BERITA PERS No. 281 /SOSBUD/V/2011

5/23/2011

 
 
Pameran Pertanian Internasional ke-78 telah diselenggarakan di Novi Sad pada tanggal 14 – 21 Mei 2011. Pameran terbesar di Serbia dan Eropa Tengah ini diikuti oleh 1500 perusahaan dari 25 negara termasuk Indonesia yang diwakili oleh KBRI Beograd secara langsung dan 55 negara secara tidak langsung. Keikutsertaan KBRI merupakan kali kedua dalam pameran pertanian ini yang dilatarbelakangi oleh misi untuk meningkatkan derajat hubungan Indonesia – Serbia di bidang kerjasama ekonomi dan perdagangan sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis KBRI Beograd 2010 – 2013. Keikutsertaan kali ini mengusung tema Remarkable Indonesia Products membawa misi memperkenalkan potensi komoditas dan produk pertanian / perkebunan unggulan Indonesia kepada para pengusaha Serbia dan kawasan.
 
Guna menggambarkan tema secara optimal, stand Indonesia seluas 60 m2 (lebih luas 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya) tampil dengan konsep minimalis, modern dan fungsional. Pada pameran kali ini, pihak KBRI menggandeng 3 perusahaan besar Indonesia yaitu Sinar Mas Group yang diwakili oleh Bapak Harry Hanawi selaku Chief Operating Officer dan juga sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia, PT. BT Cocoa yang diwakili oleh Mr. Koray Saban Aksaru selaku Country Manager dan Mr. Caglar Ciftci selaku Manajer Pemasaran yang berkedudukan di Istambul – Turki, serta PT Indofood yang diwakili oleh Oktovianus Damia, Manajer Keuangan dan Mr. Nebojsa Panic selaku Manajer Penjualan kantor cabang Serbia dan Balkan.
 
Pameran Pertanian Internasional ke-78 di Novi Sad dibuka oleh Presiden Serbia, Boris Tadic dimana pada saat peninjauan arena pameran, Presiden Serbia bersedia mengunjungi stand Indonesia serta berbincang-bincang dengan Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Bapak Semuel Samson. Guna menggambarkan tema, stand pameran Indonesia mengusung sub-tema yang berbeda-beda tiap harinya, a.l Minyak Kelapa Sawit, Teh, Kopi, Coklat, Kelapa, Rempah-rempah dan Indomie. Setiap harinya stand Indonesia mengadakan koktail guna menarik perhatian pengunjung sekaligus kesempatan bagi para pengusaha Serbia untuk lebih mengenal komoditas dan produk dari Indonesia. Keragaman acara dan penampilan yang diselenggarakan selama pameran telah mampu membawa stand Indonesia memenangkan salah satu penghargaan, yaitu Stand berpenampilan terbaik dalam hal Visualisasi Identitas.
 
Pada tanggal 16 Mei 2011, Wakil Menteri Perdagangan Bapak Mahendra Siregar mengunjungi Pameran Pertanian dan memberikan sambutan pada kesempatan koktail di stand Indonesia. Dalam sambutannya, Bapak Wamendag mengemukakan mengenai perlunya alternatif pasar bagi komoditas dan produk Indonesia serta upaya peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Serbia. Bersama dengan Bapak Wamendag, juga hadir Direktur Pemasaran Produk Pertanian dan Kehutanan, Kemendag, Ibu Yamanah. Dalam kunjungan ke arena pameran, Bapak Wakil Menteri Perdagangan berkesempatan untuk berkeliling mengunjungi perusahaan-perusahaan yang berpatisipasi pada pameran pertanian tersebut.
 
Pada kunjungannya di Serbia, Wakil Menteri Perdagangan bersama dengan pihak dari 3 perusahaan Indonesia melakukan kunjungan dan pembicaraan dengan Kamar Dagang Serbia, Wakil Menteri Perdagangan dan Pertanian Serbia, Pimpinan Parlamen dan Kamar Dagang Novi Sad serta Institute for Agriculture and Vegetable Crops NS Seme pusat penelitian benih unggul Serbia. Berbagai acara kunjungan dan pembicaraan tersebut dirancang untuk menggambarkan bahwa para pemangku kebijakan dan kepentingan Serbia memberikan dukungan dan membuka diri atas berbagai kemungkinan kerjasama dengan pihak Indonesia.
 
Pada hari-hari berikutnya, para pengusaha dengan dipimpin Dubes RI di Beograd dan para staff KBRI mengunjungi pabrik-pabrik utama Serbia, di bidang hasil pertanian terkait dengan komoditas minyak sawit dan kakao. Untuk minyak sawit, kunjungan dan pembicaraan dilakukan dengan pihak perusahaan Victoria Group yang merupakan salah satu kelompok perusahaan besar di Serbia dengan cabang produksi di bidang minyak nabati dan bio diesel. Sementara kunjungan stand dilakukan kepada Dijamant (Agrokom Group) yang merupakan pabrikan minyak sayur dan berbagai produk makanan yang menggunakan minyak nabati (juga minyak sawit) dan kakao. Dalam berbagai kesempatan pembicaraan di stand Indonesia, para pengusaha dari berbagai negara (Kroasia, Bosnia dan Herzegovina) menyatakan ketertarikan mereka atas minyak sawit Indonesia.
 
Untuk komoditas kakao, kunjungan lapangan dilakukan terhadap kelompok perusahaan Swisslion – Takovo, pembuat berbagai produk makanan ringan dan coklat. Swisslion memiliki fasilitas pengolahan biji kakao menjadi kakao bubuk dan lemak kakao bagi kepentingan produksi secara independen. Selain memerlukan biji kakao pihak Swisslion memerlukan bubuk dan lemak kakao untuk memenuhi bahan baku produksi mereka. Sementara Bambi – Banat, yang merupakan salah satu pemain penting di sektor makanan ringan (biskuit, coklat dan manisan), selain Swisslion, mengimpor bahan baku kakao untuk produksi mereka. Salah satu perusahaan penting lainnya, Drogra Kolinska (Stark) melakukan pembicaraan dengan pihak BT Cocoa di stand Indonesia. Selain itu para pengusaha dari Macedonia, Bosnia dan Herzegovina serta Mesir menyatakan ketertarikan mereka atas kakao Indonesia.
 
Komoditas dan produk Indonesia lainnya seperti kopi, teh, rempah-rempah, Indomie dan karet juga memperoleh perhatian dan permintaan dari berbagai pengusaha tidak hanya di Serbia namun juga dari negara-negara lain. Rangkuman permintaan para pengusaha tersebut akan kami sampaikan secara terpisah pada kesempatan pertama dengan harapan agar dapat ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha Indonesia terkait.
 
Kehadiran Indonesia pada pameran ini juga diliput luas oleh media setempat baik elektronik maupun cetak. Sebanyak 11 media (kantor berita Yanjug, Biznis News, Blic, E-kapija-portal pengusaha Serbia, Fair News, MC Portal, Poljopartner-portal khusus dibidang pertanian, Press, Portal Ravnica-portal para petani, Radio Televisi Vojvodina, Vecernje Novosti) memuat artikel mengenai kehadiran Indonesia di pameran terkait dengan promosi dan kehadiran pengusaha Indonesia pada pameran ini. Kehadiran Wakil Menteri Perdagangan juga tidak lepas dari liputan media. Pada wawancara beliau dengan Radio Televisi Vojvodina disampaikan mengenai tujuan utama Indonesia adalah untuk menjadi pusat ekspor makanan terbesar bukan saja di Asia tetapi juga seluruh dunia. Oleh sebab itu, dinilai ada peluang besar untuk menjadikan kawasan Eropa Tengah, Timur dan Tenggara sebagai pusat distribusi untuk negara-negara regional. Minat untuk membina kerjasama antara Serbia dan Indonesia sangat besar dan Serbia menilai Indonesia merupakan partner penting dalam pengembangan kerjasama di bidang pertanian terkait dengan pasaran yang sangat besar dengan 240 juta penduduk.
 
KBRI Beograd