Pagelaran Budaya Iringi Perkenalan Dubes

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Beragam penampilan seni tari dan musik menjadi tontonan meriah yang menghibur kalangan diplomatik dan masyarakat Lebanon dari berbagai latar belakang. Sekitar 400 undangan hadir memadati acara promosi budaya dan seni Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Metropolitan Palace – Beirut pada Senin malam (06/12). Beberapa alat musik tradisional seperti Gamelan, Perkusi, Rampak Kendang, Kolintang dan Angklung menjadikan suasana meriah tersebut kental dengan nuansa etnik Indonesia. Kolintang juga mengiringi lagu-lagu Arab yang tengah populer di Lebanon saat ini. Tari-tarian Indonesia dengan rentak beat yang tinggi juga dipilih untuk menghangatkan suasana agar para penonton dapat ikut bergoyang dan menikmati kemeriahan pesta malam itu. Para pelajar dan masyarakat Indonesia di Lebanon serta staf dan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Beirut silih berganti mengisi panggung guna memeriahkan pagelaran malam budaya ini. Dalam sambutannya, Dubes RI Beirut, Dimas Samodra Rum yang baru tiba di Lebanon mengharapkan, acara promosi Indonesia malam ini dapat menjembatani rasa keingintahuan kedua bangsa tentang adat dan budaya masing-masing. Dubes RI juga menyampaikan salam hangat 230 juta masyarakat Indonesia kepada masyararakat Lebanon. Dubes mengharapkan kerjasama dan hubungan kedua bangsa dapat terus dikembangkan pada masa datang. Meski intensitas dan volume yang cenderung meningkat setiap tahun, namun kerjasama yang ada masih belum mencerminkan potensi kedua negara di berbagai bidang. Karenanya Dubes RI mengharapkan dukungan semua pihak untuk memaksimalkan kerjasama tersebut. “Kehadiran saya di Lebanon sebagai wakil bangsa Indonesia akan sangat terbantu dengan dukungan dan kerjasama semua pihak,” ungkap Dubes Dimas. Hadir di antara para penonton, Miss Lebanon 2010, Rahaf Abdullah yang menyatakan kekagumannya terhadap keindahan dan dinamika sosial budaya Indonesia. Peserta kontes ratu sejagad yang diselenggarakan di Las Vegas pada bulan Agustus lalu ini, berharap dapat mengulang cerita yang sama seperti pendahulunya, Miss Lebanon 2009, Martine Andraos yang telah mengunjungi Indonesia dan menjadi duta Angklung di Lebanon. Hal senada juga diungkapkan oleh Miss Lebanon Committee yang menaungi lembaga ratu kecantikan Lebanon tersebut. “Kami hadir dalam promosi budaya Indonesia ini sebagai bentuk dukungan dan ketertarikan kami dengan Indonesia serta dalam rangka menyampaikan sambutan hangat kepada Dubes Dimas Samodra Rum yang baru tiba di Lebanon,” ungkap Nanette Ziadeh, manager Miss Lebanon. Acara ditutup dengan penampilan Angklung yang menyanyikan lagu ‘We are the Champion’. Pilihan lagu tersebut didasari pada perkembangan terakhir bulan November lalu bahwa UNESCO telah menetapkan Angklung sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. “Kami anggap penetapan ini sebagai pencapaian dunia, karenanya masyarakat dunia berhak merayakannya dengan tetap menekankan bahwa Indonesia sebagai negara asal musik Angklung,” tegas Ahmad Syofian, Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud KBRI Beirut pada saat memandu acara promosi budaya tersebut