‘Indonesian Paradise’ Incar Potensi Wisman dan Pasar Lebanon

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Para seniman Indonesia mengakhiri “Tur Promo Wisata dan Ekonomi Tiga Kota Lebanon” di Tripoli pada Jumat malam (17/12) setelah beberapa hari sebelumnya juga berkeliling menjejal panggung-panggung seni di beberapa kota seperti Rabiyeh (14/12) dan Saidah (15/12). Ketiga kota tersebut menawarkan potensi besar bagi pasar produk perdagangan dan sumber wisman bagi industri pariwisata Indonesia. Karenanya tidak hanya penampilan seni budaya, program tur tersebut menggelar pameran aneka produk Indonesia dan foto-foto daerah wisata Indonesia. Dalam acara di tiga kota, para seniman yang sehari-hari merupakan pelajar dan masyarakat Indonesia di Lebanon serta staf KBRI Beirut silih berganti mengalunkan aneka musik tradisional Indonesia mulai dari Gamelan, Angklung, Kolintang, Kecapi dan Rampak Kendang. Beberapa tarian seperti Saman, Kembang Tanjung dan Merak juga ikut menghibur ratusan penonton di masing-masing kota. Hal menarik lainnya adalah penyelenggaraan pameran foto wisata Indonesia di sela-sela acara. Sejumlah 50 foto ukuran A3 dan A4 yang memuat keindahan alam Indonesia dipajang di pintu masuk acara. Dengan tajuk Indonesian Paradise, pameran foto tersebut memuat lokasi-lokasi wisata unggulan di Indonesia yang menyajikan panorama pegunungan, perkebunan teh dan tembakau serta pantai putih yang landai. Pameran foto juga menampilkan aneka pilihan kegiatan wisata pertualangan mulai dari arung jeram dan wild race serta wisata bahari yang cocok bagi para penyelam dan peselancar (diving dan surfing). “Pameran foto alam Indonesia melengkapi promo wisata dan ekonomi Indonesia di Lebanon,” ungkap Ahmad Syofian, Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya – KBRI Beirut seraya menambahkan, seperti judulnya, Indonesian Paradise telah memotret Indonesia ‘laksana surga’ dengan pemandangan alam dan pilihan wisata yang bervariasi serta beragam pusat-pusat spa dan hotel-hotel yang sangat mendukung. Promo Indonesia tersebut mendapat dukungan penuh pihak-pihak terkait di Lebanon baik swasta maupun pemerintah. Di Kota Rabiyeh misalnya (25 KM sebelah utara Beirut), acara ini bekerjasama dengan Garden Club, sebuah LSM yang bergerak di bidang budaya dan pelestarian lingkungan. Di Kota Saidah, kota terbesar ketiga di Lebanon, acara serupa digelar di gedung serba guna kantor Wali Kota. Wakil Wali Kota, Ibrahim Bsat, menyampaikan penghargaan dan dukungan terhadap upaya pengembangan kerjasama budaya dan pariwisata kedua Negara. Sama halnya ketika pentas di kota terbesar kedua Lebanon - Tripoli, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tripoli menjadi promotor acara bekerjasama dengan salah seorang pengusaha lokal, Badr Hassoun. Dubes RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum selain menghargai kerjasama semua pihak di Lebanon atas penyelenggaraan promo tersebut, juga mengharapkan peningkatan hubungan Indonesia dan Lebanon di bidang perdagangan dan pariwisata. “Kehadiran dan dukungan semua pihak di Lebanon tidak hanya membuktikan hubungan persahabatan yang erat, tetapi juga merefleksikan penghargaan kepada nilai-nilai budaya,” jelas Dubes RI seraya menambahkan, potensi ekonomi kedua negara sangat besar dan memberi peluang bagi peningkatan kerjasama yang saling menguntungkan