-20 dunia, dan ke-10 Eropa, sebagai perekonomian yang paling bebas. Dengan sekitar 100 bank, termasuk 70 bank asing, Belgia memiliki sistem keuangan yang sangat maju.

 

Meskipun memiliki masa depan yang menjanjikan, Belgia mengandalkan sesama anggota Uni Eropa untuk perdagangannya menghadapi tantangan, seperti alternatif pengganti energi nuklir setelah 2015, upah tenaga kerja yang tinggi, dan penuaan penduduk.

 

Politik Luar Negeri Belgia

Dalam Deklarasi Kebijakan pemerintahnya, pada 31 Desember 2008, Perdana Menteri Belgia yang baru, Herman Van Rompuy, menyampaikan bahwa ia akan melaksanakan secara integral kebijakan pemerintah sebelumnya di bawah Yves Leterme.

 

Dalam kaitan itu, saat menyampaikan Deklarasi Kebijakannya, pada 20 Maret 2008, Yves Leterme menyampaikan bahwa pemerintahnya ingin turut bertanggung jawab atas masyarakat internasional dan ingin bersikap solider terhadap dunia Selatan.

 

Untuk itu, pemerintahnya akan melaksanakan politik luar negeri yang aktif, di dalam kerangka Eropa dan multilateral. Pemerintah akan berusaha menjadi lokomotif dari pemerkuatan dan pemerdalaman Uni Eropa.

 

Belgia akan berupaya aktif memperjuangkan perdamaian dan keamanan internasional, termasuk di lapangan. Belgia akan terus mengerahkan tenaganya guna memulihkan ketenangan dan perdamaian berkelanjutan di kawasan Great Lakes di Afrika Tengah.

 

Belgia juga akan terus berupaya, hingga 2010, mengalokasikan 0.7% pendapatan nasionalnya bagi kerja sama pembangunan.

 

Sehubungan dengan itu, Menteri Luar Negeri Karel De Gucht menggariskan kebijakan luar negerinya dalam 9 bidang utama: Uni Eropa, Afrika, Hubungan dengan Amerika Serikat, Hubungan dengan Negara Lainnya, Keamanan Eropa dan Internasional, Multilateralisme serta PBB, Diplomasi Preventif, Diplomasi Ekonomi, dan Urusan Konsuler.

 

Kebijakan luar negeri Belgia bertujuan memperkuat dan membangun kepentingannya, dengan pelaksanaan yang sesuai dengan sumber daya keuangan serta manusianya.

 

Sebagai negara eksportir, Belgia menginginkan perdagangan dunia yang lebih bebas dan setara guna meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan bagi manusia untuk keluar dari kemiskinan.

 

Sebagai landasan etika, Belgia ingin memajukan perdamaian dan stabilitas. Karenanya, prioritas kebijakan luar negeri Belgia adalah integrasi Eropa dan upaya pencegahan konflik serta pemeliharaan keamanan di kawasan Eropa.

 

Dalam mengembangkan hubungan internasional, Belgia mengedepankan azas multilateralisme melalui berbagai forum internasional seperti PBB, NATO, UE, WEU, dan OSCE.

 

Belgia juga memberikan perhatian besar terhadap negara-negara bekas jajahannya di Afrika dan terus aktif dalam usaha mencari jalan keluar bagi konflik-konflik di bekas negara jajahannya tersebut.

 

Belgia secara intensif juga berusaha meningkatkan hubungan, baik dengan negara-negara di Eropa maupun dengan negara-negara di Amerika Utara dan Amerika Latin, ACP (Afrika, Karibia, serta Pasifik), dan Asia. Kebijakan ini berlandaskan kepada tema-tema seperti perdamaian, kemanusiaan, dan HAM.

 

Menyadari potensi besar yang dimiliki benua Asia – dari segi penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan perdagangan internasionalnya – Belgia meluncurkan kebijakan mengenai Asia yang baru dan lebih aktif.

 

Orientasi politik luar negeri yang semula pragmatis untuk kawasan ini, kini berubah menjadi lebih terarah.

 

Di dalam kerangka Asia yang baru, yang semakin demokratis, Belgia ingin mengembangkan dialog dengan Asia, seperti melalui pertemuan UE-ASEAN, ASEM.

