PERTEMUAN INFORMAL MENGENAI PERUBAHAN IKLIM DI CARTAGENA, KOLOMBIA, 25-26 MARET 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertemuan informal perubahan iklim dengan tema Dialogue for Progressive Action: Toward Mexico telah diselenggarakan di Cartagena, Kolombia pada tanggal 25-26 Maret 2010. Pertemuan dihadiri oleh 22 negara dan European Commission (EC). Hadir pada pertemuan tersebut sejumlah Menteri Lingkungan Hidup dan Utusan Khusus Peruahan Iklim dari Kolombia, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Samoa. Delri pada pertemuan tersebut diwakili oleh Dubes RI Bogota dan wakil dari Dit. PELH Kemlu dan PTRI New York.

Pertemuan merupakan salah satu dari serangkaian pertemuan informal yang telah diselenggarakan oleh sejumlah negara dalam rangka trust and confidence building pada proses UNFCCC. Pertemuan mendiskusikan way forward dalam persiapan rangkaian perundingan perubahan iklim yang akan dimulai pada pertemuan subsidiary body UNFCCC di Bonn 9-11 April 2010.

Pertemuan dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Kolombia dan dibagi menjadi 4 sesi yang membahas sejumlah agenda utama dalam rangka perumusan way forward perundingan perubahan iklim, yaitu: building from Copenhagen, the road to Mexico, securing strong multilateral outcomes, serta advancing actions by developed and developing coutries.

Dalam sambutan pembukaannya Menteri Lingkungan Hidup Kolombia menekankan pentingnya dilakukan dialog antara Presiden COP dengan semua negara Pihak agar Konferensi Cancun dapat menghasilkan hasil yang signifkan. Untuk itu, Kolombia mengundang negara-negara yang dipandang memiliki pandangan progresif untuk berdiskusi dan bertukar pandangan. Diharapkan pertemuan dapat memberikan masukan dan dukungan bagi kepemimpinan Mexico meunju dan pada COP-16 di Cancun.

Dalam kesempatan pertemuan hari pertama, Delri menyampaikan intervensi yang pada intinya menekankan pentingnya untuk managing expectation terkait COP-16 dan memfokuskan pada pembahasan isu-isu substantif. Delri menekankan pula pentingnya memanfaatkan low hanging fruits atau quick win elements baik yang termuat dalam CA maupun keputusan COP-15 yang meneruskan mandat AWG-KP dan AWG-LCA. Hal ini diharapkan akan dapat mendorong implementasi dukungan pendanaan negara maju kepada negara berkembang dalam mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim serta implementasi REDD+, juga untuk meneruskan perundingan perubahan iklim dalam kerangka UNFCCC sesuai mandat Bali Action Plan.

Pertemuan Cartagena tidak menghasilkan suatu hasil akhir, namun demikian Kolombia sebagai ketua dari pertemuan memberikan daftar isu (shopping list) yang diangkat dalam pertemuan Cartagena yang berjudul ”Characteristics of the Cartagena Dialogue” . Selain itu, juga dikeluarkan daftar isu untuk menjadi pertimbangan dalam pertemuan berikutnya.