Perkembangan Ekonomi Colombia 2011

12/22/2011

 

Kinerja perekonomian Colombia pada tahun 2011 bernilai positif dengan pertumbuhan 5.0% pada semester pertama 2011 yang didorong oleh kuatnya permintaan domestik sebesar 6,2% pada periode tersebut dan investasi non residensial. Namun demikian, eksekusi anggaran yang rendah dan tingginya impor berkontribusi negatif baik terhadap investasi masyarakat dan nilai perdagangan luar negeri Colombia.

Pada semester berikutnya di 2011 nampak dinamisme yang berkelanjutan sektor swasta. Rasa percaya diri rumah tangga dan perusahaan meningkat, terbukti dari nilai ekspor manufaktur yang tumbuh 26.3% sampai bulan September dan kemudian meningkat pada triwulan ketiga menjadi 35.7%. Di sisi lain, impor Colombia meningkat 37,6% yaitu US$ 40.267.7 juta dolar jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan komposisi pembelian yaitu kendaraan transport pribadi (47,1%), bahan bakar transport peralatan dan pelumas (35,5%), bahan baku industri (28,6%) dan mesin-mesin Industrial (32,4%). Secara umum, pertumbuhan pada semester kedua serupa dengan semester pertama, dengan perlambatan menjelang akhir tahun juga dikarenakan penurunan situasi global yang berakibat pada kinerja ekspor, terutama pada sektor pertambangan dan energi.

Pada tahun 2012, pertumbuhan ekonomi diperkirakan potensial sebesar 5,4% sebagai reaksi dari reaktivasi investasi masyarakat dan mempertimbangkan pertumbuhan global yang rendah yang secara khusus terlihat dari kinerja yang buruk dari Amerika Serikat dan Kawasan Eropa.

Pada sisi pasar nasional, terjadi perubahan pola konsumsi pada masyarakat Colombia. Menurut data, sebesar 24,4% penjualan di Supermarket adalah makanan dan minuman non-alkohol yang 10 tahun sebelumnya bernilai 44,4%. Semenjak krisis tahun 1999 hingga saat ini, konsumsi barang-barang non-durable (barang langsung pakai) berubah dari 69.8% dari total konsumsi, menjadi hanya sebesar 48,4%. Perubahan tersebut menunjukkan peningkatan kualitas hidup di Colombia.

Pada sisi pasar tenaga kerja, kebijakan pemerintah Colombia untuk mengurangi pengangguran berkembang positif dan mencapai target pada akhir tahun (9.7% nasional, 10.2% secara urban). Bahkan pada bulan Desember 2011, tercapai tingkat pekerjaan tertinggi semenjak tahun 2001 (57.7% nasional dan 60.7% urban). Pemicu utamanya adalah pertumbuhan pekerjaan urban pada sektor jasa komunal, retail dan industri yang menunjukkan kreasi pekerjaan yang berkualitas tinggi.

Pada sisi Inflasi terlihat kenaikan, namun secara temporer. Pada triwulan ketiga dan keempat, bulan Oktober, inflasi meningkat tipis menjadi 4.0% yang juga dipicu oleh tingginya harga makanan akibat situasi global terutama harga minyak dan juga beberapa bencana alam pada akhir 2010. Namun, hal tersebut tidak mengurangi pencapaian target akhir tahun sebesar 3.4%, mengingat harga yang lebih rendah pada bulan November dan Desember dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Nilai tersebut diperkirakan stabil sampai akhir 2012. Bank Sentral Colombia juga memberikan stimulus moneter dalam tiga bulan terakhir dengan menahan tingkat suku bunga menjadi 4.75% dalam rangka menahan laju inflasi yang dipicu oleh permintaan yang tinggi. Pada jangka panjang, kebijakan yang akan dikurangi secara gradual tersebut, juga diharapkan dapat mengatasi ketidakseimbangan keuangan akibat pertumbuhan kredit yang tinggi dan suku bunga yang rendah yang dapat berakibat negatif kepada pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sementara itu juga, ketidakpastian global telah merendahkan nilai tukar peso sebesar 1% terhadap dollar Amerika dengan peningkatan secara rentan pada bulan Desember 2011 sehingga secara rata-rata sebesar 1830 secara per tahun. Namun demikian, dipercayai bahwa nilai tersebut akan turun menjadi sekitar 1810 pada tahun 2012 yang disebabkan oleh arus Foreign Direct Investment (FDI), gambaran positif dari hasil sektor pertambangan dan energi serta dan kinerja umum ekonomi Colombia.