 

Kebijakan Asia yang baru itu meliputi elemen seperti, kebijakan Belgia yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negaranya, bidang ekonomi-perdagangan yang terus menempati tempat yang penting, memperluas dan memperdalam kerja sama politik melalui forum bilateral dan multilateral, serta meningkatkan peran aktif di bidang keamanan Asia.

 

Untuk itu, ingin dicapai perjanjian kerja sama dengan negara-negara Asia, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam aspek lainnya, seperti kepolisian, keadilan, dan migrasi.

 

Peningkatan hubungan tersebut masih tetap memperhatikan aspek HAM, demokratisasi, dan lingkungan hidup, khususnya dalam penerapan program-program kerja sama pembangunan.

 

Walau berukuran relatif kecil, Belgia tampak selalu berupaya untuk menampilkan image dan visibility Belgium yang baik, apakah di Uni Eropa maupun di lingkungan internasional. Sejumlah kegiatan dan inisiatifnya di UE dan PBB menunjukkan kecenderungan untuk tidak terpengaruh negara-negara besar.

 

Dalam lingkup PBB dan UE, Belgia berinisiatif melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya di wilayah tersebut melalui kunjungan keliling dan dialog politik dengan pihak-pihak terkait.

 

Belgia juga memberikan perhatian kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah, antara lain dalam upaya pencapaian perdamaian, kerja sama pembangunan, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

 

Pada 14 Januari 2009, setelah serangan Israel ke Jalur Gaza, Belgia telah mengambil inisiatif kemanusiaan dengan menerbangkan enam anak Palestina yang terluka parah untuk dibawa dan dirawat di rumah sakit Belgia di Brussel.

 

Secara khusus, dalam rapat kerja dengan para Kepala Perwakilan Diplomatik Belgia pada 2-6 Juni 2008 di Brussel, Menlu menekankan perlunya reorientasi kebijakan luar negeri Belgia dengan menjalankan diplomasi ekonomi. Untuk itu, para diplomat RI di Belgia diharuskan melaksanakan diplomasi ekonomi secara lebih giat dan mendukung perdagangan luar negeri secara proaktif.

 

 

Indonesia dan Belgia

Bidang Politik

Hubungan bilateral Indonesia-Belgia dimulai sejak Belgia menjadi anggota Komisi Tiga Negara (KTN) bersama Australia dan Amerika Serikat pada awal kemerdekaan Indonesia. Melalui Komisi Tiga Negara, Belgia terlibat dalam menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda menyangkut kedaulatan RI yang kemerdekaannya telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

Pada tahun 1949 Belgia merupakan salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Pada bulan Desember 1949 Indonesia membuka perwakilan untuk Kerajaan Belgia dengan Ida Anak Agung Gde Agung sebagai Duta RI yang pertama di Belgia.

 

Pada tahun 1963, kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral tersebut dengan menetapkan perwakilan pada tingkatan sebagai Kedutaan Besar yang dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (extraordinary and plenipotentiary).

 

Pemerintah Belgia menyambut baik proses demokratisasi di Indonesia. Pelaksanaan pemilu 1999 dan 2004 yang berlangsung sukses dan demokratis, mendapatkan respon yang positif dari berbagai kalangan di Belgia.

 

Belgia selalu mengemukakan dukungannya bagi integritas dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dukungan Belgia tersebut senantiasa ditegaskan dalam berbagai kesempatan dalam forum pertemuan resmi.

 

Hubungan bilateral Belgia-Indonesia secara umum berlangsung dengan baik tanpa ada persoalan-persoalan yang mengganggu.

 

Selain itu, pada tahun 2005, Belgia juga berpartisipasi dalam pelaksanaan misi Aceh Monitoring Mission (AMM) di Nanggroe Aceh Darussalam, dengan mengirimkan 4 (empat) personil militernya, dalam rangka pelaksanaan Perjanjian Damai Helsinki antara Pemri dan GAM.

 

Indonesia dan Belgia sering menggalang kerja sama dalam pencalonan-pencalonan kedua negara di berbagai lembaga internasional. Pemerintah Belgia telah memberikan dukungan kepada Indonesia atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang pemilihannya dilakukan pada tanggal 9 Mei 2006.

 

Belgia mendukung pencalonan Duta Besar Nugroho Wisnumurti sebagai anggota International Law of Commission (ILC) periode 2007-2011, dan Indonesia mendukung pencalonan Belgia pada Commission on Narcotic Drugs periode 2006-2009.

