Serbia

​I. PROFIL NEGARA DAN KERJASAMA:
• Profil Negara:
U M U M
  1. Nama negara (resmi)  :  Republic of Serbia
  2.  Kepala Negara :  Presiden Boris Tadic (terpilih tgl. 03.02.08 dan dilantik tanggal 15.02.08 untuk periode  
    2008-2012/mandat ke-2) – Ketua Democratic Party/DS 
  3. Kepala Pemerintahan :  Perdana Menteri Mirko Cvetkovic(DS) (terpilih sebagai  PM Serbia tgl. 7 Juli 2008 berdasarkan usul Presiden Serbia, menggantikan PM Vojislav Kostunica).
    • Wakil PM : Ivica Dacic
      Mendagri (Ketua Socialist Party of Serbia/SPS)
    • Wakil PM. : Bozidar Djelic (DS)
      Urusan Integrasi Eropa/Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    • Wkl PM. : Mladjan Dinkic
      (Ketua G 17 Plus) Men.Ekonomi dan Pembangunan Daerah
    • Wkl.PM. : Jovan Krkobabic (Aliansi Pensiunan
      Serbia).
  4. Menteri Luar Negeri :  Vuk Jeremic (DS)
  5. Menteri Pertahanan :  Dragan Sutanovac (DS)
  6. Menteri Dalam Negeri :  Ivica Dacic (SPS)
    Seluruh menteri-menteri berjumlah :  26 menteri
  7. Ketua Parlemen :  Prof.Dr.Slavica Djukic Dejanovic(SPS)
  8. Letak Geografis :  Eropa Tenggara
  9. Luas Wilayah :  88.361  km.persegi (termasuk Kosovo) Luas  Kosovo : 10.887  km.persegi.   
  10. Organisasi Federasi/Wilayah :  29 Distrik dan ibu kota Beograd, 195 Municipalities, 6167 Settlements, 207 Urban Settlements
  11. Perbatasan : Utara : Hongaria
    Timur  : Romania dan Bulgaria
    Selatan: Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM), Albania , Rep. Montenegro.
    Barat : Bosnia-Herzegovina, Croatia. 
  12. Penduduk :  7.498.001 (Hasil sensus tahun 2002,  tidak termasuk wilayah Kosovo-Metohija)
  13. Bentuk Pemerintahan :  Demokrasi Parlementer
  14. Bahasa Nasional :  Serbia
  15. Hari Nasional :  -  Statehood Day: 15 Februari
  16. Ibukota :  Beograd
  17. Agama :   -  Kristen Orthodoks (65 %)
    - Islam (19 %)
    - Katolik (4 %)
    - Protestan (1 %)
    - Lainnya (11 %)
  18. Mata Uang :  Dinar ( US $ 1,- = Din.61,OO kurs tengah 26.10.09.)
  19. GDP 2006 : US $ 29.603,7 juta
    GDP per capita : US $    3.994,30
    GDP 2007 (kuartal ke-4) : Din. 356,343.3 (juta)
    GDP 2008 (kuartal ke-3) : Din. 357,957.8 (juta )
    Kenaikan GDP rata-rata 2008 : 7%
    GDP per capita 2007 :     Euro  3.945,60
    GDP percapita 2008 : Euro  4.597,-
    (Data-data dari Kem.Keuangan Serbia)
    (Tanpa Kosovo)
  20. Gross National Income (GNI)
    Per capita  2005 : US$  3.483,50 (tanpa Kosovo)
    Gross National Income (GNI)
    Per capita  2007 : US$  5.325,30 (tanpa Kosovo) 
    (sumber :  UN Statistics Division)
  21. Inflasi : -  2001 :  40,10%
    -  2002 :  14,80%
    -  2003 :  7,80%
    - 2004  :  13,70%
    - 2005  :  17,70%
    - 2006  :    6,60%
    - 2007  : 10,1%
    - 2008  :  8,6% (Biro Statistik Serbia)
    - 2009  :  3,8% (3 bulan pertama) 
  22. Economic growth  2007 : 7,5%  
    Economic growth 2008 : 5% (diperkirakan berlangsung 2 tahun)
  23. Neraca Perdagangan  LN 2007:  
    Ekspor : US $    8.825,- juta
    Impor  : US $  18.554,- juta 
