Serbia-32nd International Fair of Tourism

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Beograd (24 Feb 2010) – Duta Besar RI untuk Republik Serbia, Bapak M. Abduh Dalimunthe pada tanggal 24 Februari 2010 secara resmi membuka konter Indonesia pada pameran pariwisata the 32nd International Fair of Tourism di Beograd, Serbia. Pada pembukaan tersebut, Duta Besar RI menyampaikan bahwa partisipasi I ndonesia pada pameran pariwisata di Beograd ini - yang kerap kali tiap tahun aktif dilakukan - tidak lepas guna memberikan kesempatan dan membuka peluang lebih banyak dan informasi lebih luas bagi pasar Eropa Timur mengenai pariwisata Indonesia. Tahun ini, konter Indonesia dihadiri oleh perwakilan travel agen nasional yang selama pameran akan menyebarluaskan kerjasama dengan tour operator setempat guna peningkatan arus wisatawan di kawasan Eropa Timur, khususnya Serbia ke Indonesia. Setelah pembukaan di konter Indonesia Duta Besar RI ikut menghadiri pembukaan pameran bersama-sama dengan Duta Besar negara sahabat lainnya maupun peserta pameran lainnya. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi dan Pembangunan Kawasan Serbia, Mladjan Dinkic hadir membuka pameran tahun ini dan menyampaikan mengenai pentingnya pengembangan pariwisata Serbia dalam menunjang pembangunan ekonomi Serbia dan penerapan liberalisasi visa diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan dari dan ke Serbia. Indonesia telah mengikuti 4 tahun berturut-turut, dan kehadiran Indonesia secara bertahap telah menyadarkan publik Serbia mengenai daerah - daerah tujuan wisata di Indonesia. Sedikit demi sedikit jumlah turis dari wilayah ini yang mengunjungi Indonesia meningkat.Kehadiran tour operator nasional pada konter Indonesia kali ini sekaligus memberikan kesempatan bagi calon wisatawan Serbia yang tertarik untuk melakukan kunjungan dapat langsung terlayani ditunjang oleh informasi visa yang diperlukan. Pembukaan pameran diliput oleh kalangan media massa Serbia maupun negara-negara lain di kawasan. Pameran yang berlangsung dari tanggal 24-28 Februari 2010 ini diikuti oleh kurang lebih 800 peserta dan terus berkompetisi terlepas dari kondisi resesi global yang sedang terjadi.