 

Belgia mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK-PBB periode 2007 – 2008 dan Indonesia mendukung pencalonan Belgia sebagai anggota tidak tetap DK-PBB periode 2007 – 2008.

 

Bidang Ekonomi & Perdagangan

Hubungan perdagangan Indonesia – Belgia menunjukkan perkembangan yang baik di mana Belgia menduduki posisi ke-6 untuk tujuan ekspor produk non migas Indonesia ke pasar Uni Eropa atau posisi ke-18 untuk tujuan ekspor Indonesia ke Dunia.

 

Pada tahun 2007, Indonesia menduduki posisi ke-42 sebagai negara mitra dagang dengan Belgia, di bawah negara anggota ASEAN lainnya seperti Thailand (36) dan Singapura (39). Total nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa periode 2003 s/d 2007 menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 9,24% dari €1,256 milliar pada tahun 2003 menjadi €1,856 milliar pada tahun 2007.

 

Trend ekspor non migas Indonesia ke Belgia periode 2003 s/d 2007 rata-rata naik sebesar 8,45% dari US$ 1,024 milliar pada tahun 2003 menjadi US$ 1,483 miliar pada tahun 2007. Sedangkan nilai ekspor non migas Indonesia untuk periode Januari s/d September 2008 mencapai US$ 1,590 miliar meningkat sebesar 15,75% terhadap periode yang sama pada tahun 2007 sebesar US$ 1,374 milliar. Kontribusi ekspor Indonesia ke Belgia sebesar 7,27% dari total ekspor Indonesia ke Uni Eropa.

 

Tren ekspor Belgia ke Indonesia periode 2003 s/d 2007 rata-rata naik sebesar 12,41% dari US$ 232 juta pada tahun 2003 menjadi US$ 373 juta pada tahun 2007, sedangkan untuk periode Januari s/d September 2008 total ekspor Belgia ke Indonesia mencapai US$ 378,3 juta dan mengalami kenaikan sebesar 39,74 % dibandingkan periode yang sama pada tahun 2007 sebesar US$ 271,4 juta. Kontribusi ekspor Belgia ke Indonesia sebesar 5,73% dari total ekspor Uni Eropa ke Indonesia.

 

Untuk tahun 2008, neraca perdagangan Indonesia Belgia masih menjadi surplus bagi Indonesia dengan total ekspor Indonesia ke Belgia mencapai US$ 1.625.307.000 dan total impor senilai US$ 467.392.000.

 

Adapun 10 komoditi utama ekspor Indonesia ke Belgia untuk tahun 2007 adalah: HS 4001 (Natural rubber, balata, gutta-percha, guayule, chicle and similar natural gums, in primary forms or in plates, sheets or strip), HS 1513 (Coconut “copra”, palm kernel or babassu oil and fractions thereof), HS 0306 (Crustaceans, whether in shell or not, live, fresh, chilled, frozen, dried), HS 4802 (Uncoated paper and paperboard), HS 4409 (Plywood, veneered panel and similar laminated wood), HS 6402 (Footwear with outer soles and uppers of rubber or plastics), HS 5509 (Yarn of synthetic staple fibres), HS 6109 (T-shirts, singlets and other vests, knitted or crocheted), dan HS 2916 (Unsaturated acyclic monocarboxylic acids).

 

Berdasarkan data BKPM sejak tahun 1967 s/d 2007, persetujuan investasi  Belgia di Indonesia mencapai USD 451,2 juta dengan 89 proyek. Nilai tersebut menempatkan Belgia pada posisi ke-25 di dunia sebagai negara yang mengajukan investment approval di Indonesia.

 

Pada tahun 2007, persetujuan rencana investasi Belgia di Indonesia sebesar US$ 4,6 juta dengan 8 (delapan) proyek, terjadi peningkatan dibanding tahun 2006 sebesar US$ 3,2 juta pada 4 (empat) proyek. Hal tersebut mendudukkan Belgia sebagai peringkat investor ke-28 di Indonesia.

 

Investasi Belgia ke Indonesia selama ini tersebar dalam sektor-sektor usaha yang meliputi perkebunan, pabrik peralatan listrik, pengolahan besi, industri pengolahan limbah dan tekstil.