  24. Defisit neraca pembayaran 2007 : 16,9% dari GDP
    Defisit neraca pembayaran 2008 : 13,5% dari GDP
  25. Jumlah Pengangguran 2006 : 693.000 orang
    Jumlah pengangguran 2007 : 693.000 orang atau 21,6%
    Jumlah pengangguran 2008 : 585.000 atau 18,8%
    (jumlah  pekerja  : 3,1 juta)
     Dari jumlah penganggur tsb, 55% adalah
     buruh wanita.
     (Sumber : Kem.Ekonomi Serbia).
  26. Angkatan Bersenjata : sekitar 28.000 orang
    (Sumber : Kemhan Serbia 22.09.2008).
  27. Afiliasi internasional :  PBB, SEECP (South East Europe Cooperation Process), OSCE, Council of Europe, Partnership for Peace, Black Sea Economic Coperation,  Central European Initiative, Southeast European Cooperative Initiative, Stability Pact for South Eastern Europe, International Commission for the Protection of the Danube River, Central European Free Trade Agreement (CEFTA), GNB (observer).
II. PARLEMEN SERBIA
  1. Terbentuk sebagai hasil pemilu legislatif tanggal 11 Mei 2008. Jumlah penduduk Serbia  : sensus 2002: 7.893.125 (tanpa Kosovo)
     Jumlah yg terdaftar  :  6.749.688
     Jumlah pemilih yg memberikan suara:   4.141.176
  2. Sistem parlementarisme  :  1 kamar
  3. Ketua Parlemen   : Prof.Dr. Slavica Djukic Dejanovic (SPS)
     Wakil Ketua   : - Jovanovic Natasa (SRS)
          - Nikola Novakovic (G 17 Plus)
          - Radojko Obradovic (DSS)
          - Gordana Comic  (DS)
          - Bozidar Delic (SRS)
          - Judita Popovic (LDP)
  4. Jumlah anggota  250 orang (22 parpol)
    dengan susunan sebagai berikut (11.05.2008):  
    • Serbian Radical Party (SRS)  : 78  orang
    • Democratic Party (DS)   : 64 “
    • Democratic Party of Serbia (DSS) : 21 “
    • G 17 Plus  : 21 “
    • Socialist Party of Serbia (SPS)  : 11 “
    • Liberal Democratic Party/LDP  : 11 “
    • New Serbia (NS)  :  9 “
    • Liga Sosial-Demokrat Vojvodina/LSV :   5 “
    • Aliansi Pensiunan Serbia (PUPS)  :  5 “ 
    • Serbian Renewal Movement/SPO :  4 “
    • Parta-partai kecil lainnya(12 )  : 21 “
  5. Jumlah partai-partai politik di Parlemen  : 22 partai politik
  6. Jumlah Committee : 29 Committee   a.l.   
    • Committee  UUD   
    • Hankam
    • Hubungan Luar Negeri
    • Pendidikan
    • Perhubungan
    • Lingkungan Hidup
    • Industri 
    • Swastanisasi
    • dll
  7. Fraksi-fraksi : 9 kelompok
     yaitu :
    • Fraksi Democratic Party
    • Democratic Party of Serbia + New Serbia 
    • Socialist party of Serbia
    • Serbian Radical party
    • G 17 Plus 
    • Partai-partai dari daerah Vojvodina
      dll
  8. Perwakilan Parlemen (delegasi)  untuk kerjasama dengan parlemen negara-negara lain : 9 delegasi 
     a.l. :
    • Delegasi Parlemen untuk kerjasama dng Parliamentary Assembly OSCE
    • Council of Europe
    • NATO
    • Black Sea Econoimic Cooperation
  9. Kelompok Persahabatan Parlemen:
    Dibentuk tanggal 25 Oktober 2007 untuk 47 negara /kawasan termasuk Indonesia.
    Kelompok Persahabatan Parlemen Serbia-Indonesia : beranggotakan 10 orang, diketua Mr. Meho Omerovic  (Wakil Ketua Sandzak Democratic Party).
 

