Pebisnis Indonesia Bidik Potensi Ekonomi Lebanon

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak heran, meski baru dilanda perang beberapa tahun lalu, ekonomi negeri ini kembali pulih dengan cepat berkat semangat dan keuletan para pebisnisnya. Interaksi ekonomi yang tinggi antara negara-negara Asia seperti China, Malaysia dan Singapura dengan Lebanon selama ini juga membuktikan potensi Lebanon yang besar di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Hal ini turut dibicarakan pada saat kunjungan sejumlah pengusaha Jawa Barat ke Lebanon yang diketuai Ibrahim Lahyek, dari Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) baru-baru ini. “Potensi pasar Lebanon belum begitu dimaksimalkan oleh Indonesia. Sementara negara-negara Asia lainnya telah lama menjadi partner kami di bidang perdagangan dan pariwisata”, tutur Mr. Ghassan Boulbol, mewakili Ketua Chamber of Commerce, Industry and Agriculture of Beirut and Mount Lebanon (CCIABML), saat memberikan sambutan pada pertemuan para pengusaha Lebanon dengan delegasi pengusaha Jawa Barat. Mr Boulbol juga menggarisbawahi, meski demikian total impor produk Indonesia ke Lebanon terus mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun 2009, impor Lebanon mencapai lebih dari US$ 82 juta, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebesar US$ 79,2 juta. Sedangkan ekspor Lebanon ke Indonesia pada tahun 2009 hanya sebesar US$ 1,3 juta. Kunjungan delegasi Jawa Barat mendapat sambutan antusias dari para pebisnis Lebanon. Hal ini terlihat dari banyaknya pengusaha Lebanon yang memenuhi undangan KBRI untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan delegasi Indonesia. Selain business matching, pertemuan tersebut juga mengagendakan presentasi peluang investasi dan ekonomi Jabar yang dipaparkan oleh Ali Syarief, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat. “Didukung oleh sumber daya alam yang sangat besar, infrastruktur yang memadai serta tenaga kerja yang terampil dan handal, proyek-proyek investasi yang ditawarkan di Jawa Barat dapat berkembang dengan baik dan memberikan keuntungan bagi para investor Lebanon,” jelas Ali Syarief seraya menekankan bahwa, Investor Lebanon yang ingin menanamkan modalnya di Jawa Barat akan mendapatkan insentif dan beberapa kemudahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bpk. Ari Rahardjo, Fungsi Ekonomi KBRI Beirut yang mendampingi delegasi dalam pertemuan itu juga ikut menyampaikan rencana kunjungan Miss Lebanon, Martin Andraos, ke Indonesia pada bulan Mei 2010 dalam rangka menghadiri peresmian SDN 38 Indonesia-Lebanon di Padang hasil sumbangan masyarakat Lebanon dan masyarakat Indonesia di negara tersebut. Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Miss Lebanon bersama delegasi bisnis Lebanon dijadwalkan melakukan perjalanan wisata ke Bandung sebelum menikmati keindahan pulau Bali sebagai akhir kunjungannya selama di Indonesia. Menanggapi undangan tersebut, Ms. Leila Karami, Presiden Lebanese Business Woman Association (LBWA), menyatakan niatnya untuk berpartisipasi pada program kunjungan Miss Lebanon ke Indonesia. Dia juga berharap dapat melakukan pertemuan dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) selama berada di Indonesia. Selain itu, Mr. Najib Merheb, dari perusahaan Debbane Freres Sal yang bergerak pada produk pertanian dan perkebunan juga menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi pada kegiatan Miss Lebanon di Indonesia. Selama di Lebanon, delegasi Jawa Barat difasilitasi melakukan pertemuan di dua kota penting, yaitu Beirut dan Tripoli. Pertemuan di kedua tempat tersebut mencatat beberapa komitmen dan pembicaraan serius antara para pelaku usaha dari Indonesia dan Lebanon yang bergerak di bidang tekstil, makanan tradisional dan produk rotan. “Kita berharap pertemuan ini memberikan hasil yang nyata. Mungkin tidak sekarang, tapi pada tahun-tahun mendatang kita dapat melihat realisasi pertemuan bisnis ini dengan semakin banyak barang-barang Indonesia hadir di pasar Lebaon”, jelas Ari Rahardjo, Sek-3 Fungsi Ekonomi KBRI yang selalu mendampingi kunjungan tersebut.