 

Dari sisi perpajakan, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Belgia telah menandatangani Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) atau Agreement between the Republic of Indonesia and the Kingdom of Belgium for the Avoidance and Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income and on Capital yang ditandatangani pada tanggal 17 November 1973 di Brussel. Perjanjian tersebut dinegosiasi ulang dan telah ditandatangani kembali pada tanggal 16 September 1997. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2002.

 

Indonesia telah berpartisipasi pada pameran pertanian Foire de Libramont di Belgia pada tanggal 24 – 27 Juli 2009 dan pada tanggal 25 s/d 28 2008.

 

Indonesia secara reguler mengikuti pameran tahunan produk perikanan terbesar European Seafood Exposition yang berlangsung di  Parc des Expositions, Brussel, Belgia. Tahun ini Indonesia telah berpartisipasi pada pameran tersebut yang berlangsung tanggal 28-30 April 2009.  Expor produk perikanan Indonesia ke Belgia yang berjumlah sekitar €35 juta (2007) diharapkan dapat ditingkatkan melalui transaksi pada pameran tersebut.

 

Menurut catatan Directorate General for Development Cooperation, Belgia, Indonesia menerima Belgian Official Development Assistance (ODA) untuk  sektor pertanian, kehutanan dan perikanan berturut-turut berjumlah €667.208 (2003), €636.144 (2004), €670.266 (2005), €692.006 (2006) dan €815.862 (2007).

 

Bidang Sosial dan Budaya

Sepasang Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Pada tanggal 17 Agustus 2009, sepasang gajah Sumatera, Ani dan Valentino tiba di bandar udara Zaventem, Belgia. Ketibaan sepasang gajah Sumatera tersebut merupakan sumbangan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Belgia yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan kepada Parc Paradisio yang terletak di Provinsi Hainaut, Belgia.

 

Ani dan Valentino yang merupakan buah hasil kerjasama program breeding loan antara Taman Safari Indonesia dengan Parc Paradisio, sehari-harinya akan menghuni dan menjaga Taman Indonesia (Kerajaan Ganesha) yang terletak di dalam Parc Paradisio.

 

Nama “Ani” yang berumur 4 (empat) tahun tersebut, dianugerahkan oleh Ibu Negara RI, Ibu Ani Yudhoyono. Sepasang gajah Sumatera ini merupakan kado istimewa bagi 60 (enam puluh) tahun hubungan bilateral Indonesia dan Belgia.

 

Meskipun dikelola dan diasuh oleh Parc Paradisio, sepasang Gajah Sumatera tersebut akan tetap menjadi milik Indonesia dan menjadi aset budaya dan promosi Indonesia di Belgia serta menjadi ikon ke-Indonesia-an yang permanen di Eropa.

 

Dubes Nadjib inspeksi gajah sumatera di Parc Paradisio

Duta Besar RI di Brussel, Nadjib Riphat Kesoema meninjau dua gajah Sumatera di Taman Indonesia Parc Paradisio, 20 Agustus 2009

 

Taman Indonesia (Kingdom of Ganesha)

Taman Indonesia yang terletak di dalam Parc Paradisio merupakan suatu taman di atas lahan seluas 6,2 hektar yang didedikasikan untuk Indonesia. Peresmian Taman Indonesia tersebut dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, pada tanggal 18 Mei 2009.

 

Taman Indonesia dilengkapi dengan replika pura Bali “Pura Agung Shanti Buwana” sebesar ukuran pura yang sesungguhnya yang dilengkapi dengan hamparan sawah ladang ala Ubud; rangkaian rumah adat Nusa Tenggara; rumah Toraja dari Sulawesi Selatan; serta replika candi Borobudur dan Prambanan.

 

Menbudpar Jero Wacik resmikan Taman Indonesia di Parc Paradisio

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Bapak Jero Wacik meresmikan Taman Indonesia di Parc Paradisio, 18 Mei 2009.

 

Peningkatan Citra Indonesia

 

Sepanjang tahun 2008 hingga paruh pertama tahun 2009, KBRI Brussel telah melakukan rangkaian kegiatan promosi yang bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia dalam bentuk pameran dan penampilan seni dan budaya Indonesia untuk menyukseskan program Visit Indonesia Year 2008 dan Visit Indonesia Year 2009.

 

Sebanyak kurang lebih 40 (empat puluh) kegiatan promosi Indonesia telah dilaksanakan dengan baik oleh KBRI Brussel di seluruh penjuru Belgia (dan Luksemburg) sebagai wujud nyata people-to-people contact dengan capaian peningkatan pemahaman mengenai Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu daya tarik wisata dunia.

