Suka Cita Masyarakat Indonesia dalam Menyambut Pengukuhan Batik Indonesia sbg Warisan Budaya Dunia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Atas inisiatif DWP KBRI Bern dan masyarakat Indonesia di Swiss, pada Jumat (2/10), sekitar 50 warga Negara Indonesia yang berada di Swiss berkumpul di depan Bundeshaus (Gedung Dewan Perwakilan Swiss), Bern, dengan mengenakan batik Indonesia sembari mengusung spanduk, yang bertuliskan “UNESCO erklärt BATIK zum Weltkulturerbe am 2.Okt.2009. Indonesien dankt der UNESCO “ (UNESCO menetapkan BATIK sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 2 Oktober 2009. Indonesia berterima kasih kepada UNESCO).

Masyarakat Indonesia yang berkumpul di depan Bundeshaus tersebut antara lain, anggota DWP KBRI Bern, mahasiswa Indonesia, staf KBRI Bern, dan warga Negara Indonesia yang datang dari berbagai Kanton di Swiss. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan batik Indonesia khususnya kepada publik di Swiss, sekaligus menginformasikan bahwa pada tanggal 2 Oktober 2009, Batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai salah satu “Intangible Cultural Heritage of Humanity“. Sebuah kebanggaan bersama yang patut dirayakan. Kegiatan tersebut menarik perhatian dari beberapa warga Swiss dan warga Negara asing lain yang tengah berada di depan Bundeshaus, Bern. Mereka terkesan akan kebanggaan Warga Negara Indonesia mengenakan Batik, yang merupakan warisan budaya leluhur Indonesia. “This is great. Indonesians keep their culture in their heart”, demikian komentar salah seorang warga Negara asing, yang turut menyempatkan diri untuk berfoto bersama masyarakat Indonesia.

Bundeshaus Bern dipilih sebagai lokasi foto bersama karena Gedung tersebut merupakan ikon utama Negara Swiss, yang terletak di ibukota Negara, Bern. Selain berfoto bersama, masyarakat Indonesia yang berkumpul di depan Bundeshaus, ikut mengumpulkan dana untuk disumbangkan ke Padang, Sumatera Barat. Sumbangan tersebut sebagai bentuk perhatian dan rasa prihatin kepada korban gempa di Sumatera Barat. Dana yang terkumpul dari masyarakat Indonesia pada saat itu mencapai hingga 1,000 Swissfrank. Mereka berharap agar dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk meringankan beban korban gempa di Padang.

Bern, 5 Oktober 2009