BRAZIL SIAP BANTU PENGEMBANGAN VAKSIN DB

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 9 Maret 2011 Dubes RI telah mengadakan kunjungan ke Institut Butantan Sao Paulo dengan maksud kunjungan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan vaksin di Brazil serta penjajagan kemungkinan kerjasama Indonesia – Brazil dalam pengembangan vaksin. Diterima oleh Prof. Isaian Raw, President Technical Scientific Council Dubes RI mendapat penjelasan mengenai keberadaan pusat riset vaksin tersebut serta program kebijakan pemerintah Brazil dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui program vaksinasi. Institut Butantan yang mendapat pendanaan dari pemerintah Sao Paulo ditugaskan untuk mengadakan riset di bidang vaksin dan memproduksinya sehingga lebih dari 90% vaksin yang digunakan Brazil diproduksi oleh Institut Butantan. Tertarik pada pengembangan vaksin demam berdarah (DB) yang diharapkan dapat di launching di Brazil tahun ini, pembicaraan antara Dubes RI dengan Prof. Isaias difokuskan pada kemungkinan kerjasama di bidang pengembangan vaksin DB. Menurut Prof. Isaias, merebaknya penyakit DB tidak bisa diatasi semata-mata dengan pemberantasan nyamuk penyebabnya. Cara paling efektif untuk memberantas penyakit DB adalah melalui vaksinasi semenjak anak-anak. Dalam rangka pengembangan vaksin DB, institut Butantan bekerjasama dengan National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat yang menyediakan modified virusnya. Dengan demikian kemungkinan kerjasama RI – Brazil juga mempersyaratkan ijin dari NIH. Menanggapi permintaan Dubes RI mengenai kemungkinan kerjasama dengan Indonesia, Prof. Isaias menyambut baik dan menyatakan kesediannya untuk membantu Indonesia dalam pengembangan vaksin DB. Mengingat usianya yang sudah amat lanjut (83 tahun), Prof.Isaias minta agar Indonesia mengirimkan orang-orangnya untuk berkunjung ke Institut Butantan guna mendapatkan pelatihan. Bahkan Prof. Isaias menyatakan kesediannya untuk memperoleh ijin dari NIH. Sehubungan dengan terbukanya peluang kerjasama dimaksud dan juga mempertimbangkan keinginan Pros. Isaias mengenai penyediaan vaksin yang terjangkau oleh rakyat kebanyakan, Dubes RI memandang penting menghubungkan Institut Butantan dengan Eijkman Institute untuk kerjasama dalam pengembangan dan produksi vaksin DB.