 

Mulai kegiatan promosi yang memiliki nilai eksklusifitas tinggi seperti berpartisipasi dalam Brussels Holiday Show di kota Brussel, Vakantie Salon di kota Brugge, Salon des Vacances di kota Charleroi, Festival des Migration des Cultures et de la Citoneyetté di Luksemburg hingga menjadi guest country dari Asia Fair 2009, penyelenggaraan pameran tahunan wisata Asia terbesar di Belgia.

 

Selain kegiatan promosi yang berpartisipasi pada sebuah kegiatan festival, KBRI Brussel juga aktif melakukan promosi dengan bekerjasama dengan pihak-pihak pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Belgia.

 

Pawai dan karnaval Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah kota Stavelot dalam Carnavals du Monde dalam rangka 60ème anniversaire de notre Conférie, membuahkan pemberian penghargaan Chevalier d’honneur kepada Duta Besar RI pada tahun 2008 yang merupakan sebuah pengakuan secara bilateral atas diplomasi budaya yang dilakukan.

 

Pemakaian pakaian adat/tradisional Indonesia pada Manneken Pis

 

Indonesia juga memperoleh kehormatan untuk menyematkan salah satu pakaian adat/tradisional Indonesia pada maskot Kota Brussel, Manneken Pis. Penyematan pertama dilakukan pada tanggal 18-19 Agustus 2008 dengan pemakaian pakaian adat Lampung. Pakaian tersebut kemudian disimpan di Galeri Manneken Pis yang merupakan bagian dari Museum Kota Brussel. Pakaian adat Lampung tersebut menjadi pakaian ke-809 yang dikenakan oleh Maskot yang ‘tumbur besar’ bersama dengan Kota Brussel tersebut.

 

Tanggal 18-19 Agustus 2009, Manneken Pis kembali berbusana Lampung sebagai kado peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Kemerdekaan RI.

 

Selain itu, pakaian adat yang sama dapat kembali dikenakan oleh Manneken Pis di luar jadwal yang telah disebutkan di atas apabila terdapat kunjungan tamu kehormatan RI ke Belgia. Pada tanggal 18-19 Mei 2009, bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Bapak Jero Wacik, ke Belgia untuk meresmikan Taman Indonesia di Parc Paradisio, Manneken Pis kembali berbusana Indonesia.

 

Manneken Pis kembali berbusana Lampung pada tanggal 18 – 19 Agustus 2009 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Kemerdekaan RI.

 

Manneken Pis Pake Baju Lampung
Maskot kota Brussel, patung “Manneken Pis” mengenakan busana adat Lampung pada tanggal 18-19 Agustus 2008, 18-19 Mei 2009, dan 18-19 Agustus 2009.

Penganugerahan Gelar Chevalier d’Honneur Blancs Moussis kepada Dubes RI

 

Pada tahun 2008, Duta Besar RI di Brussel, Nadjib Riphat Kesoema menerima gelar Chevalier d’Honneur Blancs Moussis (Bangsawan Ksatria Kehormatan) Kelas I dari kota Stavelot, Belgia. Upacara penyematan stola (medali) gelar kehormatan yang prestisius dan megah dari pemerintah kota wisata Stavelot, Belgia dihadiri oleh para anggota Dewan Kehormatan Komite Confrerie Blancs Moussis kota Stavelot pada tanggal 4 Maret 2008. Gelar kehormatan langka dan bergengsi ini diberikan untuk menghargai para tokoh yang telah membantu pengembangan tradisi dan kesenian rakyat sebagai bagian dari industri kepariwisataan yang bermutu dan bermartabat.

 

Bidang Protokol dan Konsuler
 

Beberapa negara UE termasuk Belgia telah membebaskan paspor diplomatik dan dinas dari persyaratan visa. Hal ini dinilai memudahkan perjalanan bagi para pejabat Indonesia yang melakukan lawatannya ke Brussel bukan hanya dalam hubungan baik Indonesia – Belgia, namun juga karena Belgia merupakan ibu kota Uni Eropa.

 

Sejak tahun 2007, pembayaran jasa pelayanan keimigrasian dan jasa pelayanan kekonsuleran di loket pelayanan KBRI Brussel dapat dilakukan melalui Electronic Payment Terminal (EPT). Melalui fasilitas ini penggunan jasa keimigrasian dan kekonsuleran KBRI Brussel dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu debit. EPT tersebut juga mampu menerima pembayaran dengan kartu kredit Visa, Master Card dan American Express.

