Sarasehan Masyarakat Indonesia Di Penghujung Tahun 2008

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 14 dan 19 Desember 2008 bertempat masing-masing di kota Bern dan Basel, telah diselenggarakan rangkaian acara Sarasehan antara KBRI Bern dengan masyarakat Indonesia di Swiss. Pertemuan dipimpin oleh ibu Duta Besar RI untuk Swiss didampingi oleh Minister Counsellor Ekonomi dan Sekretaris III Protkons yang bertindak sebagai narasumber. Kedua acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 masyarakat Indonesia yang tinggal di Swiss. Pertemuan dimaksud merupakan program KBRI Bern yang bertujuan untuk mensosialisasikan informasi terbaru bidang kekonsuleran di Swiss dan kebijakan pemerintah RI bidang perpajakan yang sangat terkait dengan kepentingan Wargenegara Indonesia (WNI).
 
Kedua rangkaian acara Sarasehan dibuka oleh Ibu Duta Besar dan dilanjutkan dengan paparan Sekretaris III Protkons mengenai pengadaan perangkat pembuatan paspor cetak di Perwakilan RI dan berlaku efektifnya Perjanjian Schengen-Dublin oleh Pemerintah Swiss, serta dilanjutkan dengan paparan Minister Counsellor Ekonomi mengenai pemberlakuan Sunset Policy.
 
Dalam pembukaannya, Ibu Duta Besar menyampaikan bahwa pelaksanaan Sarasehan ini merupakan bagian dari tugas KBRI Bern dalam rangka menyampaikan berbagai informasi baru yang terkait dan penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia di Swiss, sebagaimana yang telah dilaksanakan pertama kali pada bulan Juli lalu. Pada kesempatan tersebut, Ibu Duta Besar juga menjelaskan secara umum mengenai kegiatan-kegiatan penting yang telah dilaksanakan oleh KBRI Bern selama tahun ini di bidang poleksosbudkons.
 
Dalam paparan mengenai modernisasi sistem pembuatan paspor RI, Sekretaris III Protkons menyampaikan bahwa perubahan kebijakan paspor RI dari tulis tangan menjadi cetak non biometrik sejak tanggal 4 Desember 2008 beserta latar belakangnya. Hal ini tentunya merupakan angin segar bagi WNI di Swiss untuk mengurangi resiko masalah teknis keimigrasian apabila akan bepergian ke luar Swiss. Walaupun telah berganti sistem pelayanan paspor, kebijakan pelayanan dan biaya paspor pada KBRI Berntidak mengalami perubahan.
 
Sekretaris III Protkons dalam paparan selanjutnya menjelaskan perkembangan kekonsuleran lain yang patut menjadi perhatian WNI yang tinggal di Swiss, yaitu berlaku efektifnya Perjanjian Schengen-Dublin oleh Pemerintah Swiss mulai tanggal 12 Desember 2008 untuk batas darat. Dengan berlakunya peraturan Schengen-Dublintersebut, maka hal ini tentunya memberikan manfaat tersendiri bagi WNI yang memiliki izin tinggal yang sah di Swiss, antara lain kemudahan akses untuk melakukan perpindahan/perjalanan ke wilayah negara Schengen lainnya tanpa harus mengurus visa.
 
Sementara itu, Minister Counsellor Ekonomi dalam paparannya menjelaskan bahwa makna, tujuan, manfaat dan siap yang berhak memanfaatkan Sunset Policy adalah suatu kesempatan yang diberikan oleh negara berupa fasilitas perpajakan yang menguntungkan baik bagi masyarakat/Wajib Pajak maupun pemerintah sendiri. Mengingat kesempatan memperoleh fasilitas dengan memanfaatkan Sunset Policy akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, maka diharapkan agar para pihak yang berkepentingan dapat memaanfaatkan kebijakan tersebut mengingat salah satu keuntungan memanfaatkan Sunset Policy bagi Orang Pribadi yang mempunyai NPWP, dimana mulai tahun 2009 tidak dilakukan pemotongan dengan tarif PPh yang lebih tinggi, dan tidak dikenakan PPh Fiskal luar negeri apabila akan bepergian ke luar negeri.
 
Secara keseluruhan, pelaksanaan Sarasehan di Bern dan Basel berlangsung lancar dan baik. Dalam kaitan ini, beberapa tokoh masyarakat Indonesia yang hadir menyampaikan penghargaannya atas inisiatif KBRI Bern untuk menyampaikan informasi-informasi yang dianggap terkait dengan kepentingannya walaupun dilaksanakan ketika memasuki akhir tahun dan musim liburan. KBRI Bern dalam kaitan ini akan berupaya untuk terus melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang, tidak hanya untuk mensosialisasikan isu-isu baru yang terkait dengan kepentingan masyarakat Indonesia, namun juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Swiss yang selama ini telah terjalin dengan baik.
 
Sumber KBRI Bern: 22 Desember 2008