HUBUNGAN BILATERAL SERBIA-RI
Hubungan biletaral Serbia dan Indonesia sangat baik di bidang politik  dan di bidang ekonomi semakin membaik. Serbia  dan RI saling mendukung kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta  menghormati prinsip-prinsip hukum internasional. Hubungan antara dua negara berkembang baik sebagai negara sahabat sesama pelopor  GNB (mengingat Serbia adalah penerus Yugoslavia). Serbia berterimakasih dan menghargai sikap RI yang mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Serbia serta tidak  mengakui UDI Kosovo.

Di bidang ekonomi telah dicapai kemajuan: Nilai perdagangan Serbia-RI yang pada tahun 2004 berjumlah US $ 15 juta, pada tahun 2008 mencapai angka US $ 50 juta. Ekonomi Serbia-Indonesia adalah “compatible” dan terdapat  kemungkinan besar bagi kerjasama  meskipun dalam suasana krisis ekonomi dunia. Indonesia mengekspor ke Serbia produk tekstil dan pertanian, sedang Serbia  dapat memasarkan mesin-mesin, produk-produk kimia, perlengkapan kesehatan  ke pasar Indonesia.  Gagasan tentang penjualan kendaraan Ikarbus  ke Indonesia masih tetap aktuil mengingat pasar Indonesia untuk kendaraan angkutan bus masih tetap besar.
 
SIKAP TERHADAP ISU/PERKEMBANGAN INTERNASIONAL

1) Separatisme
Separatisme dipandang sebagai ancaman utama yang dapat memecahbelah Serbia dan karena itu Serbia mempunyai pengertian yang baik terhadap usaha RI untuk mempertahankan integritas wilayahnya.
 
 2) GNB
Dengan pecahnya Yugoslavia (Republik Federal Sosialis Yugoslavia) awal tahun 90-an, maka  sejak tahun 1991 keanggotaan Yugoslavia di GNB dibekukan. Dalam perkembangan seterusnya, Serbia   diterima dalam GNB dengan  status observer pada tahun 2001.
Disamping keinginannya untuk masuk ke Uni Eropa,  Serbia tetap memberikan nilai tinggi terhadap GNB. Serbia mendukung sepenuhnya tujuan GNB yaitu : membangun  masyarakat  global yang lebih adil  dan  berdedikasi  ke arah peningkatan demokratisasi hubungan internasional serta penghormatan terhadap HAM.
 
Pemerintah Serbia merasa berterimakasih atas  bantuan banyak negara-negara GNB dalam memperjuangkan Kosovo dan menyatakan keinginan untuk menjadi tuan rumah bagi KTT GNB dalam rangka peringatan ulang tahun  terbentuknya GNB yang ke  50 tahun 2011.

3) OKI
Ingin berpartisipasi dalam OKI sebagai observer. 
 
4) Pemerintah Serbia menyerukan dihentikannya perang di Gaza
Pemerintah Serbia mengutuk kerusuhan di Gaza dan menyerukan dihentikannya segala bentuk peperangan di daerah tersebut. Serbia bersama-sama dengan seluruh dunia mengutuk kerusuhan di Gaza  dan menyerukan dihentikannya serangan roket ke Israel dan  serangan ke Gaza.

 5) Holocaust, HAM dan hak-hak minoritas
Serbia tidak menginginkan terjadinya  penderitaan jutaan manusia tak berdosa  hanya karena mereka tergolong ke bangsa atau agama lain. Serbia memperingati semua korban tak berdosa dari kejahatan Nazi   Bangsa Serbia tidak pernah mempunyai perasaan anti-Semit dan Pemerintah Serbia selalu mendukung peringatan Holocaust. Konstitusi Serbia menjamin  HAM dan hak-hak minoritas, melarang diskriminasi ras, nasional dan agama, menjamin perbedaan dan mengembangkan semangat toleransi.
Dalam laporannya,   Commissioner for Human Rights-Council of Europe, Thomas Hammarberg, mengenai kondisi HAM di Serbia menyatakan bahwa  meskipun telah dicapai kemajuan tertentu namun  masih terdapat  beberapa hambatan terhadap implementasi efisien standar HAM di Serbia. Ia memperingatkan kepada Serbia agar   mengesahkan dan mengimplementasikan  UU anti diskriminasi. Serbia telah  menyempurnakan  perlindungan HAM dari segi legislatif dan konstitusional,   namun implementasi hak-hak tersebut  masih lemah (terlalu lamanya proses pengadilan). Perlu pula  ditingkatkan perjuangan anti korupsi serta  pemilihan hakim dan jaksa  secara bebas dan lebih transparan (4 Maret 2009).
Penilaian Pemerintah AS tentang  Masalah Perlindungan HAM di Serbia Dalam laporan tahunan US State Department tentang  masalah perlindungan HAM di dunia, khususnya tentang masalah perlindungan HAM di Serbia,  disebutkan bahwa Pemerintah Serbia   pada garis besarnya telah   menghormati HAM bagi rakyatnya. Namun demikian masih terdapat beberapa masalah a.l.  kekasaran tindakan polisi, korupsi di lingkungan kepolisian dan pengadilan serta proses pengadilan yang berlangsung lama.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tahun lalu Pemerintah Serbia telah menangkap dan menyerahkan kepada ICTY tertuduh Stojan Zupljanin (perwira tinggi Polisi Serbia) dan Radovan Karadzic (mantan Presiden Republik Serpska tahun 90-an), namun  belum menangkap dan menyerahkan dua orang tertuduh lainnya yaitu Ratko Mladic (mantan Panglima Tentara Republik Serpska tahun 90-an) dan Goran Hadzic (mantan Presiden Republik Serpska Krajina/Croatia tahun 90-an).