 

Mulai bulan Maret 2008, pemohon visa di KBRI Brussel dapat melakukan aplikasi visa masuk ke Indonesia secara online. Dengan demikian, pelayanan pemberian visa dapat dilaksanakan secara lebih cepat, aman dan mudah. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2008 KBRI Brussel telah mengeluarkan 2.684 visa dari berbagai indeks. Sebanyak 1.851 visa adalah visa wisata, 449 visa usaha (206 di antaranya adalah visa multiple entry), 180 visa sosial budaya, dan 81 visa pemerintahan, 43 visa tinggal terbatas, 50 visa diplomatik, dan 28 visa dinas serta 2 visa transit.

 

Setelah melalui beberapa kali negosiasi, pemerintah Belgia sejak bulan Juli 2008 telah mengakui Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia kategori A dan B1. Dengan pengakuan tersebut maka warga Indonesia yang berdomisili di Belgia dapat menukarkan SIM A atau SIM B1 mereka dengan SIM kategori B Belgia, tanpa harus melalui tes. Hal ini memudahkan warga Indonesia yang berdomisili di Belgia karena untuk mendapatkan SIM B Belgia (yang berlaku di wilayah Uni Eropa) biasanya memerlukan waktu yang lama dengan biaya yang tidak sedikit.

 

Pada tanggal 19 Juni 2009, Duta Besar RI di Brussel menyerahkan Piagam Penghargaan Presiden RI kepada Kerajaan Belgia, Medecin sans Frontier Belgia, dan International Trade Union Confederation (ITUC) atas peran serta ketiga institusi tersebut dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias pasa Tsunami 2004.

 


Kunjungan Presiden RI dan Pejabat RI ke Belgia, dan Sebaliknya

Wapres Jusuf Kalla menerima Bintang Jasa Commander in the Order of Leopold

Wakil Presiden RI, Bapak M. Jusuf Kalla dan Ketua KADIN Indonesia menerima penghargaan, masing-masing, Commander in the Order of Leopold dan Officer in the Order of Leopold dari Pemerintah Belgia pada tanggal 7 Februari 2009.

 

Dalam rangka menerima penganugerahan tanda kehormatan “Commander in the Order of Leopold”, Wakil Presiden RI, Bapak M. Jusuf Kalla telah mengunjungi Brussel pada 6-7 Februari 2009. Pada kesempatan kunjungan tersebut, Wapres RI telah mengadakan Kunjungan Kehormatan kepada Putra Mahkota Belgia, Prince Philippe; mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Karel de Gucht; dan memperoleh paparan dari Port Authority of Antwerpen. Wapres RI juga mengadakan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Belgia. Di samping itu, Pemerintah Belgia juga menganugerahkan tanda kehormatan “Officer in the Order of Leopold” kepada Ketua KADIN Indonesia, M.S. Hidayat.

 

Pada tanggal 22-26 November 2008, Putra Mahkota Belgia, Pangeran Philippe, yang didampingi Putri Mathilde, telah memimpin Misi Ekonomi Belgia ke Indonesia. Misi terdiri dari Menteri untuk Perusahaan dan Simplifikasi, Vincent Van Quickenborne; 40 pejabat federal, regional, Istana Kerajaan; dan lebih dari 80 pengusaha Belgia.

 

Pada tanggal 24 Juni 2008, Bapak Abdillah Toha melakukan kunjungan ke Belgia dan mengadakan pertemuan dengan anggota Parlemen Belgia, Ms. Tinne van Der Straeten, guna melakukan pendekatan dalam rangka pencalonan Ketua DPR RI sebagai Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU).

 

Tanggal 20 – 23 November 2007, delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipimpin oleh Dr. Laode Ida mengadakan kunjungan ke Belgia dan mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Belgia, Herman De Croo.

 

Pada tanggal 7 November 2007, delegasi Badan Kehormatan DPR RI dipimpin oleh Bapak Irsyad Sudiro telah mengadakan pertemuan dengan Anggota Kamer Federal Belgia dan melakukan pertukaran pandangan mengenai penerapan etika oleh anggota Kamer Federal Belgia.

