Masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali diadakan oleh pemerintah daerah Untersiggenthal di Kanton Aargau, dengan turut memperkenalkan wajah Indonesia dalam sebuah acara Festival Budaya yang dinamakan "BUnter siggenthal" pada Sabtu (23/06).
Festival ini bertujuan untuk mempererat persahabatan antar anggota masyarakat dan menunjukkan keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Untersiggenthal yang berasal dari 32 negara diantaranya Indonesia, India, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, Serbia, Macedonia dan Iran.
Festival Budaya ini menampilkan tari-tarian, lagu-lagu dari berbagai negara dan tidak ketinggalan makanan khas dan benda kerajian tangan dari masing-masing negara. Indonesia menampilkan tarian Bali yang dibawakan oleh Nyoman Ruetzer dan mendapat sambutan meriah dari para pengunjung. Selain itu, Indonesia membuka warung tenda makanan khas Indonesia seperti sate ayam, bakmi goreng, bakwan, spring roll, kue pandan, dan udang goreng tepung.
Menurut Novie Eichenberger, koordinator masyarakat Indonesia di daerah itu, partisipasi mereka merupakan bentuk integrasi mereka terhadap kehidupan masyarakat setempat dan ternyata sambutan yang diterima cukup menggembirakan terbukti dengan habisnya makanan Indonesia yang dijual pada hari itu. Festival ini juga merupakan ajang promosi wisata dimana KBRI Bern yang mendukung acara itu turut membuka pojok informasi dengan menyediakan brosur-brosur serta ajakan untuk berlibur ke Indonesia.
Pemerintah daerah Untersiggenthal (setingkat kecamatan), berwacana untuk mengadakan Festival ini secara rutin apalagi melihat animo pengunjung yang tidak hanya terdiri dari masyarakat sekitar. Sebagai catatan daerah Untersiggenthal di Kanton Aargau boleh dibilang daerah yang berpenduduk Internasional mengingat diKanton itu pula bermarkas kantor perusahaan multi-nasional terutama Industri pembangkit tenaga listrik ABB dan Alstom.