Rampak Gendang Meriahkan Kontes Kyokushin - Kai di Tripoli

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kompetisi yang bertajuk “Pertemuan Para Pahlawan” (The Heroes Meeting) diselenggarakan di sasana serbaguna balai budaya dan olah raga Trípoli – Propinsi Lebanon Utara. Indonesia hadir sebagai satu-satunya tim yang diberi kesempatan pada acara pembukaan untuk mementaskan Rampak Gendang dan unjuk kemahiran penguasaan Karate, ilmu bela-diri asal Jepang ini. “Selain Indonesia, kompetisi Kyokushin Kai juga diiikuti oleh para atlet nasional dari beberapa negara seperti Kuwait, Jerman dan tuan rumah Lebanon. Jumlah semua atlet berpartisipasi mencapai 46 orang dan dibagi ke dalam beberapa kelas pertandingan berdasarkan berat badan,” terang ketua panitia Dr. Bader Hassoun dalam sambutan pembukanya yang diliput oleh berbagai media cetak dan elektronik Lebanon. Dihadapan para penonton, Dr. Bader Hassoun juga menyampaikan penghargaan kepada Indonesia yang mendukung acara. Menurutnya, tawaran kerjasama kepada tim seni KBRI Beirut untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut didorong oleh ketertarikannya dengan aneka seni Indonesia yang sering kali disaksikan di berbagai pagelaran budaya baik secara langsung maupun melalui media Lebanon. Setelah sambutan pembuka berlalu, penonton disuguhkan Rampak Gendang tim Indonesia yang berpadu dengan kegesitan gerakan penabuh dan denting Gamelan. Hentakan penampilan staf KBRI dan mahasiswa Indonesia pada awal acara ini telah membangkitkan semangat penonton dan para petarung yang akan berlaga. Begitu juga, kekompakan dan ketangkasan anggota tim karate ‘anak-anak’ Indonesian Battalion – Konga dalam memperagakan jurus-jurus ‘kata’ dan atraksi perkelahian tangan kosong yang mempertontonkan adegan bantingan, pukulan, tendangan, salto dan lompatan tinggi telah memukau para penonton dan peserta internasional lainnya. Tidak kurang di akhir pertunjukan oleh kedua tim Indonesia tersebut, ratusan penonton yang memadati aula acara memberikan tepuk tangan sambil berdiri. Bahkan tepukan tersebut terus menggema lama dan hanya bisa berhenti setelah pembawa acara memperingatkan berkali-kali. Tidak berhenti pada penampilan di awal acara, partisipasi heboh Indonesia berikutnya adalah keterlibatan tiga orang anggota pasukan Konga pada pertarungan bebas (free fighting) Kyokushin kai di tiga kelas berbeda. Semangat sportivitas dan persahabatan yang ditampilkan para petarung Indonesia menghadapi lawan dari Lebanon sangat terasa dan efektif merebut ‘hati’ penonton. “Hal ini dikarenakan para petarung Indonesia tampil tidak dengan emosi yang berlebihan dan tidak menargetkan juara, melainkan hanya untuk semangat kebersamaan dan persahabatan,” ungkap Ahmad Syofian, Sek-3 Fungsi Pensosbud KBRI Beirut yang mendampingi tim. “Karenanya meskipun yang dihadapi adalah tuan rumah, publik Lebanon pada malam itu tidak serta-merta membela atlet dari negaranya, namun juga memberikan semangat kepada para petarung Indonesia,” tambah Ahmad Syofian seraya mengomentari bahwa dukungan dari publik Lebanon seperti ini tidak terjadi pada saat atlet Lebanon menghadapi petarung dari negara lainnya, Kuwait dan Jerman. Meskipun hanya memperoleh juara dua di kelas masing-masing (kelas 70 kg, 75 kg dan 90 kg), ketiga atlet Indonesia yang berpartisipasi tetap merasa bangga. Apa lagi pada saat pengumuman, ketua dewan juri, Jeehan Amer dengan semangat sportivitas menyampaikan, “Walaupun hanya memperoleh juara II, tim karate Indonesia telah menjadi pemenang sesungguhnya karena telah berhasil merebut hati semua penonton”. Ditambahkan Jeehan bahwa tim karate Indonesia pada dasarnya memperagakan gerakan Sotokhan - Karate, salah satu jenis karate yang populer dipertandingkan di dunia saat ini, dan berbeda dengan jenis Kyokushin kai - yang diperlombakan pada acara tersebut. “Namun demikian, semuanya terlihat melebur jadi satu dan dapat memberikan pertunjukan olahraga yang menarik,” imbuhnya. Indonesia oleh pihak penyelenggara dianggap sebagai sponsor alias pendukung utama acara. Hal ini terlihat dari aneka brosur dan phamplet promosi acara serta ucapan terima kasih resmi yang disampaikan ketua penyelenggara, Dr. Bader Hassoun. Menurut Ahmad Syofian, yang juga merangkap KUAI KBRI Beirut, partisipasi KBRI Beirut yang didukung oleh Kontingen Garuda TNI di Lebanon Selatan pada acara tersebut meliputi tiga kegiatan, yaitu penampilan Rampak Gendang pada acara pembukaan, pertunjukan ’kata’ karate alias kekompakan dan keindahan gerakan dan partipasi pada pertarungan Kyokushinkai – Karate. “Kita dianggap sponsor, mungkin karena penampilan Rampak Gendang Indonesia menjadi satu-satunya pertunjukan seni pada acara tersebut. Penampilan ’kata’ oleh tim karate Indonesia juga merupakan satu-satunya pertunjukan yang diperagakan oleh tim selain tuan rumah,” jelas pejabat penerangan ini seraya menambahkan, “Inilah upaya promosi semua elemen bangsa di Lebanon, promosi ’ala’ Rampak Gendang dan Kyokushin – Kai.