KBRI Beirut-NU Lebanon Gelar Seminar Piagam Madinah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebelum Seminar, peserta menyaksikan pelantikan Pengurus Cabang Internasional (PCI) NU Lebanon oleh Ketum PBNU, Prof. Dr. Said Aqil Siradj Seminar yang dibuka oleh KUAI KBRI Beirut tersebut dihadiri oleh semua unsur masyarakat Indonesia di Lebanon, termasuk pelajar dan mahasiswa, staf KBRI, pengurus dan anggota Dharma Wanita KBRI Beirut. Seminar juga disaksikan secara langsung melalui fasilitas online oleh masyarakat dan kader NU di seluruh dunia. Tujuan seminar antara lain merefresh wawasan kebangsaan dan pengetahuan tentang perlunya semangat dan cinta masyarakat Muslim Indonesia untuk mendukung NKRI dengan dasar Pancasila. Karena Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan jati diri Muslim Indonesia dan secara substansial merefleksikan Piagam Madinah yang ditandatangani oleh tokoh masyarakat dari kelompok utama di Madinah bersama Nabi Muhammad SAW. Dalam paparannya, Prof. Said Aqil Siradj menggarisbawahi hal-hal sebagai berikut: • Piagam madinah bersifat universal dengan mengakui egalitas semua unsur masyarakat, mendorong toleransi dan menjunjung kemerdekaan semua pihak. • Di dalam Piagam Madinah, tidak ditemukan istilah nation atau state of Islam, hal ini memberi bobot besar bahwa piagam tersebut merupakan kesepakatan bersama yang mengakomodasi umat yang majemuk dari seluruh kelompok di Madinah namun memiliki tujuan bersama layaknya ummat yang satu (Ummatan Wahidah). • Piagam Madinah menjadi inspirasi dan sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Pancasila, ideologi Indonesia. Indonesia bukanlah milik agama tertentu, sebaliknya tidak ada Indonesia tanpa Islam, tanpa Kristen, Hindu, Budha dan seterusnya. Dalam penjelasannya As’ad Sail Ali menjelaskan hal-hal sebagai berikut: • Pancasila pada kenyataannya telah mencerminkan tujuan dan substansi utama yang terkandung di dalam Piagam Madinah. • Pancasila merupakan ideologi kebangsaan yang bukan memprioritaskan pihak dan kelompok tertentu, namun sebaliknya Pancasila mengedepankan persatuan semua umat dari berbagai agama. Ideologi yang merupakan bentuk toleransi umat Islam ini merupakan perekat semua golongan dan agama di dalam masyarakat Indonesia. • Dengan karakter dan isinya, Pancasila merupakan ideologi yang sesuai dengan cita dan tujuan Muslim Indonesia yang hidup di tengah masyarakat agama lain. Selain karena egalitasnya, Pancasila juga sejalan dengan prinsip Islam dan substansi dasar Piagam Madinah seperti penegakan Hak Azazi Manusia, kemerdekaan, toleransi (Tasammuh), kekeluargaan (Ukhuwah) dan keseimbangan (Tawazun). Seminar menyimpulkan bahwa sudah menjadi kewajiban Muslim Indonesia untuk mendukung Pancasila. Hal ini merupakan basic paradigm yang perlu dipertahankan karena merupakan ketetapan para founding fathers bangsa Indonesia dan sesuai dengan realitas konstelasi dan demografi masyarakat Indonesia yang multi-etnis dan agama. Mengganti Pancasila berarti merubah semua tatanan bangsa, termasuk dapat menjadi awal disintegrasi bangsa.