Ketua Umum PBNU Bertemu Sekjen Hezbollah, Hassan Nasrallah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertemuan yang dilakukan di suatu tempat rahasia di Lebanon tersebut dihadiri oleh pejabat Liga Ulama Lebanon, Seikh Maher Mizhar dan Seikh Ali Damoush pada hari Senin, 4 Oktober 2010. Kedua tokoh Islam itu membicarakan kondisi dan tantangan yang dihadapi umat Islam di Indonesia, Lebanon dan Palestina saat ini. Dalam pertemuan tersebut disepakati suatu penegasan tentang pentingnya upaya maksimal seluruh kalangan dunia Islam dalam rangka menjaga dan memelihara persatuan umat Islam untuk menghadapi serangkaian skenario fitnah antar madzhab yang dilancarkan oleh-oleh pihak tertentu yang tidak menginginkan persatuan Islam. Dalam Press Release Hezbollah yang dimuat koran Lebanon, An-Nahar, As-Safir, Ad-Diyar, Al-Balad, Al-Bayraq dan Moday Morning tersebut dibicarakan juga arti penting fatwa yang dikeluarkan baru-baru ini oleh Imam Sayyed Ali Khomanei (mengenai pengharaman menghina sahabat dan Sayyidah Aisyah R.A). Ditegaskan bahwa kedua tokoh Islam tersebut menilai fatwa itu menjadi semacam ‘garansi utama’ bagi upaya pemutusan jalan para pihak-pihak yang ingin mengusik persatuan dan kesatuan sesama umat Islam. Usai Pertemuan, Ketua PBNU menyatakan bahwa Sayyed Hassan Nasrallah banyak meminta masukan tentang berbagai masalah yang dihadapi umat Islam di dunia termasuk di Indonesia dan Lebanon. Dalam situs Al-Manar.com.lb, pertemuan kedua tokoh tersebut menjadi tranding topic minggu ini. Ketua PBNU dan wakilnya, Drs. Asad Ali juga diterima oleh presiden Association of Islamic Charity Projects (AICP), Yayasan Islam Sunni yang menaungi Global University. Dalam pertemuan dibicarakan mengenai peningkatan kerjasama PBNU-AICP yang selama ini telah terbina dengan cukup baik dimana terdapat sekitar 30 orang mahasiswa NU mendapat beasiswa studi di Global University.