Penilaian pemerintah Slovakia tentang HAM di Serbia
Pemerintah Slovakia menyampaikan  penghargaannya terhadap  penghormatan HAM di Serbia. Hal tersebut dapat disaksikan pada posisi minoritas Slovakia di daerah Vojvodina. Vojvodina merupakan contoh  daerah  dimana HAM mendapat penghormatan penuh.

6) Masalah masuknya Serbia ke Uni Eropa
Tanggal 3 Maret 2009  Direktur Serbian Office for  European Union Integration, Milica Delevic, menyatakan bahwa  sebagian besar rakyat Serbia mendukung  usaha Pemerintah Serbia untuk berintegrasi ke Uni Eropa.  Prosentase dukungan rakyat Serbia tersebut tidak pernah kurang dari 60%. Dengan demikian berdasarkan prosentase dukungan rakyat terhadap kebijakan  pemerintah untuk berintegrasi ke Uni Eropa, Serbia  mendudukui tempat ketiga diantara negara-negara sekawasan.

7) Netralitas militer Serbia
Dalam sidang Parlemen Serbia tanggal 23 Maret 2009, sebagian besar  partai-partai politik  yang mempunyai wakil-wakilnya  di  parlemen, menyatakan bahwa  netralitas militer merupakan bentuk kerjasama  yang cukup antara Serbia dan NATO. Mengenai perlu tidaknya bagi Serbia untuk masuk ke NATO, rakyat harus memutuskan melalui referendum.
 
8) Kejahatan terorganisir dan terorisme
Pemerintah Serbia telah menyetujui Strategi Nasional Serbia tentang pemberantasan kejahatan terorganisir.  Tujuan strategi nasional tersebut adalah untuk meningkatkan efisiensi   usaha Pemerintah Serbia untuk memberantas kejahatan terorganisir.
 
Dalam laporan US State Department “Country Reports on Terrorism 2008” disebutkan bahwa  kerjasama   Pemerintah Serbia  dalam usaha menanggulangi terorisme telah banyak menunjukkan perbaikan  sejak terbentuknya pemerintahan baru Serbia bulan Juli 2008. Sejak saat itu,  pihak berwajib Serbia di bidang  pabean, kepolisian, polisi perbatasan, dinas rahasia dan  lembaga-lembaga penegak keamanan lainnya, telah  mengadakan kerjasama bilateral dengan negara-negara lain  di bidang penanggulangan terorisme. Disamping  hal tersebut, Kemdagri Serbia telah membentuk “Criminal Investigative Unit for Counter terrorist Investigation”. Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah AS telah  memberikan bantuan  dan pelatihan  counter-terrorism.

9) Kebijakan “Satu Cina”
Serbia mendukung kebijakan “Satu Cina” dan pihak RRC mendukung   Serbia sebagai  negara sahabat  yang paling stabil di  Eropa Tenggara.  RRC juga mendukung integritas dan kedaulatan Serbia  berkaitan dengan usahanya untuk mempertahankan Kosovo.

10) Hubungan antar etnis
Tidak adanya toleransi dalam hubungan antar etnis  merupakan dasar  bagi insiden internasional yang   belum lama berselang telah terjadi lagi di daerah Vojvodina yang selama ini cukup tenang.

11) Masalah Libanon.
Mendukung Resolusi DK-PBB mengenai Lebanon dan merencanakan untuk mengirim pasukan ke Lebanon di bawah PBB (UNIFIL).

12) Masalah nuklir Korea Utara.
Percobaan nuklir yang dilakukan Korea Utara dinilai sebagai tindakan yang mengancam stabilitas regional dan usaha internasional untuk mencegah perluasan senjata nuklir di kawasan Asia Timur. Percobaan nuklir itu merupakan ancaman terhadap keamanan dan perdamaian dunia internasional, serta harus dikutuk oleh masyarakat internasional.