 

Pada tanggal 18 Juni 2007, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Belgia, Jan Grauls, berkunjung ke Indonesia dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Deplu. Pertemuan bertujuan untuk membahas upaya peningkatan hubungan dan kerja sama kedua negara serta pertukaran informasi mengenai isu-isu keamanan internasional dan regional.

 

Menteri Ekononomi, Energi, Perdagangan Luar Negeri dan Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Belgia, Marc Verwilghen mengadakan kunjungan ke Indonesia pada tanggal 2 – 8 Juli 2007. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Marc Verwilghen mengadakan pertemuan dengan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, antara lain Menteri Riset dan Teknologi dan Menteri Perdagangan RI. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempererat kerja sama RI – Belgia dalam bidang ekonomi, perdagangan dan ilmu pengetahuan serta teknologi.

 

Pada tangal 2 Februari 2007, Menteri Perdagangan R.I. telah berkunjung ke Brussel, Belgia, dan diterima oleh Menteri Ekonomi, Energi dan Perdagangan Luar Negeri serta Kebijakan Ilmu Pengetahuan, Mr. Marc Verwilghen. Dalam pertemuan disepakati bahwa: 1) Belgia akan meningkatkan diplomasi ekonominya ke Indonesia melalui perluasan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi; 2) Belgia akan berusaha meningkatkan perannya sebagai pintu gerbang masuknya produk-produk dari Indonesia ke Eropa; dan 3) Menteri Perdagangan R.I. akan mengundang Mr. Verwilghen bersama misi ekonominya untuk berkunjung ke Indonesia.

 

Pada tanggal 19 Januari 2006, Menteri Luar Negeri RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belgia Karel De Gucht. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan isu-isu nasional, regional dan internasional yang menjadi kepentingan kedua negara. Pemerintah Belgia juga menyatakan dukungannya terhadap proses penyelesaian masalah HAM di Timor-Timur melalui Commission of Truth and Friendship (CTF) atau Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP).

 

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, berkunjung ke Belgia pada tanggal 17 – 19 Januari 2006. Wapres melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri Belgia (WPM) merangkap Menteri Kehakiman, Ms. Laurette Onkelinx.

 

Selanjutnya, pada tanggal 28 – 30 November 2005, Menteri Perdagangan RI mengadakan kunjungan ke Belgia dalam rangka misi dagang dan investasi di Uni Eropa.

 

Menteri Luar Negeri RI mengadakan kunjungan ke Belgia pada tanggal 21 – 22 Juni 2005 dalam rangka menghadiri International Conference on Iraq.

 

Menteri Perikanan dan Kelautan RI mengadakan kunjungan ke Belgia pada tanggal 24 – 28 April 2005 dalam rangka menghadiri European Seafood Exposition 2005.

 

Pada tanggal 11-13 Februari 2005 Menlu Karel De Gucht berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara sekaligus meninjau pelaksanaan bantuan Belgia di Aceh pada tahap darurat dan rehabilitasi pasca bencana.

 

Presiden RI Abdurrahman Wahid telah melakukan kunjungan ke Belgia pada tahun 2000. Pada kesempatan tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid telah melakukan kunjungan kehormatan dan pertemuan dengan Perdana Menteri Belgia pada saat itu, Guy Verhofstadt.

 

Masyarakat Indonesia di Belgia dan Luksemburg

Berdasarkan data bulan Agustus 2009, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Belgia dan Luksemburg adalah 1.493 orang (13 di antaranya tinggal di Luksemburg). Dari jumlah tersebut, 248 orang merupakan pelajar dan mahasiswa, 492 adalah wanita WNI yang menikah dengan pria asing, dan 120 orang adalah tenaga profesional.

 

Masyarakat Indonesia di Belgia dan Luksemburg cukup aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Brussel.

 

Terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009, WNI di Belgia dan Luksemburg juga aktif berpartisipasi dengan jumlah pemilih tetap untuk Pileg adalah 1.043 orang dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak suara sebesar 605 orang atau sekitar 58%. Sementara itu untuk Pilpres jumlah pemilih tetap mencapai 1.081 orang dan sebanyak 642 pemilih atau sekitar 60% menggunakan hak suaranya.

 

****



Kantor KBRI Brussel

APEC 2013


Invest in Indonesia

Askesstatic1Arts and CultureVisit IndonesiaASEAN Charter
Asean Selayang PandangHimbauan Untuk WNILowongan Kerja Internasional
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan