Kuliner Tradisional Indonesia Menggoyang Lidah Penduduk kota Zajecar

PRESS RELEASE

Kedutaan Besar Republik Indonesia

Beograd

Kuliner Tradisional Indonesia menggoyang lidah penduduk kota Zajecar, Serbia

 

Duta Besar Harry Kandou: Pemerintah Indonesia benar-benar fokus untuk melakukan diplomasi ekonomi dan budaya, sehingga  KBRI sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Indonesia akan senantiasa aktif dan hadir di berbagai kesempatan untuk semakin memantapkan branding Wonderfull Indonesia di kawasan Eropa.

Pada tanggal 30 September 2016, KBRI Beograd telah berpartisipasi pada Pameran Makanan Tradisional, Pariwisata dan Keuangan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Kota Zajecar dan Pemerintah Kota. Walaupun usia pameran masih terbilang cukup muda, yaitu 5 tahun, namun pada tahun ini peserta pameran mencapai dari lebih dari 500 peserta dan dikunjungi oleh ribuan orang yang mayoritas merupakan penduduk Kota Zajecar.

Pameran dibuka oleh Ketua Kamar Dagang Kota Zajecar beserta Wakil Walikota Zajecar. Pada sambutan mereka, keduanya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Indonesia yang telah bersedia menjadi tamu kehormatan dan berpartisipasi secara langsung pada pameran. Pada acara pembukaan, Duta Besar RI untuk Republik Serbia merangkap Montenegro, Harry R.J. Kandou berkesempatan memberikan sambutan yang pada intinya menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia benar-benar fokus untuk melakukan diplomasi ekonomi dan budaya, sehingga  KBRI sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Indonesia akan senantiasa aktif dan hadir diberbagai kesempatan untuk semakin memantapkan branding Wonderfull Indonesia di kawasan Eropa khususnya Serbia. Acara pembukaan pameran juga diisi dengan tarian tradisional Indonesia yang dibawakan oleh tim tari KBRI Beograd.

Partisipasi KBRI pada pameran yang berlangsung di alun-alun kota Zajecar dan dimulai pada pukul 11.00 waktu setempat itu dilakukan dengan mengadakan promosi budaya dan kuliner. Promosi kuliner dilakukan dengan menyajikan makanan khas Indonesia berupa nasi goreng, sate ayam, kerupuk udang, rempeyek dan pisang goreng. Selain menyajikan makanan tersebut, Tenda Indonesia juga mengadakan demo pembuatan sambal ulek khas Indonesia. Para pengunjung diajak untuk bersama-sama mencoba membuat sambal ulek.

Antusiasme pengunjung terhadap kuliner Indonesia sangat tinggi, hal ini terlihat dari begitu padatnya antrian pengunjung di depan Tenda Indonesia. Bahkan, pada puncaknya para pengunjung yang mengantri sangat padat hingga harus diberikan pengertian oleh petugas KBRI agar lebih bersabar dan tertib dalam menanti penyajian makanan. Puncak kepadatan pengunjung mulai terjadi pada saat petugas KBRI mulai memasak makanan yang akan disajikan secara live di depan para pengunjung.

Para pengunjung Tenda Indonesia juga sangat mengapresiasi penampilan tarian tim tari KBRI Beograd. Tiap tarian yang ditampilkan selalu menuai tepuk tangan meriah dari para pengunjung. Selain itu, Tenda Indonesia juga senantiasa mendapat kunjungan dari para pejabat pemerintah Kota Zajecar, mulai dari Walikota, Wakil Walikota, Ketua Kamar Dagang, dan beberapa pejabat lainnya.

Zajecar adalah sebuah kota di wilayah timur Serbia yang berada sekitar 250 km dari Ibu Kota Serbia, Beograd. Zajecar memiliki populasi sekitar 60.000 penduduk. Kota Zajecar juga memiliki situs-situs peninggalan zaman Romawi yang merupakan daya tarik tersendiri bagi turis-turis di wilayah Eropa.