Bantuan Kemanusiaan dari Pemerintah dan LSM Swiss Bagi Korban Gempa Bumi di Sumatera Barat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Atas nama Pemerintah Swiss, Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC), salah satu unit di lingkungan Kementerian Luar Negeri Swiss, pada hari Rabu, 30 September 2009, menyampaikan ucapan simpati dan turut berdukacita atas musibah bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumatera Barat, sekaligus menyampaikan tawaran bantuan kemanusiaan, terutama dalam upaya pencarian korban yang terjebak reruntuhan bangunan akibat gempa bumi.

Setelah mendapat konfirmasi persetujuan dari Pemerintah Indonesia perihal penerimaan bantuan asing, pada hari Kamis, 1 Oktober 2009, Pemerintah Swiss memberangkatkan the Swiss Rescue Team, yang telah berpengalaman dalam melakukan operasi darurat  kemanusiaan di berbagai Negara. Tergabung di dalam “the Swiss Rescue Team“ antara lain 115 personil, yang terdiri dari : search unit, rescue unit, medical unit (3 rescue doctors dan 3 paramedics), dan didukung oleh support staff serta 18 anjing pelacak. Selain itu, Pemerintah Swiss juga mengirimkan 16,000 kg perlengkapan teknis (cutting, pressure, balloon) dan 8,000 kg alat - alat pertolongan darurat (obat – obatan, tenda plastik, sarana air  bersih, sarana sanitasi, dll). Menurut rencana, tim akan berada di lokasi selama 7 hari dan bekerja selama 24 jam di berbagai lokasi yang berlainan. Selama beroperasi di Padang, “the Swiss Rescue Team“ melakukan koordinasi dengan PBB dan tim lokal setempat.
 
KBRI Bern atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar – besarnya atas quick response dari Pemerintah Swiss. “The Swiss Rescue Team“ merupakan salah satu tim penyelamat internasional pertama yang membantu korban gempa di Padang, Sumatera Barat. Pengiriman “the Swiss Rescue Team“ serta peralatannya sangat dibutuhkan oleh korban gempa di Padang.
 
Menurut laporan Michèle Mercier, juru bicara “the Swiss Rescue Team“ di Padang, setelah 100 jam beroperasi di 8 tempat yang berlainan, tim belum menemukan adanya korban selamat, kecuali beberapa jenasah. Namun demikian, upaya pencarian korban yang masih hidup di antara puing – puing reruntuhan terus dilakukan, meskipun harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis. 
 
Sementara itu, beberapa LSM terkemuka di Swiss, antara lain, Swiss Solidarity, Caritas Swiss dan HEKS (das Hilfswerk der evangelischen Kirchen Schweiz) tengah melakukan pengumpulan dana untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat. Saat ini, sebagai pertolongan pertama, Caritas telah mengucurkan sejumlah dana untuk pembelian tenda, pengadaan air bersih dan barang kebutuhan pokok lainnya. Selain kedua LSM tersebut, beberapa LSM lain di Swiss, antara lain, Medair dan Mèdecins Sans Frontières berkeinginan untuk mengirim tenaga sukarelawan ke Padang. LSM Swiss yang menangani urusan perlindungan anak, Terre des Hommes, juga menawarkan bantuan psikologis bagi 6,000 anak korban gempa di Padang.
 
Selain menarik perhatian berbagai LSM di Swiss, berita mengenai bencana gempa bumi di Sumatera Barat ini juga mendapat perhatian dari berbagai media cetak dan media elektronik terkemuka di Swiss.
                                                                                                                                     
(Ket Foto: The Swiss Rescue Team di Padang. Sumber Foto: www.deza.admin.ch)
KBRI Bern, 5 Oktober 2009