Heboh Indonesia Dalam Festival “Technology and Creativity” di Jounieh

Beirut : KBRI Beirut pada Sabtu lalu (6/6/2015) kembali memeriahkan 6th Annual Festival and Carnaval “Technology and Creativity” yang diselenggarakan sekolah College Central of the Lebanese Monks (CCJ) di Jounieh, kota wisata di Lebanon yang berjarak 30 menit dari Beirut.
 
Kemeriahan dari Indonesia ditunjukkan pada hari pertama festival dengan penampilan Reog Ponorogo, Sisingaan, Jaranan, dan pertunjukan Tari Saman  
 
Festival tersebut adalah acara tahunan sekolah Central College kota Jounieh yang disponsori perusahaan Lebanon, dan pada tahun ini merupakan festival ke-6. Menurut keterangan pihak sekolah, terdapat + 7.500 orang pengunjung selama 2 hari festival.
 
Pada hari pertama festival suguhan kemeriahan dari Indonesia diawali dengan karnaval budaya di jalanan utama kota Jounieh dimana 2 siswa CCJ grade 11 berpakaian seni motif batik sambil membawa banner “Indonesia”.
 
Dibelakang mereka lalu diikuti Reog Ponorogo yang dilengkapi penari Tari Perang Papua, Sisingaan, dan kemudian grup Tari Jaranan yang kesemuanya dibawakan oleh pemain seni budaya Indonesia dibawah naungan KBRI Beirut.  
 
Hadir dalam festival Dubes RI Beirut, Bp. Achmad Chozin Chumaidy dan istri, home staff, local staff KBRI Beirut dengan keluarga. Hadir pula Komandan Kontingen Garuda UNIFIL Kol (Inf.) Danni Koswara, Komandan KRI Sultan Iskandar Muda – 367 Letkol (P) I.G.P. Alit Jaya, Komandan Satgas Force Protection Company Letkol Syahroni, Komandan SEMPU Letkol Donald, dan beberapa perwira pendamping.
 
Seusai karnaval kemeriahan dari Indonesia berlanjut dengan pertunjukan Tari Saman yang diiringi rampak kendang oleh tim seni Indonesia.
 
Selama hari pertama festival sangat terlihat tingginya antuasiasme warga kota yang menyambut hangat dan positif seluruh partisipasi penampilan Indonesia Para warga pun terlihat menjadi makin mengenal tentang Indonesia.
 
Atraksi Reog Ponorogo, Sisingaan, dan Jaranan Indonesia berhasil membuat karnaval lebih meriah dan menarik perhatian masyakarat kota Jounieh. Salah satunya terlihat dari animo masyarakat sekitar yang menunggu lewatnya konvoi Indonesia dan merekamnya dengan gadget-nya.
 
Pun ketika tim seni menampilkan Tari Saman – Rampak Kendang sangat terlihat gesture positif para pengunjung menikmati pertunjukan tari. Terlebih diakhir acara ditutup dengan sambutan Dubes RI Beirut dalam bahasa Arab dan pemutaran video pariwisata Jakarta kepada penonton.
 
Adanya pertunjukan reog, sisingaan, jaranan, dan pertunjukan tari saman-rampak kendang yang berhasil memeriahkan festival telah menjadikan suasana hari pertama festival sangat kental dengan gaung atau hawa Indonesia diantara para penonton/pengunjung, sehingga seolah-oleh pada hari dapat dikatakan itu telah menjadi Indonesian Day at Jounieh.
 
Penampilan seni budaya Indonesia dalam festival tahun ini merupakan partisipasi KBRI Beirut yang kedua sejak pertama ikut pada tahun 2014 lalu yang menampilkan marching band pasukan Kontingen Garuda di UNIFIL. Pada festival ini pun KBRI Beirut kembali melibatkan Kontingen Garuda di UNIFIL.
 
(sumber : KBRI Beirut)