“Promosi Wisata Indonesia dikebangkitan ekonomi dunia”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

The 32nd International Fair of Tourism telah dilaksanakan pada tanggal 24-28 Februari 2010 di Beograd, Serbia. KBRI Beograd untuk ke-7 kalinya telah ikut serta pada pameran promosi wisata yang diikuti oleh sekitar 850 peserta dari 41 negara. Tahun ini AS, Brasil, Perancis dan Peru ambil bagian dalam pameran untuk pertama kalinya. Pameran dibuka oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi dan Pengembangan Wilayah, Mladjan Dinkic yang menyampaikan mengenai tema khusus pariwisata Serbia tahun ini yaitu promosi wisata Sungai Danube sebagai sungai persatuan Eropa, titik pertemuan berbagai bangsa dan budaya yang berbeda. Dinkic menyatakan bahwa pariwisata di Serbia semakin aktif, yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah wisatawan asing, yang tidak terjadi di banyak negara tahun lalu akibat krisis. Menurutnya pariwisata Serbia tahun 2010 dipercaya akan menjadi lebih aktif ditunjang dengan masuknya beberapa maskapai penerbangan bertarif rendah. Hadir juga menyampaikan sambutan pada pembukaan Direktur Eksekutif World Tourism Organization, Mr. Zoltan Somogui dan Direktur Fair Beograd, Ms Snezana Miljanic. Direktur Eksekutif WTO menyatakan bahwa Serbia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan pariwisata di tahun-tahun terakhir.
Sebagai pameran yang paling diminati di Serbia, terdapat kurang lebih 450.000 pengunjung (selama 5 hari, lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya) pada tahun ini di area hall seluas 15.000 m2. KBRI Beograd tahun ini menggandeng keikutsertaan travel nasional “Marintur” guna menarik minat wisatawan Serbia sekaligus mencari peluang kerjasama menawarkan paket-paket wisata yang lebih luas selain Bali.
 
Beberapa tawaran kerjasama telah dijajaki dengan travel agen setempat yang umumnya tertarik untuk menciptakan paket-paket wisata dengan menggabungkan beberapa negara lain di Asia selain Indonesia. Travel agen setempat a.l. Jolly Travel dan Conte juga tidak lepas dijajaki untuk pengembangan paket wisata lain selain Bali. Kedua agen travel besar di Beograd ini memiliki penawaran paket wisata Indonesia yang paling diminati wisatawan Serbia dan memiliki kerjasama yang baik dengan KBRI. Selain itu Marintur juga menjajaki kemungkinan kerjasama dengan agen-agen travel lainnya yang belum memiliki paket promosi wisata ke Indonesia, walaupun negara Asia lainnya sudah (a.l Argus, Toptours, Trimtravel, Jungletravel). Selain itu juga diperoleh keinginan dari travel agen dari Kroasia dan Mesir untuk pengembangan kerjasama beberapa negara dalam kunjungan wisata ke Indonesia.
 
Keikutsertaan KBRI pada pameran berada di Hall utama yaitu Hall 1 selalu menarik minat para pengunjung. Informasi mengenai potensi wisata di Indonesia disusun dan didesain khusus oleh KBRI Beograd dalam bentuk katalog setebal 48 halaman bertema “Indonesia colorful destination” yang dibagikan kepada para pengunjung pameran. Selain promosi melalui brosur-brosur, KBRI juga menampilkan tarian Bali oleh para siswa kelas tari Bali KBRI bertempat di panggung utama pameran. Stand KBRI juga mendapat kesempatan dari paduan suara dari kota Loznica – sebuah kota diperbatasan barat Serbia, kota kelahiran Vuk Karadžic, reformator bahasa Serbia modern. Pemda kota Loznica bekerjasama dengan Asosiasi Persahabatan Serbia – Indonesia pada tahun 2009 mengundang KBRI untuk penjajakan kerjasama di bidang ekonomi dan budaya. Paduan suara gereja "Saint Sava” Loznica menyanyikan lagu “Ampar-Ampar Pisang” yang mereka pelajari sendiri. Paduan suara ini telah memenangkan banyak penghargaan domestik dan internasional dan muncul di banyak stasiun TV Serbia dan telah menerbitkan beberapa rekaman.
 
Krisis ekonomi dunia tidak lepas memberikan dampak pada kunjungan wisatawan ke Indonesia dengan angka penurunan kurang lebih 40%. Krisis telah mengubah pola wisatawan dari dan ke Serbia pada tahun lalu dimana lebih banyak terjadi kunjungan wisatawan untuk daerah-daerah tujuan wisata yang dekat dengan waktu tinggal yang pendek (week-end trip). Agen travel setempat mengeluhkan penurunan yang signifikan untuk paket-paket wisata ke Indonesia pada masa krisis ini. Namun mereka optimis tahun ini minat wisatawan Serbia untuk melakukan perjalanan ke Indonesia akan kembali pulih.
 
Pemulihan jalur terbang Garuda ke wilayah Eropa dan penerbangan langsung Turkish Airline ke Jakarta dari Istanbul juga dinilai dapat membantu peningkatan wisatawan Serbia ke Indonesia dan sebaliknya, sehingga diharapkan tahun ini dapat terjadi peningkatan arus wisatawan terlepas kondisi krisis.