SIARAN PERS

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA

BRATISLAVA

Brnianska 31, 811 04, Bratislava, Slovakia,

Telp. (+421 2) 5441-9886, Faks (+421 2) 5441-9890, bratislava@indonesia.sk


SIARAN PERS


MOSAIK LUWAK INDONESIA PADA MUSEUM KOPI PERTAMA DI SLOWAKIA


Museum Kopi Oravakafe di Slowakia mengabadikan hewan Luwak Indonesia dalam bentuk mosaik yang disusun dari ratusan ribu biji kopi. Museum ini memang menjadikan 4,5 juta biji kopi sebagai mosaik menghiasi interior dinding museum.


Kopi Luwak identik sebagai kopi asal Indonesia. Sebagai bentuk kecintaan komunitas kopi Slowakia kepada kopi Indonesia, kami mendedikasikan Mosaik Luwak untuk menghiasi salah satu sisi dinding museum Oravakafe”, jelas Roman Florek sang pemilik museum.


Pengerjaan seluruh mosaik membutuhkan 2 tahun, dikerjakan secara sukarela, melibatkan keluarga dan teman-teman yang bertekad untuk penyelesaian proyek ini”, tambah Roman Florek.


Museum Oravakafe, yang merupakan museum kopi pertama di Slowakia yang berlokasi di kota Krušetnica (300 km Timur Laut Bratislava, dekat perbatasan Polandia). Museum ini menampilkan 537 hasil produksi dari seluruh dunia dan juga memamerkan peralatan pengolahan kopi yang dinilai antik.


Pada pembukaan tanggal 9 November 2016, Museum Oravakafe mendaulat Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Slowakia, Djumantoro Purbo menjadi “Godfather of Coffee”.


Istilah Godfather of Coffee Museum sebenarnya merupakan bentuk penghormatan kami kepada Dubes Djumantoro atas upayanya memajukan kopi Indonesia di Slowakia. Hari ini merupakan kehormatan bagi kami karena Dubes Djumantoro dapat hadir dan turut membuka Museum Oravakafe secara resmi”, lanjut Roman.


Kehadiran saya malam ini selain merupakan bentuk penghormatan kepada Museum Oravakafe, juga sebagai wujud persahabatan komunitas kopi Slowakia dan komunitas kopi Indonesia, yang telah mengapresiasi dan menempatkan tinggi eksistensi kopi Indonesia di Slowakia.” kata Dubes Djumantoro.


Kita juga dapat berbangga mendapati betapa besarnya cinta komunitas kopi Slowakia kepada kopi Indonesia, khususnya kopi Luwak.” tambah Dubes Djumantoro.


Karena keunikannya, Museum Oravakafe memperoleh dua penghargaan Museum Rekor Slowakia, yaitu sebagai karya mosaik terbesar (rekor sebelumnya 30 meter persegi) dan museum pertama yang memamerkan 537 jenis produk dan peralatan antik terkait kopi.


Pada malam itu, Museum Oravakafe juga meluncurkan buku Pri káve o káve a kávovinách (with coffee, about coffee and caffeic) oleh seorang ahli kopi asal Slowakia, Jozef Augustin. Didalam bukunya, Jozef Augustin secara atraktif menggambarkan sejarah, penanaman, pemrosesan kopi, sampai misteri me-roasting sehingga dapat menciptakan kopi yang enak dan berkualitas super. Jozef Augustin juga menceritakan sejarah, jenis, penanaman, dan pengolahan kopi di Indonesia di dalam bukunya.

Bratislava, November 2016