CONHECER A INDONESIA ATRAVEZ DA CULINARIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Jauhnya jarak Indonesia - Brazil yang melebihi 16.000 km menjadikan Indonesia kurang begitu dikenal oleh sebagian besar masyarakat Brazil. Kenyataan inilah yang mendasari penyelengaraan promosi Indonesia melalui kulinernya yang berlangsung sukses di Wisma Indonesia, hari Sabtu, tanggal 9 April 2011. Tidak kurang dari 300 tamu membanjiri acara budaya bertemakan Conhecer a Indonesia atraves da Culinaria (Mengenal Indonesia lewat Kulinernya). Acara budaya yang lebih ditujukan untuk masyarakat Brazil ini dihadiri oleh kalangan korps diplomatik, budayawan, akademisi, pengusaha, militer dan pejabat pemerintah setempat serta friends of Indonesia. Dari São Paulo hadir Konhor Indonesia dan Sdri. Carolina, peserta program Darmasiswa tahun 2007 yang berprofesi sebagai seniman dan amat merasakan kehilangan Indonesia sekembalinya di Brazil setelah mengikui program dimaksud. Menyampaikan sambutannya dalam bahasa setempat, Dubes RI mengundang masyarakat Brazil untuk, setelah mencicipi makanan Indonesia, berkunjung ke Indonesia guna menyaksikan keindahan negeri dan budaya Indonesia serta keramahtamahan masyarakatnya. Lagu setempat yang berjudul E preciso saber viver (You have to learn how to live) yang dilantunkan oleh Dubes RI dengan iringan gitaris Brazil, seusai sambutan, mampu merebut hati para tamu yang spontan ikut menyanyikan lagu yang tengah populer di kalangan masyarakat Brazil. Sembari menikmati berbagai macam makanan Indonesia, para tamu dihibur sajian angklung KBRI Brasilia yang menyajikan berbagai lagu Indonesia dan Brazil, termasuk Cielito lindo, atire a pão ao gato dan luar do sertao yang amat populer di Brazil. Para tamu undangan juga amat menikmati sajian peragaan busana nasional dan batik yang ditampilkan oleh para siswa - siswi Sekolah Mode Brasilia yang tampil amat profesional. Para tamu juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi pembuatan batik dan demo memasak salah satu makanan Indonesia. Selama berlangsungnya demo membatik, di layar lebar terpampang foto Presiden Dilma Rousseff yang mengenakan stola batik pada saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Obama. Juga ditampilkan gambar Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono yang tengah membatik. Sepanjang berlangsungnya cultural event ini, Dubes RI dan Ibu Tri Pangestuti Sudaryomo berkesempatan mengajak para tamu untuk menyaksikan Gerai Seni Wisma Indonesia yang menampilkan berbagai barang seni Indonesia yang berupa aneka tenun, songket dan batik dari berbagai daerah di Indonesia, miniatur Candi Borobudur, perahu Dayak, topeng batik, keris, wayang kulit dan golek serta berbagai koleksi buku mengenai budaya Indonésia. Event budaya ini mendapat liputan luas dari media setempat. Hadir antara lain Tata Marques TV yang dengan world channel nya mempunyai jaringan di 50 negara. Seusai pertunjukan, beberapa media setempat menyampaikan permintaan wawancara khusus mengenai potensi budaya dan pariwisata Indonesia yang akan dimuat dalam media mereka. Potensi wisatawan Brazil untuk berkunjung ke Indonesia amat besar. Brazil kini telah menjadi negara dengan perekonomian nomor tujuh terbesar di dunia, setelah menggeser kedudukan Italia. Sementara negara-negara di Eropa dihadapkan pada kesulitan ekonomi, dalam waktu dekat Brazil mentargetkan untuk menjadi kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. KBRI Brasilia amat mengharapkan dukungan Pemerintah RI (cq Kembudpar) untuk menjadikan negeri ini sebagai tujuan promosi pariwisata Indonesia, utamanya untuk kawasan Amerika Selatan.